Kelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmen nyata mereka terhadap pemberdayaan penyandang disabilitas melalui inisiatif program pengabdian masyarakat bertajuk "UNY Mengabdi".
Program kali ini dilaksanakan di Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Panti 3, sebuah lembaga yang berdedikasi merawat anak-anak berkebutuhan khusus. Mengusung tema yang inspiratif, yakni "Menanam Harapan, Memanen Kreasi", kegiatan ini dirancang untuk menyatukan dua bidang strategis, yaitu pertanian dan kewirausahaan berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang inklusif, anak-anak panti tidak hanya menjadi objek penerima manfaat. Namun, dilibatkan secara langsung sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan prosesnya, guna menumbuhkan kemandirian.
Langkah awal dari program pemberdayaan ini dimulai pada 15 Maret 2025. Mengusung konsep ramah lingkungan, aktivitas diawali dengan menanam sayuran jenis kangkung dan bayam memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai wadahnya. Langkah tersebut sekaligus menjadi kampanye edukasi mengenai pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai guna.
Dengan sabar, mahasiswa UNY membimbing anak-anak panti memahami dasar-dasar pertanian, mulai dari cara mempersiapkan media tanam, mengolah pupuk, hingga teknik menanam benih sayuran. Anak-anak juga diajarkan nilai ketelatenan dan tanggung jawab dalam merawat tanaman.
Mereka secara rutin diajak untuk menyiram tanaman, memberikan pupuk, menjaga kebersihan area rumah bibit, serta memindahkan bibit tanaman ke lokasi yang mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup agar tumbuh optimal.
Sembari menunggu tanaman mencapai masa panen, mahasiswa UNY memanfaatkan waktu tersebut untuk membekali anak-anak panti dengan keterampilan pemasaran produk melalui media sosial. Pembekalan ini dirancang agar menyenangkan dan mudah dipahami.
Anak-anak diajarkan dasar-dasar membangun identitas merek, mulai dari proses membuat logo yang menarik hingga menyusun slogan. Hasil dari proses kreatif ini melahirkan sebuah produk bernama "Keripik Sayap Rasa" dengan slogan "Kriuknya Daun, Rasanya Nendang".
Lebih jauh lagi, anak-anak diajarkan teknik mengunggah konten yang sesuai dengan tren media sosial terkini guna menjangkau target pasar yang lebih luas. Seluruh jejak kreativitas kegiatan ini dipublikasikan pada laman Instagram @sayap.rasa dan @unypeduli.sayapibu.
Tiba saatnya yang paling dinantikan, yaitu masa panen. Kangkung dan bayam yang telah dirawat dengan telaten akhirnya siap untuk dipetik. Sayuran tersebut kemudian diolah menjadi produk camilan keripik yang sehat dan bergizi.
Dalam proses produksinya, tercipta kolaborasi dan kerja sama yang hangat antara mahasiswa dengan anak-anak panti. Mereka bergotong royong melakukan pembersihan daun sayur agar terbebas dari kotoran, mengolah adonan tepung, melakukan proses penggorengan, hingga tahap akhir berupa pengemasan.
Pengemasan dilakukan secara cermat menggunakan packaging khusus berlabel Sayap Rasa yang didesain agar kualitas dan kerenyahan keripik tetap terjaga dengan baik saat sampai ke tangan konsumen.
Setelah produk siap saji, fase pemasaran pun dimulai. Produk Keripik Sayap Rasa dipasarkan melalui media sosial menggunakan sistem pra-pesan atau pre-order (PO) yang dibuka sejak tanggal 5 hingga 15 Mei 2025.
Respons dari pasar dan masyarakat umum pun sangat positif. Hanya dalam kurun waktu beberapa hari, puluhan kemasan Keripik Sayap Rasa ludes terjual. Salah satu pembeli, R.R. Kartika Dewi, S.Pd., memberikan ulasan yang positif.
"Dari kemasannya saja sudah bagus, rasanya enak dan gurih. Rasanya itu walaupun gurih tapi tetap bisa autentik, ada rasa bayamnya juga. Dan yang paling penting karena itu keripik, tetap renyah dan kriuk," puji beliau.
Kegiatan "UNY Mengabdi" ini tidak sekadar menghasilkan inovasi produk camilan sehat bernilai ekonomis, tetapi juga secara nyata berhasil mendorong terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif bagi anak-anak panti asuhan.
Melalui pelaksanaan program kerja yang berkesinambungan ini, tim mahasiswa pelaksana berharap penuh produk Keripik Sayap Rasa dapat terus diproduksi dan dikembangkan sebagai program pemberdayaan disabilitas jangka panjang.
Langkah strategis tersebut sangat sejalan dengan visi UNY dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin #8, yaitu mewujudkan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi yang inklusif dan produktif bagi semua kalangan.

