mengenal motif batik solo pesona batik jawa tengah yang tak lekang waktu - News | Good News From Indonesia 2022
4/11

Mengenal Motif Batik Solo: Pesona Batik Jawa Tengah yang Tak Lekang Waktu

Mengenal Motif Batik Solo: Pesona Batik Jawa Tengah yang Tak Lekang Waktu
images info

Batik yang dikeringkan di kawasan Kauman, Surakarta ©Umar Khatab Eko Putrawan/Wikimedia Commons


Motif batik Solo tidak sekadar menawarkan keindahan visual di atas sehelai kain, melainkan juga menyimpan rekam jejak sejarah dan nilai filosofi khas Keraton Surakarta. Sejak UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya takbenda (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 lalu (dilansir dari laman Perpustakaan Universitas Brawijaya), kepedulian terhadap kelestarian batik Nusantara menjadi sangat krusial.

Memahami filosofi pada setiap motif batik Solo ini tidak hanya memperkaya wawasan kebudayaan Anda, tetapi juga memastikan kelestarian berbagai jenis batik Solo klasik di tengah peradaban modern yang terus berkembang pesat.

Macam-Macam Motif Batik Solo dan Maknanya

Berikut ini macam-macam motif batik Solo lengkap dengan maknanya yang Kawan GNFI dapat jumpai hingga saat ini.

1. Batik Motif Sido Mukti

motif batik solo, sejarah ciri khas - sidomukti
info gambar

@Pinterest


Sido Mukti adalah salah satu batik yang paling populer dari kota Solo. Motif batik Sidomukti sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu Sido yang artinya jadi dan Mukti yang artinya makmur, sejahtera dan mulia. Motif batik ini sering kali digunakan untuk busana acara pernikahan adat Jawa.

Dikutip dari PUI Javanologi UNS, penggunaan motif batik Sido Mukti pada acara pernikahan membawa harapan agar pengantin yang melangsungkan pernikahan bisa membangun kehidupan baru yang penuh dengan rezeki dan kebahagiaan. Tak hanya itu saja, motif Sido Mukti ini juga menggambarkan harapan agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik, sejahtera dan selalu mengingat Tuhan.

2. Batik Motif Kawung

motif batik solo, sejarah, ciri khas -kawung
info gambar

Beraneka ragam model desain batik motif Kawung @Wikimedia


Kawung adalah motif batik Solo yang mempunyai ragam hias berupa pengulangan bentuk bulatan yang terinspirasi dari buah kawung atau kolang-kaling. Batik motif Kawung terdiri dari beberapa kreasi dan kombinasi membentuk pola yang simetris, geometris, bahkan acak. Pada masa lampau, motif Kawung dikenakan di kalangan Kraton dan tidak boleh digunakan masyarakat umum. Namun perkembangan batik Kawung masa kini menjadikan motif ini kian eksploratif dari sisi desain dan warna serta dapat dikenakan oleh publik.

baca juga

3. Batik Motif Truntum

motif batik solo, sejarah, ciri khas -truntum
info gambar

Cinta yang bersemi digambarkan dalam batik dengan bunga-bunga@Pinterest


Motif Truntum sangat populer dan sering digunakan oleh orang tua pengantin dalam prosesi pernikahan Jawa. Batik Solo motif Truntum ini mempunyai arti “penuntun”. Dikutip dari laman PUI Javalogi UNS, Motif batuk Truntum berbentuk bunga melati yang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (permaisuri Sunan Paku Buwana III). Makna dari motif ini adalah cinta yang bisa tumbuh kembali.

4. Batik Motif Parang

motif batik solo, sejarah, ciri khas -parang
info gambar

Parang dalam beragam jenis @Wikimedia


Batik motif Parang merupakan salah satu motif yang tertua. Motif ini juga sangat populer digunakan untuk bahan pakaian formal. Adapun ciri khas batik yang satu ini adalah memiliki bentuk susunan huruf ‘S’ yang tidak putus dan saling menjalin melambangkan keterkaitan.

Bagi masyarakat Jawa motif S tersebut layaknya ombak yang artinya semangat yang tak akan pernah padam. Nama Parang sendiri berasal dari kata Pereng yang memiliki arti lereng. Sejak kerajaan Mataram Kartasura, motif yang satu ini berkembang menjadi lambang semangat yang kokoh layaknya batu karang yang tetap kuat meski diterjang ombak besar.

5. Batik Motif Sawat

motif batik solo, sejarah, ciri khas -sawat
info gambar

@Wikimedia


Motif Sawat mempunyai corak layaknya bentuk sawat atau sayap. Motif yang satu ini dianggap sakral karena dulunya hanya digunakan oleh para raja dan keturunannya saja. Batik Sawat melambangkan kekuasaan dan kekuatan.

Motif batik Solo ini biasanya digunakan oleh para pasangan pengantin pada pernikahan adat Jawa dengan harapan dapat melindungi pasangan pengantin sehingga kehidupan pernikahan akan senantiasa langgeng dan harmonis.

6. Motif Semen Rante

motif batik solo, sejarah, ciri khas -semen rante
info gambar

@Pinterest


Motif Semen Rante merupakan kain batik atau jarik yang dipakai mempelai perempuan saat prosesi lamaran. Sementara itu calon pengantin pria mengenakan kain bermotif Satrio Manah. Makna batik Semen Rante adalah sinyal dari calon istri kepada pasangan untuk membina rumah tangga yang bahagia dan kokoh. Penamaan Semen Rante bermakna semen atau musim semi, sementara rante berarti rantai yang melambangkan ikatan kuat dan tak terpisahkan.

7. Motif Satrio Manah

motif batik solo, sejarah, ciri khas -satrio manah
info gambar

@Pinterest


Motif Batik Satrio Manah dikenakan oleh calon pengantin pria beserta wali pengantin pria ketika melakukan acara melamar pihak perempuan. Satrio artinya adalah ksatria, dan manah artinya memanah, membidik, atau menarget. Motif ini bermakna harapan seorang ksatria yang berusaha diterima saat memanah hati sang Wanita.

Sementara pihak calon pengantin perempuan biasanya mengenakan motif batik Semen Rante dalam acara lamaran tersebut. Makna filosofis batik Satrio Manah adalah harapan agar lamaran diterima oleh keluarga mempelai perempuan.

8. Motif Pamiluto

motif batik solo, sejarah, ciri khas -pamiluto
info gambar

@Pinterest


 

Batik Pamiluto berbentuk motif unik yang kerap dikenakan mempelai perempuan dan ibunya dalam prosesi pertukaran cincin. Motif batik Pamiluto sarat makna simbolis tentang hubungan pernikahan yang awet, langgeng, dan terus bersatu ibarat mimin lan mintuno (pasangan sejati).

Istilah mimin dan mintuno dalam bahasa Jawa merupakan sebutan untuk pasangan laki-laki (mimin) dan perempuan (mintuno) yang senantiasa langgeng.

9. Motif Slobog

sejarah ciri khas motif batik solo

Slobog atau lobok memiliki arti longgar. Motif batik ini umum dipakai saat melayat ke orang yang meninggal. Makna batik ini mengandung harapan agar arwah mendapat kelonggaran, kemudahan saat menghadap Tuhan, dan agar amalan perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

10. Motif Sidoluhur

motif batik solo, sejarah ciri khas - sidoluhur
info gambar

Batik Sidoluhur | Sumber: PUI Javalogi UNS


Batik Sidoluhur adalah motif batik yang diciptakan oleh Ki Ageng Henis yang merupakan kakek dari Panembahan Senopati. Mengacu dari PUI Javalogi UNS, motif batik Sidoluhur ini sudah ada sebelum adanya kesultanan Mataram, olehkarena itu motif batik Sidoluhur ini berkembang baik di Surakarta dan Yogyakarta.

Motif Sidoluhur ini memiliki harapan kebahagian kepada orang yang mengenakan. Batik ini sering digunakan untuk busana pernikahan mempelai wanita dan acara perayaan tujuh bulanan bayi pada adat Jawa.

11. Motif Sido Mulyo

motif batik solo, sejarah ciri khas - sidomulyo
info gambar

@Pinterest


 

Motif Sido Mulyo memiliki pola dasar geometrik dengan dasar belah ketupat dan bidang bujur sangkar. Setiap bidang memiliki isian motif bervariasi. Misalnya, motif garuda, motif kupu, bangunan, atau pohon. Makna batik ini adalah keinginan agar manusia hidup bahagia dalam kemuliaan dan kehormatan, apapun cobaan dan kesusahan yang tengah dihadapi. Dikutip dari Digilib ITB, batik Sido Mulyo ini memiliki warna yang lebih terang dari pada jenis batik Sido lainnya.

12. Motif Sido Asih

 

motif batik solo, sejarah ciri khas - sidoasih

Motif Sido Asih dikenakan oleh pengantin perempuan saat malam pengantin. Berasal dari Sido yang berarti jadi dan Asih yang berarti sayang, kasih, cinta, maka motif ini bertujuan untuk rumah tangga yang saling mencintai. Harapannya pengantin baru bisa hidup dalam kasih sayang tulus dan saling mengasihi satu sama lain.

13.Motif Ceplok Sriwedari

motif batik solo, sejarah, ciri khas -ceplok sriwedari
info gambar

Motif batik untuk rakyat @Pinterest


Motif Ceplok Sriwedari merupakan motif yang bercorak Lung-Lungan dan Parangan dalam satu bujur sangkar. Lung-Lungan berarti sulur-sulur atau tanaman menjulur. Sementara Parangan berarti hubungan yang terus berkesinambungan dan kokoh. Secara simbolis, motif ini menandakan hubungan tolong-menolong satu sama lain serta ketentraman.

Batik Ceplok Sriwedari umumnya dikenakan oleh masyarakat biasa terutama kalangan yang sudah menikah.

Ciri Khas Keunikan Batik Solo

Motif batik dari setiap daerah di Indonesia tentu saja memiliki ciri khas tersendiri yang terbilang unik, tak terkecuali batik dari Solo. Adapun ciri khas batik Solo sendiri bisa dilihat dari beberapa hal berikut:

  • Penggunaan Warna Sogan

Ciri khas Batik Solo bisa dilihat dari penggunaan warnanya. Batik dari daerah yang satu ini umumnya selalu menggunakan warna sogan yang mempunyai kecenderungan warna gelap. Warna ini sendiri adalah perpaduan antara warna coklat tua, cokelat muda, cokelat kehitaman, cokelat kemerahan, hingga cokelat kekuningan.

  • Motif Cukup Rumit

Selain itu ciri khas batik Solo bisa dilihat dari motifnya. Motif batik Solo dikenal cukup rumit dan detail sehingga sangat khas dan sulit untuk ditiru. Meski begitu motif dan corak batik dari Solo dikenal sangat indah dan halus. Bahkan batik dari Solo ini dianggap sangat elegan.

  • Pola Motif Geometris

Ciri khas yang terakhir adalah dari pola motifnya. Batik dari Solo umumnya hadir dengan pola motif geometris dengan ukuran motif yang kecil.

Tak hanya memiliki ciri khas yang unik dan membedakannya dengan batik lain, tiap motif batik dari kota ini sangat berkarakter. Adapun setiap motif tersebut juga memiliki filosofi dan makna yang berbeda.

Keistimewaan Batik Solo

Batik Solo menjadi salah satu jenis batik yang terpopuler karena pesona, keunikan dan keistimewaan yang dimilikinya yang mengikuti.

Berikut beberapa keistimewaan batik Solo:

  • Setiap warna batiknya mempunyai filosofi atau makna hidup yang sangat indah dan berbeda
  • Seluruh batik dari kota Solo selalu memiliki tampilan kesan anggun, lembut dan tangguh
  • mempunyai nilai estetik yang tinggi karena pembuatannya sangat rumit dan detail
  • Pembuatan batik menggunakan canting yang dibuat secara khusus sehingga tidak akan ditemukan didaerah lain
  • Batik asli dari Solo dibuat dengan kesungguhan hati sehingga menghasilkan batik yang indah dan berkarakter

Dengan semua keistimewaan yang dimiliki tak salah jika batik Solo menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.

Bukan hanya dikagumi dan dicintai oleh wisatawan domestik saja bahkan banyak wisatawan asing yang menjadikan batik Solo sebagai salah satu oleh-oleh khas karena pesona yang dimiliki. 

 

Sumber:
https://javanologi.uns.ac.id/2022/10/17/javanologi-explore-batik-jawa-batik-sidomukti/
https://javanologi.uns.ac.id/2022/10/17/batik-sidoluhur/
https://digilib.itb.ac.id/assets/files/2025/MjAyNCAgU2hlYXJ2aW5hIERlYXMgR3VuYXdhbiBiYWIgMy5wZGY.pdf
https://lib.ub.ac.id/berita/10-batik-terpopuler-di-indonesia-dari-berbagai-daerah/
https://javanologi.uns.ac.id/2022/10/18/javanologi-explore-batik-jawa-batik-truntum/

https://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/25851/F.%20BAB%20II.pdf?sequence=6&isAllowed=y
https://surakarta.go.id/?p=26780
https://seragamomahlaweyan.com/menilik-di-balik-sejarah-batik-Solo/
https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/batik-Solo/

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

RW
RP
MS
ED
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.