lewat tani digdaya mahasiswa kkn t ipb university ajak warga desa bondol bertani mandiri dan berkelanjutan - News | Good News From Indonesia 2026

Lewat “Tani Digdaya”, Mahasiswa KKN-T IPB University Ajak Warga Desa Bondol Bertani Mandiri dan Berkelanjutan

Lewat “Tani Digdaya”, Mahasiswa KKN-T IPB University Ajak Warga Desa Bondol Bertani Mandiri dan Berkelanjutan
images info

Lewat “Tani Digdaya”, Mahasiswa KKN-T IPB University Ajak Warga Desa Bondol Bertani Mandiri dan Berkelanjutan


Upaya mendorong kemandirian pangan desa terus dilakukan dari berbagai lini. Di Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, sekelompok mahasiswa KKN-T IPB University angkatan 2025–2026 menghadirkan program bertajuk “Tani Digdaya”, sebuah inisiatif dan solusi alternatif yang mengajak masyarakat untuk mengembangkan keterampilan bertani secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Januari 2026 ini dirancang sebagai salah satu alternatif untuk pemanfaatan lahan kosong dan juga sebagai rangkaian pembelajaran praktis, dimulai dari pembuatan pupuk organik hingga penerapannya pada sistem budidaya tanaman menggunakan raised bed.

Program ini menyasar warga desa dari berbagai kalangan, mulai dari anggota kelompok tani, ibu rumah tangga, hingga pemuda setempat.

Tahap awal kegiatan difokuskan pada edukasi pembuatan pupuk organik mandiri. Dalam suasana yang akrab dan interaktif, mahasiswa KKN-T IPB University mengajak warga mengenal kembali potensi bahan-bahan sederhana di sekitar mereka, seperti dedaunan, kompos, dan kotoran ternak, yang selama ini kerap terabaikan.

baca juga

Bahan-bahan tersebut diperkenalkan sebagai sumber nutrisi tanaman yang ramah lingkungan dan mudah diolah.

Tidak berhenti pada pemaparan materi, warga diajak langsung mempraktikkan proses pembuatan pupuk secara bertahap. Pendampingan dilakukan secara langsung agar setiap peserta benar-benar memahami prosesnya. Antusiasme warga pun terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.

“Ini pengalaman baru bagi kami. Selama ini pupuk selalu beli di toko. Ternyata bahan di sekitar rumah bisa dimanfaatkan dan caranya juga tidak sulit,” ujar salah seorang warga yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

Setelah sesi pembuatan pupuk, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan sistem budidaya tanaman raised bed. Metode ini diperkenalkan sebagai solusi bertani yang lebih efisien, terutama untuk lahan pekarangan yang terbatas. Melalui sistem ini, drainase tanah menjadi lebih baik, perawatan tanaman lebih mudah, dan risiko serangan penyakit dapat ditekan.

Pada sesi praktik, mahasiswa dan warga bersama-sama menyiapkan lahan percontohan, memasang kerangka bedengan, serta menanam bibit sayuran dengan menggunakan pupuk organik hasil buatan sendiri.

Suasana kolaboratif terasa kuat, di mana anak muda hingga ibu-ibu desa tampak aktif berdiskusi, saling bertanya, dan berbagi pengalaman seputar pertanian yang selama ini mereka lakukan.

kkn ipb

Sejumlah anggota kelompok tani setempat menilai metode ini memberikan harapan baru bagi ketahanan pangan keluarga, khususnya di tengah keterbatasan lahan.

Banyak warga juga menyatakan ketertarikannya untuk menerapkan sistem raised bed di pekarangan rumah masing-masing sebagai sumber pangan harian.

Lebih dari sekadar kegiatan teknis, program “Tani Digdaya” juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.

Mahasiswa KKN-T IPB University menyisipkan nilai-nilai konservasi lingkungan, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta kemandirian ekonomi desa melalui praktik pertanian yang sederhana tetapi berdampak.

baca juga

Apresiasi pun datang dari perangkat Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro. Mereka menilai kehadiran mahasiswa KKN-T IPB University membawa energi baru dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa saat ini.

“Kami berharap ilmu yang dibagikan tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus dikembangkan dan menjadi bagian dari keseharian warga,” ujar Kepala Desa Bondol dalam sambutannya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T IPB University tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.

Harapannya, praktik pertanian mandiri seperti “Tani Digdaya” dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KB
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.