Siapa sangka, Ronaldo ternyata pernah bermain di Manado, Sulawesi Utara. Itu terjadi sebelum ia bergabung dengan dua klub besar Eropa yang mendongkrak namanya, Inter Milan dan Real Madrid.
Siapa tak kenal Ronaldo? Pesepak bola asal Brasil bernama lengkap Ronaldo Luรญs Nazรกrio de Lima itu sangat melegenda. Di Indonesia ia pun beken, apalagi pada awal era 2000-an saat ia sedang dalam puncak kariernya.
Masyarakat dunia dan Indonesia mengenalnya sebagai salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Brasil. Di level klub ia juga pernah mewarnai kompetisi top dunia seperti Serie A Italia dan La Liga Spanyol.
Tahukah Kawan, ternyata Ronaldo juga pernah bermain di Indonesia, tepatnya di Manado, Sulawesi Utara. Itu terjadi saat usianya masih belia.
Aksi Ronaldo di Manado
Tentu saja Ronaldo tidak bermain di Manado karena bergabung dengan Persma, klub asal kota tersebut. Ia datang dan bermain di sana bersama klub yang dibelanya saat itu, PSV Eindhoven, yang sedang melakukan tur ke Indonesia dan Manado jadi salah satu kota yang disinggahi.
Kedatangan Ronaldo bersama PSV di Manado terjadi pada Januari 1996. Kala itu, PSV diperkuat oleh sejumlah nama top seperti Boudewijn Zenden dan Phillip Cocu. Pelatihnya pun bukan kaleng-kaleng, yakni Dick Advocaat.
Ronaldo sendiri saat itu masih sangat muda. Usianya baru menginjak 19 tahun. Belum lama pula ia menjadi bagian dari PSV. Ia bergabung dengan klub yang didirikan oleh pekerja perusahaan Philips itu pada 1994 setelah ditransfer dari Cruzeiro.
Stadion Klabat jadi saksi aksi PSV dan Ronaldo di Manado. Akan tetapi, puluhan ribu penonton yang memadati tribune tak langsung bisa menikmati tarian samba Ronaldo sejak awal laga. Sebab, ia terlebih dulu didudukkan di bangku cadangan.
Agaknya Ronaldo memang sengaja disimpan karena sedang mengalami cedera lutut. Akan tetapi, momen bersejarah yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga pada babak kedua. Ronaldo masuk pada menit ke-75 sebagai pemain pengganti.
PSV unggul telak 6-0 saat Ronaldo masuk. Dua gol dicetak masing-masing oleh Renรฉ Eijkelkamp dan Ernest Faber, sementara dua gol lainnya dilesakkan oleh Luc Nilis dan Wim Jonk.
Ronaldo tak mencetak gol, meski demikian penampilannya tetap jadi hiburan tersendiri bagi publik Manado.
Ternyata tak lama setelah bermain di Manado, Ronaldo meninggalkan PSV. Pada Juni 1996, ia pindah ke Barcelona dengan nilai 19,5 juta dolar. Angka yang cukup fenomenal saat itu.
Dari Barcelona, Ronaldo melanjutkan perjalanannya ke Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan hingga kemudian kembali ke Brasil untuk bermain bagi Corinthians dan pensiun pada 2011.


