kuliner lokal bali yang wajib dicoba - News | Good News From Indonesia 2026

5 Kuliner Lokal Bali yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup

5 Kuliner Lokal Bali yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup
images info

5 Kuliner Lokal Bali yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup


Banyak orang datang ke Bali untuk pantainya, tapi hanya sedikit yang sadar bahwa kenangan paling membekas justru lahir dari sepiring makanan khas yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Pulau ini memang dikenal sebagai destinasi wisata dunia dengan panorama alam menakjubkan, budaya yang hidup, serta keramahan masyarakatnya. Namun di balik semua itu, ada satu pengalaman yang sering menjadi alasan wisatawan ingin kembali lagi: kuliner tradisionalnya.

Setiap hidangan bukan sekadar makanan, melainkan perpaduan rempah, sejarah, dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Artikel ini akan mengajak Kawan GNFI menjelajahi beberapa makanan lokal yang wajib dicoba agar perjalanan terasa lebih lengkap dan berkesan.

baca juga

1. Ayam Betutu, Hangatnya Tradisi dalam Balutan Daun Pisang

Jika mencari hidangan dengan rasa rempah yang dalam, ayam betutu adalah jawabannya. Ayam utuh dibumbui secara menyeluruh, kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak dalam waktu lama hingga dagingnya sangat empuk.

Proses memasak yang panjang membuat bumbu meresap sempurna sampai ke tulang. Rasanya pedas hangat dengan aroma asap yang khas.

Secara tradisional, makanan ini sering hadir dalam upacara adat atau acara keluarga besar. Menikmatinya bukan hanya soal rasa, tetapi juga merasakan nilai kebersamaan yang menyertainya.

2. Sate Lilit, Sederhana tapi Penuh Aroma

Berbeda dari sate pada umumnya, sate lilit menggunakan daging cincang yang dicampur kelapa parut dan bumbu rempah, lalu dililitkan pada batang serai atau bambu pipih sebelum dipanggang.

Batang serai memberi aroma wangi alami yang membuat rasanya semakin khas. Teksturnya lembut dengan sentuhan gurih dan sedikit manis.

Karena ukurannya kecil dan mudah disantap, sate lilit sering menjadi favorit wisatawan yang ingin mencoba camilan tradisional tanpa harus makan berat.

baca juga

3. Lawar, Harmoni Rasa dalam Satu Sajian

Lawar adalah campuran sayuran, kelapa parut, daging cincang, dan bumbu khas. Ada dua jenis yang cukup dikenal: lawar merah dan lawar putih.

Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan darah segar dalam lawar merah yang memberi warna serta rasa lebih kuat. Sementara lawar putih cenderung lebih ringan.

Hidangan ini biasanya disajikan sebagai pelengkap nasi dan lauk utama. Meski terlihat sederhana, komposisi bumbunya mencerminkan keseimbangan rasa yang menjadi ciri khas kuliner lokal.

4. Nasi Campur Bali, Pilihan Tepat untuk Pencicip Pertama

Bagi wisatawan yang ingin mencoba banyak hidangan sekaligus, nasi campur adalah pilihan terbaik. Dalam satu piring, kamu bisa menemukan kombinasi ayam suwir berbumbu, sate lilit, lawar, telur, sambal, dan berbagai lauk lain.

Setiap warung memiliki versi berbeda, sehingga mencicipi nasi campur di beberapa tempat bisa menjadi petualangan rasa tersendiri.

Menu ini juga ramah bagi wisatawan karena porsinya pas dan memperkenalkan berbagai cita rasa dalam sekali makan.

5. Jaje Bali, Manisnya Warisan Tradisional

Tak lengkap rasanya membahas kuliner tanpa menyentuh jajanan tradisional. Aneka kue berwarna alami dari tepung beras, kelapa, dan gula merah menjadi teman sempurna di sore hari.

Beberapa memiliki tekstur kenyal, sebagian lain lembut atau sedikit legit. Selain dinikmati sendiri, jajanan ini juga sering dibeli sebagai oleh-oleh karena bentuknya cantik dan rasanya khas.

Keberadaan jaje tradisional menunjukkan bahwa warisan kuliner tidak hanya bertahan pada makanan berat, tetapi juga pada camilan sederhana yang sarat makna.

baca juga

Nilai Budaya di Balik Setiap Hidangan

Yang membuat kuliner daerah ini istimewa bukan hanya rasanya, melainkan cerita di baliknya. Banyak hidangan terhubung dengan upacara adat, perayaan keagamaan, hingga momen kebersamaan keluarga.

Penggunaan rempah yang kaya mencerminkan hubungan masyarakat dengan alam sekitar. Cara memasak yang masih tradisional menunjukkan bagaimana nilai leluhur tetap dijaga di tengah perkembangan pariwisata modern.

Karena itu, mencicipi makanan lokal sebenarnya adalah cara paling sederhana untuk memahami budaya setempat secara lebih dalam.

Datang dengan Lapar, Pulang dengan Kenangan

Perjalanan wisata akan terasa berbeda ketika kamu tidak hanya melihat pemandangan, tetapi juga merasakan cita rasa khas daerah yang dikunjungi. Setiap suapan membawa cerita, setiap aroma menghadirkan kenangan.

Jadi, saat merencanakan liburan berikutnya, pastikan kamu menyisihkan waktu khusus untuk menjelajahi kuliner lokal.

Datanglah dengan rasa penasaran dan sedikit rasa lapar—biarkan hidangan tradisional memberi pengalaman yang tak terlupakan dan membuatmu ingin kembali lagi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.