kue adee kudapan khas aceh yang awalnya hanya bisa dijumpai saat momen ramadan - News | Good News From Indonesia 2026

Kue Adee, Kudapan Khas Aceh yang Awalnya Hanya Bisa Dijumpai saat Momen Ramadan

Kue Adee, Kudapan Khas Aceh yang Awalnya Hanya Bisa Dijumpai saat Momen Ramadan
images info

Kue Adee, Kudapan Khas Aceh yang Awalnya Hanya Bisa Dijumpai saat Momen Ramadan


Selalu ada hikmah dari setiap musibah yang terjadi. Kalimat ini mungkin cocok jika Kawan melihat pada keberadaan kue adee, salah satu kudapan khas dari tanah Aceh.

Bagaimana tidak, dulunya kue adee diketahui hanya bisa ditemukan di daerah tertentu saja. Tidak hanya itu, keberadaan kue khas Aceh ini juga hanya dapat dijumpai pada saat momen-momen khusus yang ada di tengah masyarakat.

Namun semua berubah ketika salah satu musibah besar, tidak hanya di Aceh tapi di Indonesia, yakni tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Keberadaan kue adee justru makin berkembang setelah terjadinya musibah besar tersebut.

Selepas 2004, keberadaan kue adee mulai bisa dijumpai di berbagai daerah di Aceh. Kudapan tradisional ini juga bisa dijumpai kapan saja, tidak hanya pada momen-momen khusus seperti sebelumnya.

Lantas bagaimana ulasan lebih lanjut seputar kue khas Aceh tersebut? Simak pembahasan terkait kue adee dalam artikel berikut ini.

Mengenal Kue Adee Khas Aceh

Kue adee adalah salah satu kudapan tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Kudapan ini lebih khususnya lagi berasal dari Pidie Jaya, Aceh.

Keberadaan kue adee sudah berkembang sejak lama di tengah masyarakat Aceh. Dinukil dari laman Budaya Aceh, kue ini pertama kali diproduksi di Gampong Dayah Kleng pada 1967 silam.

Ibu Maryam merupakan sosok yang pertama kali memproduksi kue adee dulunya. Pada waktu itu, kudapan khas Aceh ini hanya diproduksi dalam skala kecil sesuai pesanan saja.

Seiring berjalannya waktu, keberadaan kue adee makin diminati oleh masyarakat. Pada 1977, kue adee mulai diproduksi secara masif dengan pengemasan yang lebih baik dari sebelumnya.

Produksi kue adee kemudian mulai diwariskan secara turun temurun dan bertahan hingga saat ini. Kue adee juga menjadi salah satu oleh-oleh khas yang bisa didapatkan oleh setiap pengunjung yang mendatangi daerah Pidie Jaya.

Makin Dikenal Setelah Musibah Tsunami

Pada dasarnya, kue adee merupakan kudapan yang terbuat dari tepung terigu, daun pandan, gula, dan lainnya. Selain menggunakan tepung terigu, ada juga kue adee yang menggunakan singkong sebagai bahan dasar utamanya.

Kue ini mirip dengan kue bingka atau bingka. Kemiripan ini pula yang membuat kue adee juga dikenal dengan nama bingkang ade.

Dulunya kue adee hanya bisa dijumpai di daerah Pidie Jaya saja. Selain itu, kue khas Aceh ini hanya bisa didapatkan pada momen khusus saja, seperti saat Ramadan tiba.

Namun situasi ini berubah setelah musibah tsunami yang terjadi pada 2004 silam. Dikutip dari laman Suara USU, selepas musibah tsunami yang terjadi pada 2004 tersebut, animo masyarakat yang menyukai kudapan khas Aceh tersebut justru meningkat.

Hal ini membuat banyak usaha produksi rumahan kue adee yang bermunculan, tidak hanya di Pidie Jaya, tetapi juga beberapa daerah lainnya yang ada di Aceh.

Cara Membuat Kue Adee

Bagi Kawan yang tertarik untuk mencoba kue adee, maka bisa mencoba untuk membuat kudapan khas Aceh ini di rumah masing-masing. Disitat dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, adapun bahan yang perlu dipersiapkan serta cara membuat kue adee adalah.

Bahan

  • Telur bebek (5 butir)
  • Tepung terigu (350 gram)
  • Gula pasir (250 gram)
  • Santan (500 ml)
  • Margarin cair (3 sendok)
  • Vanili (1/2 sdt)
  • Garam (1/2 sdt)

Cara Membuat

  • Kocok telur bebek, vanili, garam, dan gula pasir hingga mengembang. Setelah itu tuangkan santan secara perlahan sambil diaduk.
  • Tambahkan tepung terigu dan margarin cair. Aduk kembali hingga rata.
  • Masukkan adonan ke dalam loyang. Kemudian panggang di dalam oven hingga matang dan padat.
  • Jika sudah matang, keluarkan kue adee dan diamkan.
  • Kue adee khas Aceh sudah bisa dihidangkan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.