dari daun menjadi karya rimba universitas negeri yogyakarta kenalkan biodiversitas dan dukung sdg 4 di kedundang - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Daun Menjadi Karya: RIMBA Universitas Negeri Yogyakarta Kenalkan Biodiversitas dan Dukung SDG 4 di Kedundang

Dari Daun Menjadi Karya: RIMBA Universitas Negeri Yogyakarta Kenalkan Biodiversitas dan Dukung SDG 4 di Kedundang
images info

Edukasi ecoprint oleh KKN-R UNY 13003 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)


Mengenalkan keanekaragaman tumbuhan kepada anak-anak tidak selalu harus dilakukan melalui buku atau pembelajaran di dalam kelas. Melalui Program RIMBA (RIang Mengenal Biodiversitas Alam), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta mengajak siswa TK dan SD Muhammadiyah Kedundang mengenal tumbuhan di lingkungan sekitar melalui kegiatan ecoprint.

Daun yang selama ini sederhana dan mudah ditemukan di sekitar mereka diubah menjadi motif alami pada totebag, sekaligus menjadi media belajar yang kreatif dan menyenangkan.

Program RIMBA dilaksanakan dua kali, yaitu pada 10 Agustus 2026 di TK ABA Muhammadiyah Kedundang dan 21 Agustus 2026 di SD Muhammadiyah Kedundang. Kegiatan tersebut melibatkan 25 siswa, terdiri atas 16 siswa TK dan 9 siswa SD.

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya melihat contoh, tetapi turut terlibat secara langsung dalam proses pembuatan ecoprint. Mereka diajak mengenali bagian dan fungsi daun serta mengamati bagaimana bahan alam di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi karya yang dapat digunakan kembali. Kegiatan di TK turut didampingi oleh guru, sedangkan kegiatan di SD dilaksanakan bersama mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta.

baca juga

Praktik ecoprint bersama siswa SD Muhammadiyah Kedundang
info gambar

Proses pembuatan ecoprint oleh Siswa SD Muhammadiyah Kedundang bersama mahasiswa KKN-R UNY 13003 (Sumber: Dokumentasi Pribadi)


Melalui pengalaman belajar secara langsung, RIMBA memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal tumbuhan dengan cara yang lebih dekat, kontekstual, dan menyenangkan. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bagian dan fungsi daun, tetapi juga diajak mengamati berbagai bentuk daun yang tersedia di lingkungan sekitar dan menggunakannya sebagai bagian dari proses berkarya.

Proses pembuatan ecoprint menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitas dan keterampilan mereka melalui karya yang dihasilkan secara langsung. Setiap daun yang digunakan dapat menghasilkan bentuk dan pola yang berbeda, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk mengenali keunikan tumbuhan sekaligus mengekspresikannya melalui karya mereka sendiri.

Pemanfaatan daun sebagai motif alami juga memperkenalkan kepada siswa bahwa bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat memiliki nilai guna apabila dimanfaatkan secara bijak. Pengalaman tersebut dapat menjadi pengenalan awal mengenai pentingnya memanfaatkan sumber daya yang ada secara bertanggung jawab, sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengenai lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, RIMBA tidak hanya berfokus pada proses menghasilkan karya ecoprint, tetapi juga menghubungkan pengetahuan mengenai tumbuhan dengan kreativitas dan pemanfaatan bahan alam.

baca juga

Kegiatan RIMBA selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui pembelajaran kreatif yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal tumbuhan dan lingkungan. Pendekatan pembelajaran melalui praktik memungkinkan materi mengenai tumbuhan disampaikan tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui kegiatan yang dapat diamati dan dilakukan secara langsung oleh siswa.

Selain itu, RIMBA berkaitan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui pengenalan pemanfaatan bahan alam dalam menghasilkan produk yang dapat digunakan kembali. Pengalaman tersebut menjadi langkah sederhana dalam memperkenalkan kepada siswa bahwa bahan dari lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna tanpa menghilangkan unsur kreativitas dalam prosesnya.

Lebih dari sekadar menghasilkan totebag bermotif daun, RIMBA diharapkan menjadi pengalaman yang dapat terus diingat oleh siswa. Interaksi langsung dengan tumbuhan dan proses mengolahnya menjadi sebuah karya dapat menumbuhkan ketertarikan siswa untuk mengenal lingkungan di sekitarnya.

Dari kegiatan sederhana tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar bahwa alam tidak hanya dapat dipelajari, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. RIMBA menjadi salah satu langkah kecil untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui pembelajaran yang menyenangkan.

baca juga

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.