kisah seekor bangau dan kera yang tamak cerita rakyat dari manggarai nusa tenggara timur - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Seekor Bangau dan Kera yang Tamak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Kisah Seekor Bangau dan Kera yang Tamak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
images info

Kisah Seekor Bangau dan Kera yang Tamak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Pexels/Mikhail Nilov


Kisah bangau dan kera yang tamak adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kisah ini mengajarkan jika sifat tamak dan pemalas pada akhirnya hanya akan berdampak buruk bagi pelakunya.

Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Kisah Seekor Bangau dan Kera yang Tamak, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Dinukil dari buku Cerita Rakyat Manggarai, alkisah pada zaman dahulu para hewan beraktivitas selayaknya manusia. Di antara semua hewan, ada kera dan bangau yang sering berinteraksi pada satu sama lain.

Pada suatu hari, kedua hewan ini tengah berkumpul dan berunding bersama. Mereka berkeinginan untuk membuka sebuah kebun baru.

baca juga

Kedua hewan ini pun bersepakat antara satu sama lain. Keesokan harinya, mereka pergi ke hutan untuk membuka lahan baru.

Mereka pun mulai mengerjakan kebunnya masing-masing. Kebun bangau dan kera ini berada tepat bersebelahan.

Setelah kebun selesai dibersihkan, bangau pun membagikan biji jagung pada kera. Mereka membagi biji jagung ini sama banyak.

Bangau pun mulai menanam biji jagung itu satu per satu. Sebaliknya, kera justru memakan biji jagung yang dibagikan tersebut.

Setiap hari bangau merawat kebunnya dengan sepenuh hati. Dia bekerja keras agar hasil kebunnya bisa memuaskan nantinya.

Sebaliknya, kebun kera mulai ditumbuhi semak belukar. Wajar saja sebab tidak ada satupun biji jagung yang ditanam oleh kera tersebut.

Beberapa bulan kemudian, kebun dari bangau mulai memperlihatkan hasilnya. Jagung-jagung dari kebun bangau pun mulai tumbuh dengan subur.

Alhasil bangau mendapatkan banyak persediaan makanan. Dia pun mulai memanen jagung-jagungnya dengan penuh suka cita.

Lain halnya dengan kera yang mulai kelaparan. Tidak ada lagi persediaan makanan yang dapat dia konsumsi sehari-hari.

Pada awalnya, kera berkeinginan untuk meminta jagung yang ada di kebun bangau. Namun dia merasa malu untuk meminta begitu saja.

Ternyata rasa lapar mengalahkan perasaan kera. Dia pun pergi ke kebun bangau dan meminta jagung untuk dia konsumsi.

Pada awalnya, bangau memberikan beberapa jagung untuk kera. Namun keesokan harinya, kera datang lagi untuk meminta hal yang sama.

baca juga

Kali ini bangau menolak permintaan itu. Dia meminta kera bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

Tidak terima dengan jawaban bangau, kera pun langsung menangkap hewan tersebut. Dia mulai mencabuti bulu bangau satu per satu.

Setelah itu dia membuang bangau ke atas pondok yang ada di kebunnya. Bangau hanya bisa menggigil kedinginan dan tidak bisa melawan perbuatan kera.

Kera pun mengambil semua kebun yang ada kebun bangau. Dia pun memakan semua jagung itu dengan tamaknya.

Bangau pun hanya bisa berdoa kepada Tuhan. Dia berharap bulu-bulunya bisa tumbuh kembali dan membalas perbuatan kera.

Beberapa bulan kemudian, bulu bangau tumbuh kembali seperti sedia kala. Dia pun bisa terbang selayaknya burung pada umumnya.

Kali ini bangau terbang membawa beberapa buah-buahan ke hadapan kera. Melihat hal itu, kera yang tamak ini tentu tergiur begitu saja.

Bangau pun berkata jika buah-buahan ini tumbuh subur di pulau seberang. Dia pun mengajak kera untuk pergi bersamanya ke sana.

baca juga

Kedua hewan ini pun naik perahu menuju pulau tersebut. Kera yang tamak sudah tidak sabar lagi untuk memakan semua buah-buahan yang ada di sana.

Di tengah lautan, tiba-tiba perahu tersebut menghantam sebuah batu karang. Alhasil perahu tersebut perlahan kemasukan air dan tenggelam.

Bangau dengan sigap terbang tinggi ke udara. Sebaliknya kera yang tamak tidak bisa berbuat apa-apa dan menemui akhir hidupnya di sana.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.