keren taufiq supriadi ketua rt malaka jaya yang rancang kolam lele di selokan ternyata asn - News | Good News From Indonesia 2026

Keren! Taufiq Supriadi, Ketua RT Malaka Jaya yang Rancang Kolam Lele di Selokan Ternyata ASN

Keren! Taufiq Supriadi, Ketua RT Malaka Jaya yang Rancang Kolam Lele di Selokan Ternyata ASN
images info

Keren! Taufiq Supriadi, Ketua RT Malaka Jaya yang Rancang Kolam Lele di Selokan Ternyata ASN


Program Planetary Crisis Prevention digagas sejak Taufiq Supriadi terpilih menjadi Ketua RT Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Planetary Crisis Prevention adalah sebuah pendekatan pencegahan krisis lingkungan berbasis komunitas.

Sejak terpilih sebagai Ketua RT pada 14 Oktober 2023, Taufiq menyusun puluhan program yang seluruhnya berangkat dari persoalan sehari-hari warga, mulai dari akses air bersih, ketahanan pangan, hingga keamanan lingkungan.

Program-program yang dirancang misalnya: kolam gizi warga yang dibangun untuk mendukung kebutuhan balita dan lansia, pembuatan sumur artesis sedalam 31 meter agar pasokan air tidak bergantung sepenuhnya pada jaringan kota, serta pengelolaan sampah.

baca juga

Di saat yang sama, RT juga mulai menggunakan teknologi. Situs web RT dibangun dan enam belas CCTV dipasang di berbagai titik gang.

Tak hanya itu, Taufiq juga merancang sistem penyiraman otomatis. Tanaman hias dipasang di atas akuarium ikan sehingga air sisa penyiraman mengalir kembali ke kolam. Sistem ini dinilai dapat lebih menghemat air.

Gang 8, Jalan Nusa Indah IV, RT8/RW4 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 22 April 2024. Tersedia 32 item pencegah krisis planet di lokasi ini, mulai dari kolam gizi warga, tanaman produktif hingga akuaponik. TEMPO/Alif Ilham Fajriadi
info gambar

Gang 8, Jalan Nusa Indah IV, RT8/RW4 Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur © Alif Ilham Fajriadi/Tempo


 

Program ini dikerjakan dengan prinsip dari warga, oleh warga, untuk warga. Menariknya, gagasan-gagasan itu direalisasikan dalam kurun waktu 70 hari.

“Dalam 70 hari sudah tercapai semua,” ujar Taufiq.

baca juga

Program itulah yang kemudian membawa Ketua RT 08/RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Taufiq Supriadi, terbang ke Guangzhou, Cina, pada awal Agustus 2025.

Ia datang atas undangan Swirlova, perusahaan pembuat alat pengolahan air dan teknologi lingkungan. Sebelumnya, perwakilan perusahaan itu mendatangi langsung permukiman RT 08/RW 04 pada 30 Juli 2025.

Mereka melihat langsung bagaimana program lingkungan dijalankan di wilayah padat penduduk.

Taufiq sendiri mengaku tidak sepenuhnya tahu alasan Swirlova melirik wilayahnya. Namun ia menduga, perhatian itu datang dari ulasan lokasi Planetary Crisis Prevention di Google Maps, pemberitaan media, serta kunjungan berbagai lembaga yang datang untuk belajar.

baca juga

Taufiq berangkat ke Guangzhou pada 6–10 Agustus 2025. Ia mengajukan cuti dari pekerjaannya sebagai Aparatur Sipil Negara di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ia berangkat bersama Presiden Direktur PT Quantum Synergy Artificial Intelligence (QSAI), Tony Jaya Laksana.

Di Cina, Taufiq melihat langsung mesin pengolahan air tawar menjadi air minum. Mesin itu dilengkapi alat pendeteksi kandungan zat dalam air.

Selain itu, Taufiq juga diajak melihat sistem pengelolaan sampah, pabrik cat untuk menurunkan suhu ruangan, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

AI dalam konteks ini digunakan untuk pemantauan dan pengambilan keputusan berbasis data, misalnya, mendeteksi kualitas air atau efisiensi sistem secara real-time.

baca juga

Taufiq Supriadi: ASN yang Menerapkan Pengetahuan ke Tingkat RT

Tak heran jika Taufiq Supriadi mampu menyulap daerahnya menjadi kawasan modern dengan penerapan yang efektif dan efisien. Taufiq adalah seorang akademikus sekaligus tenaga kerja profesional.

Taufiq adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI). Latar belakang itu membentuk cara berpikirnya. Ia terbiasa bekerja dengan data, perencanaan, dan pertanggungjawaban. Ketika kemudian dipercaya warga menjadi Ketua RT 08/RW 04 Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, pendekatan yang ia bawa tidak berubah.

baca juga

Di luar perannya sebagai ASN dan Ketua RT, Taufiq juga memiliki latar pendidikan tinggi hingga jenjang doktoral. Ia dikenal sebagai pembelajar aktif dan memiliki rekam jejak akademik.

"Saya lulusan dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), lalu melanjutkan studi magister di Institut Teknologi Bandung (ITB) bidang Geodesi. Sedikit banyaknya tentang iklim juga saya ikuti," tuturnya.

Ia juga tercatat menjadi seorang pengajar.

"Bahasa gaulnya, palugada (apa mau lu, gue ada). Saya mengajar di Universitas Pembangunan Nasional Jakarta dan juga di Universitas Padjajaran. Lalu menjadi Ketua RT juga, Wakil Ketua Ikatan Alumni STAN iya juga," tuturnya.

Nama lengkap beserta gelarnya adalah Dr. Taufiq Supriadi, S.E., M.T., CSFA., CertDA., GRCE., CIISA., CPCC., CIPS. CPCC adalah Certified Professional in Climate Change-CPPCCIBS dan CIPS itu Certified International Planetary Health Specialist.

"Dua gelar terakhir saya berhubungan dengan krisis planet dan lingkungan. Diberikan oleh International Board Standar Colorado Spring-America Academy," terangnya, dikutip dari Tempo.

baca juga

Kombinasi pengalaman birokrasi dan pendidikan inilah yang membuat langkah-langkahnya di tingkat komunitas terlihat terstruktur dan terukur.

Atas ide-ide tersebut, Taufiq meraih berbagai penghargaan, salah satunya dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Namanya tercatat sebagai Ketua RT pertama yang menginisiasi media pembelajaran pencegah krisis planet.

"RT kami sudah mencatat rekor di MURI," katanya.

Isinya adalah RT pertama yang memiliki kolam ikan hias dan gizi warga. Pengakuan itu memperkuat posisinya sebagai figur yang bekerja lintas peran, yakni warga, aparatur negara, dan pemimpin komunitas.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.