Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan bahwa kualitas air minum yang tidak memenuhi standar dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis air, termasuk gangguan saluran cerna dan infeksi lainnya (WHO 2017).
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IPB menghadirkan program PaWang Air (Pemantauan Air Wangunjaya) sebagai bentuk kontribusi berbasis sains untuk membantu masyarakat memahami kondisi air yang mereka gunakan sehari-hari secara lebih terukur.
Konsep Program PaWang Air
PaWang Air merupakan program monitoring kualitas air rumah tangga yang dilakukan melalui pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat portabel. Program ini bertujuan memperoleh gambaran awal kualitas air pada beberapa titik sampling desa dan membandingkannya dengan standar internasional yang direkomendasikan oleh WHO.
Parameter yang diuji meliputi pH, tingkat kekeruhan (turbiditas), dan kadar besi (Fe). pH merupakan indikator keseimbangan asam-basa air dan berpengaruh terhadap stabilitas kimia serta kenyamanan konsumsi. WHO merekomendasikan rentang pH 6,5–8,5 untuk air minum yang dapat diterima (WHO 2017).
Turbiditas menunjukkan jumlah partikel tersuspensi dalam air; nilai turbidity yang rendah penting untuk menjamin efektivitas desinfeksi dan kualitas visual air. WHO menetapkan bahwa turbidity air minum sebaiknya berada di bawah 5 NTU (WHO 2017). Sementara itu, kandungan besi (Fe) umumnya memiliki batas 0,3 mg/L yang berkaitan dengan aspek estetika seperti rasa, warna, dan potensi noda pada peralatan rumah tangga (WHO 2017).
Melalui pengukuran parameter tersebut, PaWang Air tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pengujian, tetapi juga sebagai sarana edukasi berbasis data yang membantu masyarakat memahami kualitas air secara ilmiah.
Hasil Pengujian dan Analisis

Pengujian dilakukan pada tiga titik sampling, yaitu Cisalada, Cicarewet, dan posko KKN. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai pH berkisar antara 6,49 hingga 7,29. Rentang ini berada dalam kisaran yang direkomendasikan WHO (6,5–8,5), sehingga menunjukkan bahwa air tidak bersifat terlalu asam maupun basa (WHO 2017).
Tingkat kekeruhan yang terukur berada pada rentang 0,32–0,49 NTU. Nilai ini jauh di bawah batas 5 NTU yang direkomendasikan WHO dan bahkan berada di bawah 1 NTU, yang menunjukkan air tergolong jernih dengan kandungan partikel tersuspensi minimal. Turbiditas yang rendah juga berkontribusi pada efektivitas proses desinfeksi apabila dilakukan pengolahan lanjutan (WHO 2017).
Kadar besi (Fe) yang terdeteksi berkisar antara 0,185–0,283 mg/L, masih berada di bawah ambang batas 0,3 mg/L yang umum digunakan sebagai acuan kualitas air minum. Batas ini terutama berkaitan dengan aspek estetika, seperti perubahan warna, rasa logam, dan pembentukan noda (WHO 2017). Dengan demikian, dari sisi parameter fisik dan kimia yang diuji, air pada ketiga lokasi masih berada dalam kategori yang dapat diterima.
Meskipun demikian, WHO menegaskan bahwa evaluasi kualitas air secara komprehensif sebaiknya juga mencakup parameter mikrobiologis karena air yang memenuhi standar fisikokimia belum tentu bebas dari kontaminasi patogen (Bain et al. 2021). Oleh karena itu, praktik merebus air sebelum dikonsumsi tetap menjadi langkah perlindungan kesehatan yang relevan dalam konteks rumah tangga.
Secara keseluruhan, hasil pengujian PaWang Air menunjukkan bahwa kualitas air pada titik sampling relatif baik berdasarkan parameter yang diuji. Data ini memberikan gambaran awal berbasis sains yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah desa dalam memahami kondisi sumber air yang digunakan sehari-hari.

Hasil pengujian kemudian disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi pada Lokakarya 2. Dalam kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada makna parameter kualitas air melalui pendekatan yang komunikatif. Derajat keasaman (pH), dijelaskan sebagai indikator yang menunjukkan apakah air bersifat netral, asam, atau basa.
Tingkat kekeruhan (NTU) diinterpretasikan sebagai ukuran kejernihan air, serta kandungan logam dipahami sebagai unsur alami yang kadarnya perlu dijaga agar tetap aman agar tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan.
Pendekatan komunikatif ini membantu warga memahami bahwa kualitas air tidak hanya dinilai dari tampilan visual, tetapi juga melalui indikator ilmiah yang berkaitan dengan kesehatan.
Metode Pengambilan Sampel dan Pengujian
Pengambilan sampel air dilakukan mengikuti prosedur sampling yang umum digunakan dalam pengujian kualitas air, di mana sampel diambil menggunakan botol sampling yang bersih dan tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi.
Botol sampel kemudian disimpan di dalam coolbox guna menjaga karakteristik air tetap stabil sebelum dilakukan pengujian di laboratorium. Sampel yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan perangkat ukur yang relevan, yaitu pH meter untuk mengukur derajat keasaman, turbidimeter untuk menentukan tingkat kekeruhan dalam satuan NTU, serta Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) untuk mengidentifikasi kandungan logam.
Dengan penggunaan alat tersebut, data kualitas air dapat diperoleh secara terukur dan objektif. Ketelitian dalam proses sampling dan pengujian menjadi kunci untuk memperoleh gambaran kualitas air yang mendekati kondisi sebenarnya. Data yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan informasi yang dapat dipercaya sekaligus relevan bagi masyarakat.
Dampak dan Manfaat Program
Melalui program Pawang Air, masyarakat tidak hanya memperoleh hasil pengujian, tetapi juga pemahaman baru mengenai pentingnya kualitas air. Informasi yang dihasilkan dapat menjadi referensi awal bagi masyarakat maupun pemerintah desa untuk merencanakan langkah tindak lanjut, seperti pemantauan berkala, perbaikan sarana air, atau penerapan teknologi pengolahan sederhana.
Upaya berbasis sains ini diharapkan berkontribusi pada penguatan perilaku hidup sehat, mengingat kualitas air merupakan fondasi utama kesehatan masyarakat. Dengan memahami air yang digunakan sehari-hari, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pengelola sumber daya yang lebih bijak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


