beasiswa patriot undip 2026 dibuka sampai maret kuliah 18 bulan mengabdi 12 bulan di kawasan transmigrasi - News | Good News From Indonesia 2026

Beasiswa Patriot Undip 2026 Dibuka Sampai Maret: Kuliah 18 Bulan, Mengabdi 12 Bulan di Kawasan Transmigrasi

Beasiswa Patriot Undip 2026 Dibuka Sampai Maret: Kuliah 18 Bulan, Mengabdi 12 Bulan di Kawasan Transmigrasi
images info

Beasiswa Patriot Undip 2026 Dibuka Sampai Maret: Kuliah 18 Bulan, Mengabdi 12 Bulan di Kawasan Transmigrasi


Lulus kuliah saja tidak cukup. Peserta harus siap mengabdi di kawasan transmigrasi.

Universitas Diponegoro (Undip) resmi membuka Program Beasiswa Patriot 2026. Program ini merupakan kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia.

Mengutip akun Instagram @undip.official, “Beasiswa Patriot adalah program pengembangan sumber daya manusia yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi untuk mencetak generasi muda unggul yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa dan kawasan transmigrasi.”

Artinya, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas. Mereka dipersiapkan untuk turun langsung membangun wilayah transmigrasi.

baca juga

Kawasan transmigrasi adalah wilayah pengembangan permukiman baru yang dibangun pemerintah untuk pemerataan penduduk dan ekonomi. Biasanya berada di luar Jawa. Tantangannya jelas tidak mudah, mengingat infrastruktur terbatas, akses energi belum merata dan pengelolaan sumber daya alam belum optimal.

Ini saatnya para lulusan Beasiswa Patriot ambil peran. Sebab, program Beasiswa Patriot menekankan inovasi, kepemimpinan, dan pengabdian. Jadi sejak awal, seleksi memang diarahkan untuk mencari kandidat yang siap kembali dan berkontribusi.

Pendaftaran Beasiswa Patriot 2026 dibuka 10 Februari–10 Maret 2026 melalui sistem daring. Informasi ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @undip.official dan laman program studi terkait di Undip.

baca juga

Skema 2,5 Tahun: 18 Bulan Kuliah, 12 Bulan Mengabdi

Durasi program Beasiswa Patriot adalah 2,5 tahun mulai semester gasal 2026/2027. Rinciannya: 18 bulan perkuliahan di kampus utama dan kampus lokasi transmigrasi dan 12 bulan pengabdian di kawasan transmigrasi

Dalam pengabdian ini, peserta benar-benar ditempatkan untuk bekerja dan mengimplementasikan ilmu. Bisa dalam bentuk perencanaan wilayah, pengelolaan energi, pengembangan industri, atau tata kelola sumber daya perairan.

baca juga

Enam Prodi, Tiga Wilayah Strategis

Mengutip laman Magister Manajemen Sumber Daya Perairan Undip, ada enam program studi yang dibuka untuk penerima Beasiswa Patriot:

  1. Magister Perencanaan Wilayah dan Kota – Balerang, Kepulauan Riau
  2. Magister Teknik dan Manajemen Industri – Balerang, Kepulauan Riau
  3. Magister Teknik Lingkungan – Kalukku, Sulawesi Barat
  4. Magister Peternakan – Kalukku, Sulawesi Barat
  5. Magister Energi – Salor, Papua Selatan
  6. Magister Manajemen Sumber Daya Perairan – Salor, Papua Selatan

Khusus Manajemen Sumber Daya Perairan, dialokasikan untuk wilayah Timur di Salor dengan kuota 20 mahasiswa.

Pilihan prodi ini berkaitan langsung dengan kebutuhan kawasan transmigrasi dari segi tata ruang, energi, industri lokal, peternakan, dan pengelolaan perairan.

baca juga

Siapa yang Bisa Daftar?

Syarat utama agar bisa daftar Beasiswa Patriot 2026 adalah:

  1. WNI
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Usia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2026
  4. Lulusan D4/S1 dari perguruan tinggi terakreditasi unggul
  5. IPK minimal 3,00/4,00
  6. Tidak sedang menempuh studi S2
  7. Memiliki komitmen berkontribusi di kawasan transmigrasi
  8. Bersedia menjalani pendidikan dan pengabdian selama 30 bulan

Ada juga jalur afirmasi. Pendaftar afirmasi wajib melampirkan surat rekomendasi dari dinas yang membidangi ketransmigrasian sesuai KTP.

baca juga

Dokumen yang Harus Disiapkan

Dokumen yang harus Kawan lengkapi di antaranya:

  1. Ijazah dan transkrip akademik terbaru (asli & fotokopi)
  2. Surat rekomendasi (umum)
  3. Surat rekomendasi pimpinan (untuk PNS/TNI/Polri). Wajib dari atasan setingkat eselon II.
  4. Surat rekomendasi dinas ketransmigrasian (untuk pendaftar afirmasi). Dari dinas kabupaten/kota sesuai KTP.
  5. Surat rekomendasi akademisi (untuk pendaftar belum bekerja, selain afirmasi). Biasanya dari dosen atau pimpinan prodi.
  6. Esai alasan mengikuti Beasiswa Patriot & rencana pengabdian
  7. Daftar riwayat hidup (CV)
  8. Foto 4×6 cm latar belakang merah
  9. Surat keterangan sehat jasmani & rohani dari rumah sakit pemerintah
  10. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku
  11. Dokumen identitas diri (KTP & Kartu Keluarga)
  12. Surat izin orang tua/wali atau suami/istri (bagi yang menikah)
  13. Surat Pernyataan Bersedia mentaati ketentuan & mengabdi 1 tahun
  14. Sertifikat prestasi atau pengalaman organisasi (nilai tambah)
  15. Sertifikat sebagai peserta Ekspedisi Patriot (nilai tambah)
baca juga

Tahapan Seleksi

  1. Pendaftaran: 10 Februari–10 Maret 2026
  2. Seleksi Administrasi: 12 Februari–15 Maret 2026
  3. Seleksi Kompetensi: 20 Maret–3 April 2026
  4. Wawancara: 6–17 April 2026
  5. Tes Kesehatan: 20 April–1 Mei 2026

Seleksi kompetensi biasanya menguji kemampuan akademik dan kesiapan bidang studi. Wawancara akan menggali komitmen dan kesiapan pengabdian.

baca juga

Fasilitas yang Ditanggung

Beasiswa Patriot akan menanggung beberapa kebutuhan mahasiswa, mencakup:

  1. Biaya pendidikan
  2. Biaya penunjang kehidupan
  3. Biaya hidup
  4. Biaya mobilisasi mahasiswa
  5. Biaya pembekalan
  6. Biaya hidup selama pengabdian
  7. Biaya mobilisasi alumni

Menarik, kan? Sebab program ini memang dirancang agar peserta fokus belajar dan mengabdi tanpa menjadikan finansial sebagai beban utama.

Meski demikian, ada satu hal yang perlu ditekankan bahwa kawasan transmigrasi bukan wilayah perkotaan dengan fasilitas lengkap. Beberapa berada di Papua Selatan atau Sulawesi Barat.

Artinya, peserta harus siap tinggal dan bekerja di wilayah dengan tantangan geografis dan infrastruktur.

Namun di situlah nilainya. Pemerataan pembangunan sering terhambat kekurangan SDM. Program ini mencoba menjawab itu melalui skema pendidikan terarah.

“Target akhirnya jelas, lahir pusat-pusat ekonomi baru dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Patriot kita hadir sebagai penggerak, bukan penonton,” kata Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 di Jakarta, Selasa (20/01/2026).

.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.