menikmati pengalaman kuliner negeri kanguru di jakarta bersama callum han koki jebolan masterchef australia - News | Good News From Indonesia 2026

Menikmati Pengalaman Kuliner Negeri Kanguru di Jakarta bersama Callum Han, Koki Jebolan MasterChef Australia

Menikmati Pengalaman Kuliner Negeri Kanguru di Jakarta bersama Callum Han, Koki Jebolan MasterChef Australia
images info

Menikmati Pengalaman Kuliner Negeri Kanguru di Jakarta bersama Callum Han, Koki Jebolan MasterChef Australia


"Saya sungguh jatuh cinta dengan makanan Indonesia selama berada di sini,"

Itulah yang dikatakan Callum Han, koki jebolan MasterChef Australia dalam acara Taste of Australia di Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Ia hadir secara khusus di Jakarta sebagai tamu istimewa dalam agenda yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia di Jakarta tersebut.

Di Jakarta, Han melakukan "petualangan kuliner" yang baru belum pernah dilakukannya sebelumnya. Maklum saja, ini adalah kunjungan pertamanya ke Indonesia.

Selama di Jakarta, Han pun terlibat dalam berbagai kegiatan sebagai bagian dari program Taste of Australia, mulai dari mengunjungi siswa sekolah di SD Al Izhar yang merupakan sekolah mitra BRIDGE Australia-Indonesia, bertemu pengusaha Indonesia alumni Australia di sektor makanan dan minuman, hingga yang paling seru: menyambangi pasar tradisional.

Tak ayal, kehadiran koki sekaliber Han di Jakarta jadi cerita tersendiri. Apalagi, ada momen-momen seru saat ia merasakan langsung budaya kuliner Indonesia, yakni mencicipi petai.

Bagi Kawan yang belum tahu, nama Callum Han sudah termasyhur di Australia sebagai koki beken. Namanya mulai melambung pada 2010 saat ia mengikuti MasterChef Australia series 2 dan menjadi runner-up.

Setelahnya, ia tampil lagi dalam acara penggalangan dana MasterChef All-Stars pada 2012 di mana Han berhasil mengumpulkan 20.000 dolar Australia untuk Cancer Council Australia. Tak sampai di situ, Han juga kembali ambil bagian dalam MasterChef Australia series 12 pada 2020 dan series 17 pada 2025.

Melihat seorang koki dari MasterChef Australia mencicipi petai bisa jadi tampak sebagai hal yang lucu. Akan tetapi, itu sebetulnya tak mengherankan mengingat Taste of Australia pada dasarnya memang hadir sebagai wadah di mana masyarakat kedua negara bisa bertukar kebudayaan melalui kuliner.

“Australia dan Indonesia memiliki kecintaan mendalam terhadap makanan, dan tradisi kuliner yang saling menginspirasi. Taste of Australia menunjukkan bahwa ketika produk Australia bertemu dengan cita rasa Indonesia, kita menciptakan sesuatu yang mencerminkan yang terbaik dari kedua budaya,” ujar Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath.

Nah, sementara Han mendapat pengalaman merasakan sedapnya petai, masyarakat Indonesia juga berkesempatan mencicipi nikmatnya makanan dari produk hasil bumi Australia. Istimewanya lagi, Han bersama Gita juga memperagakan demo memasak produk tersebut menjadi barbeku nan lezat, langsung di hadapan pengunjung Taste of Australia.

baca juga

Ketika Hasil Bumi Australia Dipamerkan di Jakarta

Taste of Australia tentu bukan sekadar acara masak-masak dan makan bersama. Di baliknya, ada misi untuk menguatkan hubungan antara Indonesia dan Australia melalui makanan.

"Ini mempromosikan kerja sama kemitraan dan persahabatan antara kedua negara," kata Gita.

Taste of Australia juga jadi panggung bagi tampilnya produk-produk hasil bumi Australia. Dengan penuh percaya diri, negara tetangga Indonesia itu bahkan tak ragu menyebut bahwa produk Australia punya kualitas yang tinggi.

"Kami ingin memperkenalkan ragam kuliner khas Australia yang terinspirasi dari masyarakat Australia yang multikultural dan makanan Australia sangat dikenal dari hasil pertanian yang kualitasnya tinggi seperti sayuran, buah-buahan, daging, hidangan laut, dan susu." tutur Gita.

Faktanya, produk Australia memang selama ini tak sulit ditemukan di Indonesia. Untuk daging sapi seperti yang dijadikan bahan demo masak Han di Jakarta saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sepanjang 2024 ada impor dari Australia yang masuk ke Indonesia sebanyak 113,62 ribu ton. Nilainya pun tak main-main, yakni US$395,25 juta.

Selain pede dengan kualitasnya, Australia juga berani jamin jika produk-produknya halal. Dengan demikian, masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya.

"Australia sangat perhatian terhadap hal itu (kehalalan produk). Label halal memang dibutuhkan bagi produk Australia yang diekspor, sertifikatnya dijamin. Semua yang Anda makan hari ini, yang berasal dari Australia, itu halal." pungkas Gita.

baca juga

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.