Di Pluit Muara Karang, sosok pria Tionghoa paruh baya membuka pengobatan alternatif bagi ribuan pasien. Ia bukan dokter dan tidak menulis resep obat. Ia adalah Sinshe Awi.
Sejak memulai praktiknya pada tahun 1999, Sinshe Awi telah mengenalkan teknik pengobatan menggunakan metode “kepret”. Teknik pengobatan Sinshe Awi pun terkenal di berbagai kalangan, dari kelas bawah, menengah, hingga kelas atas.
Tempat praktiknya yang dominan berwarna putih dipenuhi oleh orang-orang yang tengah mengantre. Tempat parkir berupa lahan lapang yang luas juga dipenuhi berbagai merek mobil.
Meski demikian, proses pengobatan cukup sat set sehingga antrean tidak akan berlangsung lama.
Para pasien yakin bahwa energi tubuh yang diolah lewat ketukan tangan ringan dan tegas—dikenal sebagai kepret—mampu merangsang proses penyembuhan diri.
“Perawatannya didasarkan pada teknik unik yang dikenal sebagai ‘kepret’, yang pada dasarnya adalah transfer energi dengan memukul telapak tangan dan punggung tangan ke area tubuh pasien yang sakit,” jelas laman Sinshe Awi.
Awal Mula Sinshe Awi Jadi Si Tukang “Kepret”
Lahir tahun 1968, Sinshe Awi mengawali kariernya tanpa latar medis klinis. Dorongan alami dan rasa empati menggerakkan ia untuk merintis metode penyembuhan dengan teknik kepret.
Cerita awal praktiknya pun sederhan, seorang ibu tua datang dengan keluhan pinggang dan leher. Setelah beberapa kali sesi kepret, rasa sakit yang lama menggerogoti pun mulai mereda. Sejak saat itu reputasinya tumbuh, dan dari Pluit, kisah kesembuhan demi kesembuhan bermunculan.
Yang membuat Sinshe Awi begitu unik adalah kebebasan yang ia tawarkan. Tidak ada pemeriksaan laboratorium, tidak ada resep obat, bahkan tidak ada tarif tunggal.
Yang ia lakukan hanyalah menerima donasi sukarela. Benar, biaya pengobatan di Sinshe Awi menggunakan skema seikhlasnya. Bahkan, banyak pasien dari kalangan kurang beruntung mendapat layanan gratis.
“Tidak ada resep obat dalam bentuk apapun dan pasien tidak membayar untuk pengobatan Sinshe Awi, tetapi mereka menyumbang secara sukarela,” terangnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Sinshe Awi.
Analisis sederhana menunjukkan bahwa aspek emosional dan sugesti positif bisa meningkatkan kepercayaan dan efek penyembuhan diri. Dalam ilmu psikologi, fenomena in disebut sebagai efek placebo atau penguatan sugesti positif. Hasil terbaik tak ditemukan pada resep, melainkan pada rasa percaya dan dukungan spiritual.
Ragam Penyakit yang Pernah Ditangani
Daftar pasien yang berhasil tertolong cukup banyak: dari kondisi kronis seperti Diabetes, Penyakit Ginjal, Stroke (hemoragik dan iskemik), Parkinson, hingga kanker (Prostat, Limfoma, Leukemia) dan gangguan mata seperti Glaukoma.
Selain itu, atlet dengan cedera ligamen, orang dengan masalah darah (Anemia, Hemofilia), hingga penyakit autoimun dan gangguan saraf pun pernah di-“kepret” dan mendapat kesembuhan.
Jadwal & Lokasi Praktik
Sinshe Awi membuka praktik rutin dari Selasa sampai Minggu, mulai 09.00–14.00 dan 15.00–17.00 WIB. Perlu diperhatikan bahwa Sinshe Awi libur pada hari Senin.
Lokasinya diJl. Muara Karang Blok Q5 Timur No. 19, Jakarta Utara. Bagi yang menggunakan kendaraan umum dapat berhenti di halte bus terdekat, yakni “Jembatan Pluit Karang Timur” dan “Pluit Karang Indah”—keduanya hanya sekitar 4 menit jalan kaki.


