kknm 30666 uny perkuat sistem administrasi dan pembukuan program sadaqah sampah ngudi resik di dusun kepuh - News | Good News From Indonesia 2026

KKNM-30666 UNY Perkuat Sistem Administrasi dan Pembukuan Program Sadaqah Sampah Ngudi Resik di Dusun Kepuh

KKNM-30666 UNY Perkuat Sistem Administrasi dan Pembukuan Program Sadaqah Sampah Ngudi Resik di Dusun Kepuh
images info

KKN UNY mendampingi Ngudi Resik membangun tata kelola Sadaqah Sampah yang berkelanjutan.


Kegiatan pemilahan sampah telah berjalan di Dusun Kepuh dan dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali khususnya pada Jumat Kliwon. Namun, pada pelaksanaannya, administrasi kegiatan tersebut masih belum terorganisir secara mandiri karena proses jual beli sampah masih bergabung dengan Kelompok Bank Sampah Gemilang yang berada di Dusun Pagerjurang.

Kondisi tersebut mendorong munculnya keinginan warga Dusun Kepuh untuk membentuk kelompok sampah mandiri yang dapat mengelola kegiatan pemilahan dan penjualan sampah secara lebih tertata.

“Kegiatan pemilahan sampah sebenarnya sudah rutin dilakukan oleh warga tiap Jumat Kliwon. Namun, selama ini administrasi jual beli sampah masih gabung dengan Bank Sampah Gemilang di Dusun Pagerjurang. Oleh karena itu, warga ingin punya kelompok sampah sendiri agar pengelolaannya bisa dilakukan secara mandiri dan lebih tertata,” ujar Ibu Warni, Dukuh Kepuh.

Menanggapi kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan pendampingan melalui penyusunan sistem administrasi dan pembukuan Program Sadaqah Sampah Kelompok Sampah Ngudi Resik di Dusun Kepuh.

baca juga

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG’s 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan melalui penguatan tata kelola pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kelompok sampah mandiri tersebut kemudian diberi nama Sadaqah Sampah Kelompok Sampah Ngudi Resik. Nama “Sadaqah Sampah” dipilih karena hasil penjualan sampah yang dikumpulkan oleh warga nantinya akan dimanfaatkan sebagai kas warga Dusun Kepuh.

Dengan demikian, kegiatan pemilahan sampah tidak hanya bertujuan untuk mengurangi sampah di lingkungan Dusun Kepuh, tetapi juga diharapkan dapat menambah pemasukan kas warga.

“Kami ingin hasil dari sampah yang dikumpulkan warga dapat kembali memberikan manfaat untuk warga Dusun Kepuh sehingga hasil penjualannya akan menjadi kas bersama. Kami memilih nama Sadaqah Sampah sebagai bentuk semangat berbagi dan memberikan manfaat melalui pengelolaan sampah,” lanjut Ibu Warni, Dukuh Kepuh.

baca juga

Pada Jumat, 28 Agustus 2026 dalam rangka mendukung terbentuknya kelompok sampah mandiri tersebut, mahasiswa KKN UNY membantu menyusun sistem administrasi dan pembukuan yang disesuaikan dengan Kelompok Sampah Ngudi Resik. Administrasi yang disusun tidak hanya berfokus pada pencatatan transaksi jual beli sampah, tetapi juga mencakup berbagai buku pendukung untuk menunjang keberlangsungan program.

Perangkat administrasi yang disiapkan meliputi buku administrasi sampah, buku kas, buku kegiatan, buku notulensi, buku tamu, dan buku daftat hadir. Buku administrasi sampah digunakan untuk mencatat transaksi keuangan dalam proses jual beli sampah, sedangkan buku kas digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran dana hasil kegiatan.

Buku kegiatan digunakan untuk mendokumentasikan aktivitas kelompok, sedangkan buku notulensi digunakan untuk mencatat hasil pembahasan dan keputusan dalam pertemuan. Sementara itu, buku tamu dan buku daftar hadir digunakan untuk mendokumentasikan kehadiran serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan.

“Buku yang disusun tidak hanya buku administrasi untuk pencatatan hasil penjualan sampah, tetapi juga membuat beberapa buku pendukung agar kegiatan Kelompok Sampah Ngudi Resik dapat tercatat dengan baik. Harapannya, sIstem ini bisa digunakan secara berkelanjutan oleh warga dan memudahkan kelompok dalam mengelola programnya,” jelas Mariezcha, mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta.

baca juga

Penyusunan sistem administrasi tersebut diharapkan dapat membantu Kelompok Sampah Ngudi Resik dalam membangun tata kelola yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan. Administrasi yang terdokumentadi dengan baik juga dapat memudahkan warga dalam memantau perkembangan kegiatan, mengelola hasil penjualan sampah, serta mengetahui pemanfaatan kas yang diperoleh dari kegiatan Sadaqah Sampah.

Dari sisi lingkungan, kegiatan ini memperkuat praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berjalan di Dusun Kepuh. Hal tersebut sejalan dengan SDG’s 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, melalui penguatan partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada mas mbak KKN UNY yang sudah membantu kami dalam menyusun administrasi Kelompok Sampah Ngudi Resik. Harapannya dengan adanya buku ini dapat memudahkan kami dalam pencatatan yang jelas dan tertata. Kami berharap kelompok ini nantinya dapat benar-benar mandiri dan memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Kepuh” ujar Ibu Warni, Dukuh Kepuh.

Melalui pendampingan tersebut, KKN Universitas Negeri Yogyakarta turut mendukung inisitif warga Dusun Kepuh dalam membangun kelompok sampah mandiri. Sadaqah Sampah Kelompok Sampah Ngudi Resik diharapkan dapat terus berjaan secara rutin setiap Jumat Kliwon, menjadi wadah pengelolaan sampah masyarakat, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan kas warga Dusun Kepuh. Keberlanjutan program ini diharapkan menjadi salah satu Langkah nyata dalam mewujudkan komunitas yang lebih tertib, mandiri, dan berkelanjutan sesuai dengan semangat Sustainable Development Goals (SDG’s).

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.