Di Barcelona, D·Origen Coffee Roasters mendaur ulang ampas kopi untuk jadi furnitur. Pendirinya, Michael Uhlig, memang sejak awal ingin menjadikan keberlanjutan sebagai prinsip dan pedoman dari usaha yang dibangun.
Uhlig lantas bekerja sama dengan LOWPOLY, studio desain berbasis di Madrid yang fokus pada robotika dan pencetakan 3D skala besar. LOWPOLY merupakan perusahaan yang sudah lama bereksperimen dengan limbah makanan sebagai material desain.
Dalam hal ini, LOWPOLY memanfaatkan ampas kopi yang berasal dari produksi sehari-hari D·Origen Coffee Roasters.
Semua ampas kopi dari dua kedai D·Origen dikumpulkan, dikeringkan, diolah, lalu dicampur dengan PLA daur ulang. PLA atau polylactic acid adalah bioplastik berbasis tumbuhan yang dapat terurai secara hayati.
Material baru itu diberi nama LOWIMPACT®. Material ini, yang diberi nama LOWIMPACT®, menurut pengembangnya mengandung hingga 98% komponen berbasis organik hasil campuran ampas kopi dan PLA daur ulang.
Material ini kemudian dicetak menggunakan printer 3D format besar dengan ekstruder khusus yang mampu menangani bahan berkelembapan tinggi. Furnitur yang dihasilkan meliputi meja konter, lampu, dan bangku.
Yang menarik, warna kuning keemasan pada meja tidak dicat. Warna itu muncul alami dari variasi kepadatan bubuk kopi. Ketidaksempurnaan tekstur justru menjadi identitas visual.
Inggris, Jerman, Italia, hingga Tiongkok
LOWPOLY bukan satu-satunya pemain.
Re-Worked, organisasi desain asal Inggris, juga mengembangkan furnitur berbasis limbah kopi sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular.
Di Berlin, Kaffeeform sejak 2009 memproduksi cangkir kopi dari ampas bekas melalui teknik pencetakan injeksi.
Perusahaan Italia Coffeefrom mengembangkan material termoplastik berbasis ampas kopi untuk otomotif dan peralatan makan.
Di Tiongkok, Fakultas Desain dan Inovasi Universitas Tongji bekerja sama dengan Covestro mengubah ampas kopi menjadi meja, kursi, hingga speaker.
Penelitian Rajeev Roychand dari RMIT University di Melbourne bahkan menemukan bahwa ampas kopi yang diubah menjadi biochar bisa menggantikan sebagian pasir dalam beton dan meningkatkan kekuatannya karena membantu menciptakan struktur berpori yang menahan kelembapan.
Lalu Bagaimana di Indonesia? dari Bandung, Ekonomi Sirkular Kopi Mulai Dibangun
Jika di Barcelona ampas kopi sudah masuk ke printer 3D dan menjadi bagian interior kedai, di Indonesia gerakannya mulai terlihat dari Bandung.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat produksi kopi Indonesia pada 2022 mencapai 774.960 ton, menjadikan Indonesia produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. Pada 2023, produksi tercatat 756,1 ribu ton biji kopi. Besarnya produksi ini mengindikasikan bahwa limbahnya juga besar.
Limbah kopi diketahui memiliki kandungan karbon sebesar 54,5%. Jika tidak dikelola, limbah tersebut berpotensi melepas karbon dioksida dan metana ke atmosfer.
Atas dasar itu, program Mandiri Lingkar Hijau dirilis oleh Bank Mandiri. Program ini bekerja sama dengan Bell Living Lab, perusahaan pengolah limbah kopi asal Bandung yang menjadi best of the best Wirausaha Muda Mandiri 2023.
Berbeda dengan pendekatan desain arsitektural di Eropa, pendekatan di Bandung lebih membangun ekosistem. Limbah dikumpulkan dari 37 coffee shop dan dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Jirak Kahuripan II dan Kelompok Tani Bumi Sinar Mukti. Mitra kedai mencakup Kozi Coffee, Kilogram Coffee, Capdangu, Little Contrast, hingga Blue Doors.
Targetnya tidak kecil. Hingga September 2024, program ini menargetkan pengumpulan 2,5 ton ampas kopi per bulan dan 2 ton kulit kopi per musim, dengan total target daur ulang 20 ton limbah kopi. Dalam dua bulan pertama, per 18 Desember 2024, tercatat 2.141,8 kilogram ampas kopi telah diolah menjadi furnitur.
Yang menarik, limbah diubah menjadi M-Tex Coffee Leather, Kalpa Panels, dan Coffee Board.
M-Tex Coffee Leather adalah material alternatif kulit berbasis ampas kopi. Istilah “kulit vegan” berarti bahan pengganti kulit hewan tanpa unsur hewani. Ampas kopi diproses dan dikombinasikan dengan bahan pengikat tertentu hingga menjadi lembaran fleksibel yang bisa digunakan untuk sepatu, dompet, dan lanyard.
Kalpa Panels dan Coffee Board adalah papan komposit. Komposit berarti material gabungan dari beberapa bahan berbeda untuk menghasilkan sifat baru yang lebih kuat atau tahan lama. Dalam konteks ini, ampas kopi dicampur dengan perekat atau polimer, lalu dipadatkan menjadi papan untuk meja dan kursi.
Tidak Semua Komposit Kopi Otomatis Ramah Lingkungan
Meski terdengar menjanjikan, tidak semua komposit kopi otomatis ramah lingkungan.
Kemampuan terurai atau didaur ulang bergantung pada jenis polimer yang digunakan. Jika dicampur dengan plastik berbasis minyak bumi, produk tersebut mungkin sulit terurai.
Selain itu, regulasi kontak makanan berbeda di tiap negara. Skalabilitas produksi dan biaya juga masih menjadi tantangan besar.
Ekonomi sirkular membutuhkan sistem pengumpulan limbah yang konsisten. Tanpa rantai pasok yang rapi, bahan baku bisa tidak stabil kualitasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


