Batik Bali adalah salah satu hasil penyebaran batik dari pulau Jawa. Di Bali, batik berkembang begitu pesat berkat kepandaian masyarakat Bali yang secara umum memiliki kepandaian dalam ranah seni. Batik Bali bisa dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari keperluan sandang sehari-hari, cinderamata untuk wisatawan, sampai keperluan untuk upacara adat Bali.
Batik Bali hadir dengan beragam motif yang terinspirasi dari alam, budaya, hingga kepercayaan masyarakat setempat. Di balik keindahan coraknya, setiap motif batik Bali juga menerapkan ragam hias yang menjadi identitas seni rupa Bali.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ragam hias dan ragam motif yang ada di batik Bali, yuk simak pembahasan berikut ini Kawan GNFI!
Ragam Hias Bali
Ragam hias Bali merupakan hiasan atau corak yang banyak dijumpai pada berbagai karya seni dan bangunan tradisional di Bali, mulai dari ukiran pura, pintu gerbang, hingga kain batik. Bagi masyarakat Bali, ragam hias juga menjadi simbol yang mengandung nilai budaya dan filosofi.
Seiring perkembangan zaman, penerapan ragam hias Bali juga ikut berkembang. Jika dahulu lebih banyak ditemukan pada bangunan tradisional, kini motif-motif tersebut mulai diterapkan pada berbagai karya seni, termasuk batik Bali.
Salah satu motif ragam hias Bali yang paling dikenal adalah Patre Punggel. Motif ini banyak ditemukan sebagai ukiran pada pintu masuk pura maupun bangunan tradisional Bali. Ciri khasnya terletak pada susunan sulur dan daun yang berlekuk-lekuk.
Patre Punggel sendiri tersusun dari beberapa unsur, seperti bagian pokok, pokok daun, angkup, sunggar, endong, trubusan, simbar, dan pecahan. Masing-masing bagian saling melengkapi sehingga membentuk satu kesatuan motif yang menjadi ciri khas seni hias Bali.
Secara umum, ragam hias Bali terbagi menjadi empat karakter, yaitu geometris, floralistik, antropomorfis atau motif yang terinspirasi dari manusia dan hewan, serta perimbuhan, yakni ragam hias yang menggabungkan berbagai unsur alam dalam satu komposisi.
Berbagai ragam hias tersebut dapat ditemukan pada beragam motif batik Bali. Berikut 5 motif batik bali lengkap dengan penjelasan dan filosofinya.
1. Motif Ulamsari Mas

Motif Ulamsari Mas | Roboflow Universe | selfstudy
Motif Ulamsari Mas merupakan salah satu motif batik Bali yang terinspirasi dari kekayaan alam Bali. Nama Ulamsari Mas memiliki makna "emas dari hasil bumi". Hal ini juga tercermin dari coraknya yang memadukan berbagai hasil alam, seperti tanaman padi, bunga, buah-buahan, dan ikan.
Dari segi filosofi, Motif Ulamsari Mas melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan kesejahteraan. Motif ini juga mencerminkan nilai Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Dilihat dari ragam hiasnya, motif ini memadukan ragam hias flora serta ragam hias fauna.
2. Motif Merak Abyorhokokai

Ilustrasi Motif Merak Abyorhokokai | Generated by AI
Motif Merak Abyorhokokai merupakan salah satu motif batik Bali yang terinspirasi dari keindahan burung merak dan dipengaruhi oleh budaya Jepang, khususnya motif Hokokai. Ciri khasnya ada pada burung merak sebagai gambar utama yang kemudian dilengkapi dengan bunga-bunga menyerupai sakura.
Dari segi filosofi, Motif Merak Abyorhokokai melambangkan keindahan, keanggunan, dan kemegahan. Dilihat dari ragam hiasnya, motif ini memadukan ragam hias fauna melalui burung merak serta ragam hias flora lewat ornamen bunga.
3. Motif Penari Bali

Ilustrasi Motif Penari Bali | Generated by AI
Motif Penari Bali terinspirasi dari seni tari tradisional Bali. Coraknya menampilkan sosok penari lengkap dengan busana serta atribut tari khas Bali. Dari segi filosofi, Motif Penari Bali melambangkan keindahan serta nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam setiap tarian tradisional Bali. Jika dilihat dari ragam hiasnya, motif ini menerapkan ragam hias antropomorfis karena menampilkan sosok manusia sebagai elemen utama.
4. Motif Pisan Bali atau Jagatan Pisang
Motif Pisan Bali atau Jagatan Pisang terinspirasi dari pohon pisang. Pisang sering digunakan sebagai pelengkap sesaji atau banten dalam berbagai upacara adat dan keagamaan. Karena itulah, pohon pisang kemudian diangkat menjadi salah satu motif batik Bali.
Dari segi filosofi, masyarakat Bali percaya bahwa pohon pisang berkaitan dengan Amartha atau air keabadian. Sementara itu, ada juga yang memaknai kata Pisan Bali sebagai "selalu kembali", sehingga motif ini sering dijadikan simbol doa agar seseorang yang sedang bepergian dapat pulang dengan selamat. Dilihat dari ragam hiasnya, motif ini menerapkan ragam hias flora karena mengambil bentuk pohon pisang sebagai unsur utamanya.
5. Motif Singo Barong

Ilustrasi Motif Singo Barong | Generated by AI
Motif Singa Barong terinspirasi dari sosok Barong, makhluk mitologi yang terkenal di budaya Bali. Corak batik ini biasanya menampilkan bentuk hewan seperti singa atau macan dan terkadang terdapat unsur hewan lain, seperti gajah, elang, dan naga.
Dari segi filosofi, Motif Singa Barong melambangkan kekuatan, perlindungan, dan keberanian. Dalam kepercayaan masyarakat Bali, Barong juga menjadi simbol kemenangan kebaikan atas keburukan. Jika dilihat dari ragam hiasnya, motif ini menerapkan ragam hias antropomorfis karena menampilkan bentuk makhluk mitologi yang menyerupai hewan.
Demikian lah pembahasan mengenai ragam hias dan motif yang ada pada batik Bali. Semoga bermanfaat dan bisa membuatmu makin mengenal serta mencintai batik Indonesia!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


