Stasiun Cibatu adalah stasiun legendaris kelas I yang terletak di Cibatu, Garut, Jawa Barat. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Kabupaten Garut dengan luas kurang lebih satu hektare.
Ukurannya yang besar menjadikan stasiun ini sebagai stasiun utama keberangkatan warga Garut ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Sebagaimana stasiun-stasiun lain di daerah Jawa barat yang banyak berada di daerah perbukitan, Stasiun Cibatu pun berada di area dataran tinggi, yakni pada ketinggian +612 meter di atas permukaan laut.
Sejarah Stasiun Cibatu yang Legendaris
Didirikan pada 1889 oleh Staatssporwegen (SS), Stasiun Cibatu mulai digunakan setelah diresmikannya jalur Cicalengka-Cilacap. Pembangunan kereta di jalur Garut dilakukan setelah rampungnya pembangunan di jalur Bogor-Bandung-Cicalengka pada 1884. SS pun mulai mengembangkan jalur kereta api Cicalengka-Garut pada 1887 sepanjang 51 kilometer.
Melansir dari situs Kementerian Perhubungan RI, wilayah Priangan di masa Hindia Belanda yang meliputi Bandung, Cianjur, Sukanumi, Tasikmalaya, dan Garut, pernah dijuluki sebagai Europa in de Tropen alias Eropa di daerah tropis. Julukan ini sangat beken dan membuat banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke Jawa Barat.
Mereka banyak mengunjungi obyek-obyek wisata di Priangan, termasuk Garut. Objek-objek favorit pelancong saat itu meliputi Gunung Cikuray, Gunung Sadakeling, sampai Gunung Papandayan.
Transportasi andalan saat itu adalah kereta api yang menghubungkan wilayah Garut dengan daerah-daerah lain di Jawa Barat dan sekitarnya. Salah satu stasiun yang sering dijadikan pemberhentian kereta para wisatawan itu adalah Stasiun Cibatu.
Dulunya, kawasan Stasiun Cibatu juga memiliki depo lokomotif uap yang diklaim jadi yang terbesar di jalur selatan Jawa. Tempat ini dipakai untuk perbaikan dan pemeliharaan lokomotif. Namun, depo itu ditutup pada tahun 1980-an menyusul berakhirnya masa kejayaan lokomotif uap.
Kawan GNFI, jalur Cibatu-Garut sempat tidak dioperasikan sejak tahun 1983 hingga awal 2022. Setelah ‘mati suri’ dalam kurun waktu yang sangat lama, akhirnya pemerintah kemudian mereaktivasikannya kembali pada 2022.
Saat ini, Stasiun Cibatu melayani banyak rute kereta api, termasuk rute lokal dan antarkota. Stasiun Cibatu masuk ke dalam Daerah Operasional (Daop) II Bandung.
Stasiun Cibatu dan Chalie Chaplin
Pada tahun 1927, komedian kondang nan terkenal di dunia, Charlie Chaplin, pernah singgah di Stasiun Cibatu saat berwisata ke Garut yang dikenal sebagai Swiss van Java. Pria dengan ciri khas kumis kotak tipis dan aksi pantomim lucunya itu datang bersama aktris Mary Pickford.
Bahkan, melalui unggahan PT KAI (Persero), disebutkan jika Chaplin berkunjung ke Garut sebanyak dua kali. Kunjungan Chaplin yang kedua kalinya ke Garut dilakukan pada tahun 1935. Sama seperti tahun sebelumnya, ia juga turun dari Stasiun Cibatu sebelum menikmati keindahan Garut yang fenomenal.
Konon, kunjungan Chaplin ke Garut sampai bisa membuatnya mendapatkan inspirasi untuk film komedinya. Ia juga dikabarkan bertandang ke Bali untuk melanjutkan agenda liburannya.
Namun, ternyata bukan cuma Charlie Chaplin yang pernah menginjakkan kakinya di Stasiun Cibatu. Georges Clemenceau, Perdana Menteri Prancis periode 1906-1909, juga tercatat pernah mengujungi stasiun legendaris itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


