museum nasional indonesia luncurkan pameran digital keuneubah aceh ada foto pembantaian kuto reh - News | Good News From Indonesia 2026

Museum Nasional Indonesia Luncurkan Pameran Digital Keuneubah Aceh, Ada Foto Pembantaian Kuto Reh

Museum Nasional Indonesia Luncurkan Pameran Digital Keuneubah Aceh, Ada Foto Pembantaian Kuto Reh
images info

Museum Nasional Indonesia Luncurkan Pameran Digital Keuneubah Aceh, Ada Foto Pembantaian Kuto Reh


Museum Nasional Indonesia tiada hentinya menyebarkan semangat ilmu pengetahuan kesejarahan di era digital seperti sekarang ini. Berkolaborasi dengan Southeast Asia Museum Services (SEAMS) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meluncurkan pameran digital mengenai koleksi peninggalan sejarah perang Aceh.

Acara peluncuran pameran yang digital yang diberi nama “Keuneubah Aceh” ini diadakan di auditorium @america, Pacific Place, Jakarta pada Selasa (10/2/2026). Tiga tiga pemateri turut hadir untuk memberikan pemaparannya yaitu kurator Museum Nasional Indonesia Eko Septian Saputra, peneliti SEAMS Ayu Dipta Kirana, dan mantan direktur Museum Tsunami Aceh, Hafnidar.

“Pameran digital disebut dengan ‘Keuneubah Aceh’ atau yang memiliki arti ‘Warisan’, bisa berupa warisan sejarah, budaya, dan terutama warisan-warisan dari tanah Aceh,” ucap Ayu dalam presentasinya.

Foto-foto barang peninggalan, peta luas wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh, sampai titik lokasi konflik perang di Aceh era kolonial tersaji dalam pameran digital “Keunebah Aceh”. Salah satu yang menyita perhatian ialah foto pembantaian di Kuto Reh.

Peristiwa pembantaian di Kuto Reh sendiri terjadi pada 1904. Kala itu tentara Marsose yang diperintahkan pemerintahan kolonial Belanda membantai penduduk sebagai upaya menekan perlawanan rakyat Aceh.

“Ini adalah foto pembantaian di salah satu benteng yang terkenal, Benteng Kutari, berada di Alas yang menyoroti kekejaman yang terjadi pada saat itu. Dalam serangan ini pasukan KNIL menewaskan 313 laki-laki, 189 perempuan, dan 59 anak-anak setelah menghadapi perlawanan,” ungkap Hafnidar.

Selain bukti foto, terdapat pula pameran dalam bentuk dokumentasi testimoni dari keluarga pahlawan setempat. Pengunjung virtual juga bisa menyaksikan bagaimana peneliti mempreservasi barang-barang peninggalan yang siap dipamerkan ke publik.

Lalu, bagaimana cara untuk mengunjungi pameran digital tersebut? Mudah, tinggal kunjungi saja Google Arts & Culture di dalam link berikut ini: “Keuneubah Aceh”.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.