Batik Jawa Timur merupakan salah satu warisan batik berkualitas yang dimiliki Indonesia. Provinsi yang dijuluki The United Colors of Java ini memiliki beragam motif batik dengan karakteristik yang khas.
Dihimpun dari berbagai jurnal, keberadaan batik Jawa Timur diperkirakan telah ada sejak abad ke-13. Hal tersebut didukung oleh temuan pahatan pada sebuah arca dan relief candi yang menampilkan motif menyerupai batik, sehingga menjadi salah satu bukti awal perkembangan seni batik di wilayah Jawa Timur.
Setiap motif batik Jawa Timur memiliki ciri yang berbeda dari batik daerah lainnya. Lantas, apa saja keunikan motif batik Jawa Timur? Berikut beberapa contohnya.
Baca juga: 5 Motif Batik Yogyakarta Terpopuler dan Makna Filosofis di Dalamnya
Ciri Khas Batik Jawa Timur
Batik merupakan salah satu karya seni yang memiliki keindahan tiada tara. Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis batik dengan karakteristik dan ciri khasnya masing-masing. Batik Jawa Timur pun dikenal memiliki beberapa keunikan atau ciri khas tersendiri. Ini dia 3 ciri khas batik Jawa Timur.
1. Motif Cenderung Bebas
Berbeda dengan batik Yogyakarta atau pun Surakarta yang memiliki aturan atau pakem tertentu pada motif batiknya. Motif batik Jawa Timur cenderung lebih bebas dengan motif yang lebih variatif.
Dari segi warna, batik Jawa Timur juga lebih colourful dan banyak menggunakan warna-warna yang terang seperti merah dan biru muda.
2. Dipengaruhi Budaya Asing
Ragam motif batik Jawa Timur juga dipengaruhi oleh asimilasi budaya asing yang disebabkan masuknya etnis Tionghoa di Jawa Timur lewat jalur perdagangan maritim di sekitar wilayah Tuban, Gresik, dan Surabaya.
Tak heran jika terdapat motif batik Jawa Timur yang memiliki nuansa Tionghoa yang kental dengan warna merahnya yang khas.
3. Lebih Mengusung Konsep Naturalis
Jika motif batik Yogyakarta kental akan nilai kekeratonan yang sakral. Maka, motif batik Jawa Timur terkenal dengan konsep alam lewat motif yang didominasi oleh tanaman, bunga, atau hewan.
Baca juga: 5 Motif Batik Bali yang Menarik dan Filosofisnya
5 Motif Batik Jawa Timur dan Filosofi di Dalamnya
Di luar dari motifnya yang tampak lebih segar dan beragam, motif batik Jawa Timur ternyata tetap memiliki makna mendalam sama halnya dengan batik dari daerah lainnya. Berikut 10 motif batik khas Jawa Timur beserta makna dan ciri khasnya.
1. Motif Lok Chan (Tuban)
Pengaruh budaya Tionghoa memang begitu sarat di Jawa Timur, terutama di Kabupaten Tuban. Hal ini ditunjukkan dengan adanya motif Lok Chan yang sangat terkenal di Tuban.
Motif Lok Chan terkenal dengan burung Phoenix atau burung Hong yang menjadi burung kepercayaan etnis Tionghoa.
Motif Lok Chan melambangkan keperkasaan dari seorang laki-laki. Pada masanya Batik Lok Chan juga dianggap sakral dan kerap digunakan untuk menyelimuti orang yang disengat kalajengking agar lekas sembuh.
2. Motif Gajah Oling (Banyuwangi)
Kabupaten Banyuwangi yang dijuluki sebagai The Sunrise of Java ini juga memiliki ragam motif batik yang sangat indah dan khas. Salah satu yang paling terkenal, apalagi kalau bukan motif Gajah Oling.
Bagi Anda yang belum mengetahui, kata "Gajah" di sini bukan berarti terdapat gambar hewan gajah pada motifnya. Gajah Oling sendiri diambil dari kata Gajah yang artinya besar dan Oling yang berasal dari kata "eling" yang memiliki arti mengingat.
Motif Gajah Oling memiliki filosofi bahwa manusia harus selalu mengingat kebesaran Tuhan YME dalam kehidupannya.
3. Motif Pring Sedapur (Magetan)
Magetan memiliki ragam motif batik yang penuh warna dan sarat makna. Salah satu motif yang terkenal dari Magetan adalah Pring Sedapur.
Motif batik Jawa Timur yang satu ini terlihat sangat manis dengan motif pohon bambu yang memanjang. Menilik filosofinya, motif ini melambangkan kesatuan dan kerukunan dalam bermasyarakat.
4. Motif Reog (Ponorogo)
Ponorogo Jawa Timur terkenal dengan kesenian reognya. Saking terkenalnya, kesenian reog ponorogo juga dituangkan ke dalam kain batik dan menghasilkan salah satu motif yang populer di Ponorogo.
Seperti kesenian tarinya, motif reog erat kaitannya dengan sejarah peperangan antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Bantarangin.
5. Motif Merak (Sidoarjo)

Motif merak merupakan salah satu ciri khas batik Sidoarjo yang melambangkan keanggunan. Foto: Giant Gesita/Flickr
Sidoarjo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki ragam motif batik yang sangat khas. Motif batik Sidoarjo didominasi dengan motif flora dan fauna yang sangat cantik dan indah.
Salah satu yang paling terkenal adalah motif merak yang melambangkan ketangguhan di satu sisi dan keanggunan di sisi yang lain yang diharapkan ada pada diri pemakai batik ini.
6. Motif Pace Gelaran (Pacitan)
https://www.instagram.com/p/DacaXw7GtQs/
(Preview akan muncul di halaman artikel)Batik Pace Gelaran berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Batik ini juga dikenal dengan sebutan Batik Lorok yang menampilkan perpaduan motif flora dan fauna.
Motif utama Batik Pace berupa buah pace yang disusun berselang-seling dengan daun, bunga, dan ayam sehingga menghasilkan corak yang khas dan mudah dikenali.
7. Motif Sekarjagad (Madura)

Batik Sekarjagad | Foto: (Wikipedia Commons | Asatama)
Batik Sekarjagad Madura merupakan salah satu motif batik khas Pulau Madura yang dikenal karena perpaduan beragam corak dalam satu lembar kain.
Nama Sekarjagad berasal dari kata sekar yang berarti bunga dan jagad yang berarti dunia, sehingga dimaknai sebagai keindahan aneka ragam yang ada di dunia. Motif ini mencerminkan kekayaan budaya sekaligus kreativitas para perajin batik Madura.
Ciri khas Batik Sekarjagad Madura terletak pada susunan motif yang berbentuk bidang-bidang tidak beraturan, masing-masing diisi dengan ornamen berbeda seperti bunga, dedaunan, burung, hingga motif geometris. Berbeda dengan Sekarjagad dari daerah lain, versi Madura umumnya menggunakan warna-warna cerah dan kontras, seperti merah, kuning, hijau, dan biru, yang menjadi karakter kuat batik pesisir.
8. Motif Kembang Wungur (Surabaya)
https://www.instagram.com/reel/DbFkMUEivrM/
(Preview akan muncul di halaman artikel)
Batik Kembang Wungur merupakan salah satu motif batik khas Jawa Timur yang terinspirasi dari bunga wungur (Lagerstroemia speciosa). Motif ini banyak dijumpai pada batik dari wilayah pesisir, dengan tampilan bunga yang dipadukan bersama daun dan sulur sehingga menghasilkan corak yang anggun.
Ciri utama Batik Kembang Wungur terletak pada bentuk bunga yang mekar dengan kelopak yang dibuat secara dekoratif. Motif tersebut biasanya dipadukan dengan ornamen flora lainnya serta isen-isen khas batik, sehingga menciptakan pola yang lebih hidup dan tidak monoton.
Batik Kembang Wungur umumnya menggunakan perpaduan warna cerah maupun warna-warna klasik, bergantung pada karakter batik dari masing-masing daerah pembuatnya.
9. Motif Sekar Jati (Bojonegoro)
https://www.instagram.com/reel/DP3tnhOEtN3/
(Preview akan muncul di halaman artikel)Batik Sekar Jati merupakan salah satu motif batik khas Jawa Timur yang terinspirasi dari pohon jati, salah satu tanaman yang banyak tumbuh di wilayah tersebut. Motif ini menampilkan unsur daun, ranting, hingga buah jati yang disusun secara dekoratif sehingga menghasilkan corak yang khas.
Ciri utama Batik Sekar Jati terletak pada penggambaran daun jati berukuran lebar yang dipadukan dengan bunga, sulur, atau ornamen tumbuhan lainnya.
10. Motif Loh Bandeng (Lamongan)
https://www.instagram.com/p/DUZlJEPkkqk/
(Preview akan muncul di halaman artikel)Batik Loh Bandeng merupakan salah satu motif batik khas Jawa Timur yang terinspirasi dari ikan bandeng, Motif ini menjadi salah satu identitas daerah karena menggambarkan potensi perikanan yang telah berkembang sejak lama.
Ciri utama Batik Loh Bandeng terletak pada gambar ikan bandeng yang disusun secara berulang dan dipadukan dengan ornamen pendukung seperti ombak, tumbuhan air, daun, atau bunga.
Artikel lainnya: 10 Motif Batik Paling Terkenal dan Terindah di Indonesia
Demikian informasi seputar motif batik Jawa Timur yang khusus kami hadirkan untuk Anda. Jadi, dari sepuluh motif batik Jawa Timur di atas, mana yang paling menarik menurut Anda?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


