harga listrik psel ditetapkan 20 sen dolar per kwh apa artinya bagi transisi energi kota GIldZY - News | Good News From Indonesia 2026

Harga Listrik PSEL Ditetapkan 20 Sen Dolar per kWh, Apa Artinya bagi Transisi Energi Kota?

Harga Listrik PSEL Ditetapkan 20 Sen Dolar per kWh, Apa Artinya bagi Transisi Energi Kota?
images info

Harga listrik dari pembangkit sampah ditetapkan US$ 20 sen per kWh, foto: DLH

Sobat EBT Heroes! Upaya mengatasi krisis sampah perkotaan sekaligus mendorong transisi energi bersih di Indonesia memasuki babak baru. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan tarif jual beli listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau PSEL sebesar US$ 20 sen per kilowatt hour (kWh). Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemanfaatan sampah sebagai sumber energi kini diposisikan sebagai bagian penting dari strategi dekarbonisasi nasional.

Penetapan harga tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, yang menegaskan bahwa kebijakan tarif ini dirancang untuk menarik minat investor sekaligus menjawab persoalan sampah yang kian mendesak di berbagai daerah. Pemerintah saat ini menargetkan pengembangan proyek waste to energy (WTE) di 34 kabupaten/kota prioritas di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik konvensional, harga listrik dari PSEL memang relatif lebih tinggi. Tarif US$ 20 sen per kWh bahkan disebut berada di atas Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik PT PLN (Persero). Namun, tingginya harga ini tidak muncul tanpa alasan.

Teknologi PSEL tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga mencakup biaya pengolahan sampah, pengendalian emisi, pengelolaan residu, serta aspek lingkungan dan sosial. Artinya, listrik dari sampah bukan sekadar komoditas energi, melainkan bagian dari solusi pengelolaan lingkungan perkotaan yang kompleks.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.