yuk kenali motif batik kalimantan dan filosofinya - News | Good News From Indonesia 2022
5/11

15 Motif Batik Kalimantan dan Makna Filosofinya yang Erat Kaitannya Dengan Kehidupan Alam di Pulau Borneo

15 Motif Batik Kalimantan dan Makna Filosofinya yang Erat Kaitannya Dengan Kehidupan Alam di Pulau Borneo
images info

15 Motif Batik Kalimantan dan Makna Filosofinya yang Erat Kaitannya Dengan Kehidupan Alam di Pulau Borneo | Foto: Generate AI


Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang bisa kita temukan di mana pun, termasuk di Kalimantan. Secara umum, batik Kalimantan memiliki ciri khas berupa warnanya yang cenderung mencolok dan berani. Warna tersebut lalu dikombinasikan dengan warna pastel seperti pink, orange, hijau, dan merah.

Pada zaman dulu, batik Kalimantan masih dibuat dengan menggunakan kapas dan serat binatang. Namun, seiring waktu, batik Kalimantan mulai dibuat dari bahan-bahan lain seperti rayon, sutra, dan polyester. Teknik pembuatan batik Kalimantan secara umum sama seperti batik dari daerah lain, yaitu dengan metode canting dan lilin.

Baca juga: 10 Motif Batik Jakarta yang Cantik dan Maknanya

Seperti batik-batik lainnya, batik Kalimantan juga memiliki beberapa macam motif. Tiap motifnya memiliki filosofi yang cukup mendalam. Lalu, apa saja motif pada batik Kalimantan beserta filosofi di dalamnya?

1. Motif Bayam Raja (Kalimantan Selatan)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Bayam Raja | Foto: Generate Ai


Motif batik ini memiliki bentuk garis melengkung patah-patah yang disusun secara vertikal. Motif batik ini biasanya dibuat untuk kalangan yang memiliki martabat lebih tinggi di kalangan masyarakat. Hal itu sesuai dengan makna filosofis motif ini yaitu leluhur yang dihormati dan memiliki martabat. Motif satu ini bisa kamu temukan di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.

2. Motif Kangkung Kaombakan (Kalimantan Selatan)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Kangkung Kaombakan | Foto: Generate Ai


Dalam bahasa Indonesia, kangkung kaombakan memiliki arti "kangkung yang terkena ombak". Motif ini terinspirasi dari banyaknya kangkung yang tumbuh subur di sungai-sungai besar Kalimantan Selatan. Di sana, kangkung bertumbuh secara menjalar di air, serta batangnya tidak akan putus saat terkena arus ombak sungai. Secara filosofis, motif ini memiliki makna jika manusia harus senantiasa sabar dalam menjalani setiap cobaan hidup, serta selalu mengharapkan jalan terbaik dari setiap cobaan.

Baca juga: 9 Motif Batik Banten dan Artinya, Minim Corak Makhluk Hidup karena Kuatnya Budaya

3. Motif Batang Garing (Kalimantan Tengah)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Batang Garing | Foto: Generate Ai


Sesuai namanya, motif ini diambil dari pohon batang garing yang diyakini masyarakat Dayak Ngaju adalah pohon yang diturunkan langsung oleh Tuhan mereka, Ranying Hatalla Langit (Tuhan Yang Maha Esa). Pohon batang garing memiliki bentuk seperti tombak yang menjulang ke atas. Bentuk tersebut diyakini merupakan simbol dari Ranying Hatalla Langit.

Bagian bawah pohonnya memiliki dahan berlekuk yang dilengkapi dengan guci berisi air suci. Bagian tersebut merupakan simbol dari Jata atau dunia bawah. Secara umum, motif batang garing memiliki makna keseimbangan dan keharmonisan, serta melambangkan hubungan antar sesama manusia, manusia dengan alam sekitar, serta tentu saja hubungan antara manusia dengan Tuhan. Motif batik ini bisa dijumpai di daerah Kalimantan Tengah tempat suku Dayak Ngaju berada.

Baca juga: 5 Motif Batik Jawa Timur dan Makna Filosofisnya

4. Motif Benang Bintik (Kalimantan Tengah)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Benang Bintik | Foto: Generate Ai


Benang Bintik merupakan batik khas Kalimantan Tengah. Makna Benang dalam bahasa lokal adalah kain putih, sementara kata bintik artinya gambar. Benang bintik sendiri memiliki beragam motif yang umumnya terdiri dari beberapa kombinasi gambar yang bercorak khas suku di Kalteng. Misalnya, motif tombak, guci, kawit tuyan, tameng, senjata mandau khas Dayak, Balain Nihing, sayuran Kelakai, Huma Betang, Balanga, dan ukir-ukiran Dayak. Di antara semua motif, yang paling sering digunakan dalam batik Benang Bintik adalah motif pohon kehidupan atau Batang Garing dan motif burung Enggang (tingang).

Melansir dari situs kebudayaan kemdikbud motif Benang Bintik didominasi warna-warna yang tajam seperti biru, merah, kuning, hijau, cokelat, hingga hitam. Pola digambar di kain berbahan katun, atau non-katun seperti sutera maupun semi-sutera.

Baca juga: Motif Batik Unggulan di Jawa Tengah

5. Motif Kembang Kenanga (Kalimantan Timur)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Kembang Kenanga | Foto: Generate Ai


Motif satu ini terinspirasi dari bunga kenanga. Corak bunga yang digambarkan bervariasi. Terkadang berupa bunga tunggal, kadang disertai sulur panjang atau kombinasi dengan corak lainnya.

Motif bunga kenanga memiliki makna bahwa siapa pun yang memakai batik motif ini bisa memberi manfaat pada orang sekitar, seperti halnya kenanga yang harum dan memiliki banyak manfaat.

6. Motif Daun Jaruju (Kalimantan Selatan)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Daun Jaruju | Foto: Generate Ai


Motif satu ini cukup unik karena memiliki bentuk seperti kumpulan ujung tajam yang mengelilingi daun. Secara filosofis, motif ini memiliki makna penolak bala bagi siapa pun yang memakainya.

7. Motif Tidayu (Kalimantan Barat)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Daun Jaruju | Foto: Generate Ai


Motif satu ini tercipta dari berbagai macam etnis budaya yang ada di Kalimantan. Etnis-etnis tersebut bisa ditemukan pada nama Tidayu yang merupakan singkatan Tionghoa, Dayak, dan Melayu. Perpaduan tiga etnis budaya tersebut mampu menghasilkan batik yang unik dan cantik. Secara tersirat, motif ini melambangkan betapa indahnya jika setiap etnis, suku, dan budaya memilih untuk hidup berdampingan dengan harmonis. Motif batik ini bisa kamu temukan di kota Singkawang, Kalimantan Barat.

8. Batik Tidung Malinau (Kalimantan Utara)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Tidung Malinau | Foto: Generate Ai


Motif Batik Kalimantan Utara yang kini makin berkembang pesat adalah motif Tidung dari Kabupaten Malinau. Coraknya berupa ukiran yang merepresentasikan fauna dan flora, khususnya naga. Ciri khas batik dari Malinau ini memiliki warna-warni yang menarik sehingga kerap digunakan untuk berbagai acara formal.

9. Motif Tampuk Manggis (Kalimantan Selatan)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Tampuk Manggis | Foto: Generate Ai


Batik Tampuk Manggis merupakan salah satu motif batik khas Kalimantan yang terinspirasi dari bagian kelopak buah manggis (tampuk). 

Filosofi Batik Tampuk Manggis berakar pada makna buah manggis yang melambangkan kejujuran, keseimbangan, dan keselarasan. Tampuk yang menyerupai mahkota juga dimaknai sebagai simbol harapan, kemuliaan, serta kehidupan yang harmonis antara manusia dan alam. Karena itu, motif ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi representasi kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

10. Motif Batik Awan Berarak (Kalimantan Barat)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Awan Beranak | Foto: Generate Ai


Motif Batik Awan Berarak merupakan salah satu motif batik khas Kalimantan yang terinspirasi dari bentuk awan yang bergerak perlahan di langit. Coraknya didominasi garis-garis lengkung yang menyerupai gumpalan awan.

Filosofi Motif Batik Awan Berarak menggambarkan perjalanan hidup yang terus bergerak dan penuh perubahan, layaknya awan yang selalu berpindah mengikuti arah angin. Motif ini juga melambangkan harapan, ketenangan, serta kemampuan untuk beradaptasi dalam menghadapi berbagai tantangan.

11.Motif Batik Kalimantan Shaho (Kalimantan Timur)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Kalimantan Shaho | Foto: Generate Ai


Motif Batik Kalimantan Shaho merupakan salah satu motif batik khas Kalimantan Timur yang terinspirasi dari kekayaan budaya suku-suku Dayak. Motif ini memadukan bentuk-bentuk geometris dengan ornamen flora dan unsur tradisional yang mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan alam.

Filosofi Motif Batik Shaho menggambarkan semangat persatuan, ketangguhan, dan keseimbangan hidup. Setiap unsur pada motifnya melambangkan keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, yang menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat Dayak.

12. Motif Batik Sasirangan (Kalimantan Selatan)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Sasaringan | Foto: Generate Ai


Motif Batik Sasirangan merupakan batik yang mengadaptasi ragam hias dari kain Sasirangan, kain tradisional khas masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Motifnya terinspirasi dari unsur alam, seperti daun, bunga, ombak, hingga tumbuhan khas daerah.

Perpaduan tersebut menghasilkan motif yang khas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banjar dalam bentuk batik.

Filosofi Motif Batik Sasirangan mencerminkan harapan akan keseimbangan, keselamatan, dan keharmonisan hidup. Nilai-nilai tersebut berakar dari tradisi Sasirangan yang sejak dahulu tidak hanya berfungsi sebagai kain adat, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam kehidupan masyarakat Banjar.

13. Motif Burung Enggang (Kalimantan Timur)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Burung Enggang | Foto: Generate Ai


Motif Burung Enggang merupakan salah satu motif batik khas Kalimantan yang terinspirasi dari burung enggang, satwa endemik Pulau Kalimantan sekaligus simbol penting dalam budaya masyarakat Dayak.

Filosofi Motif Burung Enggang melambangkan keagungan, kebijaksanaan, kehormatan, dan kepemimpinan. Dalam kepercayaan masyarakat Dayak, burung enggang dianggap sebagai simbol yang menghubungkan manusia dengan alam serta leluhur, sehingga menjadi representasi kehidupan yang harmonis dan saling menghormati.

14. Motif Batik Tarakan (Kalimantan Utara)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Tarakan | Foto: Generate Ai


Motif Batik Tarakan merupakan salah satu motif batik khas Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang coraknya banyak mengangkat unsur lokal, seperti flora, fauna, hasil laut, serta ikon khas Tarakan yang dipadukan dengan sentuhan motif tradisional.

Filosofi Motif Batik Tarakan menggambarkan keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan maritim yang menjadi bagian penting dari masyarakat setempat. Berbagai ornamen pada motifnya melambangkan semangat kebersamaan, kemakmuran, serta rasa syukur atas kekayaan alam yang dimiliki.

15. Motif Bakaro Panggang (Kalimantan Utara)

Batik Kalimantan
info gambar

Motif Batik Bakaro Panggang | Foto: Generate Ai


Motif Batik Bakaro Panggang merupakan salah satu motif batik khas Kalimantan Utara yang terinspirasi dari budaya masyarakat Tidung. Nama "Bakaro Panggang" merujuk pada tradisi memasak atau memanggang ikan, yang mencerminkan kehidupan masyarakat pesisir yang erat kaitannya dengan hasil laut.

Filosofi Motif Batik Bakaro Panggang melambangkan kebersamaan, rasa syukur, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Mengenal Batik (Klasik dan Modern), Sejarah, Teknik Pembuatan, dan Motif

Itulah beberapa motif batik Kalimantan beserta filosofi di baliknya. Semoga menambah wawasan baru soal dunia perbatikan Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito.

AW
RP
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.