KEBUMEN (KebumenUpdate.com) – Historical Study Trips (HST) kembali mengadakan kegiatan study trip sesi ke-15 dengan tema, “Dari Artefak ke Artefak”. Kali ini kegiatan memfokuskan untuk mengunjungi dan memahami makna keberadaan artefak Hindu kuno masa Mataram Kuno yang tersebar di Jawa Tengah khususnya di wilayah yang sekarang dinamai Kebumen.
Dari sekian artefak peninggalan Hindu kuno berupa lingga dan yoni yang tersebar di beberapa desa, dipilih dua lokasi yang cukup ikonik yaitu lingga yoni di desa Sumberadi (telah berstatus Cagar Budaya dengan Surat Keputusan Bupati Kebumen Nomor 400.6.1/757 Tahun 2024) Kecamatan Kebumen dan lingga, patahan arca, sarkofagus serta bak batu di Desa Ayah, Kecamatan Ayah.
Mengunjungi dan mengkaji lingga yoni peninggalan Hindu kuno di wilayah Kebumen ini bertujuan untuk memahami keragaman lapisan sosial keagamaan yang pernah ada dan membentuk kehidupan sosal keagamaan masa kini baik itu di era Megalitik, Hindu, Islam dan Kristen maupun kepercayaan lokal.
Pemateri kali ini dipandu oleh Teguh Hindarto selaku founder Historical Study Trips (HST) yang juga anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kebumen dan Dr Chusni Ansori yang selain anggota di HST juga seorang geologist di BRIN Karangsambung serta Ketua TACB Kebumen.
Dalam penjelasannya, Teguh Hindarto mengatakan bahwa artefak yang ada di suatu lokasi, baik bersifat “in situ” (di tempat aslinya berada) atau “ex situ” (diambil dari tempat aslinya) tidak ada yang “tiban” alias ada dengan sendirinya tanpa sebuah sebab dan alasan. Dengan mengkaji dan memahami motif hias sebuah artefak, kita bisa mengkomparasikan dan memperkirakan makna dan masa pembuatannya.
Baca Selengkapnya

