memadamkan karhutla dengan ubi apakah efektif - News | Good News From Indonesia 2026
4/4

Memadamkan Karhutla dengan Ubi, Apakah Efektif?

Memadamkan Karhutla dengan Ubi, Apakah Efektif?
images info

Memadamkan Karhutla dengan Ubi, Apakah Efektif? | Pexels Keith Lowery


Di tengah bencana kebakaran hutan yang melanda beberapa daerah di Indonesia, Prabowo Subianto mendorong pemerintah untuk mengembangkan bahan pemadam alternatif untuk menangani permasalahan tersebut. Penggunaan ubi atau singkong menjadi salah satu inovasi yang didorong penggunaannya sebagai bahan pemadam alternatif.

Wacana ini disampaikan saat rapat penanganan karhutla yang terlaksana di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan pada 24 Agustus 2026 lalu. Dinukil GNFI dari lamanSetneg.go.id, wacana terkait penggunaan ubi sebagai bahan pemadam alternatif ini mendapatkan dukungan dari Kapolri dan Pangdam II/Sriwijaya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan jika penggunaan ubi singkong berpotensi untuk memadamkan api pada tahap awal serta mencegah penyebaran. Pandangan serupa juga disampaikan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis yang menilai penggunaan ubi singkong sebagai bahan pemadam dinilai efektif dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Lantas muncul sebuah pertanyaan, apakah penggunaan ubi singkong sebagai bahan pemadam efektif dan mungkin untuk dilakukan? Ternyata ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan jika inovasi ini memiliki landasan ilmiah yang kuat.

"Pernyataan Bapak Presiden terkait penggunaan bahan berbasis singkong untuk mendukung pemadaman kebakaran memiliki dasar ilmiah yang kuat. Namun, formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur," jelas periset Kimia Molekuler BRIN Julinton seperti yang dikutip GNFI dari lamanBRIN.

Dari riset yang berkembang, penggunaan ubi singkong sebagai pemadam api tidak sebagai bahan tunggal. Penggunaan pati singkong ini dikombinasikan dengan beberapa bahan lainnya, seperti ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah.

"Bahan ini dirancang bekerja melalui beberapa mekanisme yang saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material menerima panas," tutur Julinton.

Riset dari Rais Abdillah Elvandi dan Miesriany Hidiya, "Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong sebagai Komplementer Dry Chemical Powder APAR" juga menemukan fakta serupa. Dalam risetnya tersebut, limbah kulit singkong bisa berguna sebagai bahan komplementer dry chemical powder dalam alat pemadam api ringan (APAR).

Uji coba yang dilakukan oleh Elvandi dan Hidiya menunjukkan jika komposisi 2 kg powder kulit singkong dan 1 kg dry chemical powder efektif untuk memadamkan api dalam waktu 15 detik. Tidak hanya berpotensi sebagai bahan alternatif, penggunaan limbah kulit singkong untuk APAR ini juga bermanfaat mereduksi penumpukan sampah di tengah masyarakat.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.