mengenal batik sambil berwisata konsep baru untuk wisatawan mancanegara mengenal wastra lokal - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Batik Sambil Berwisata, Konsep Baru untuk Wisatawan Mancanegara Mengenal Wastra Lokal

Mengenal Batik Sambil Berwisata, Konsep Baru untuk Wisatawan Mancanegara Mengenal Wastra Lokal
images info

Foto oleh Camille Bismonte di Unsplash


Batik tidak hanya hadir sebagai kain dengan motif tertentu. Di sejumlah daerah, wisatawan dapat melihat proses pengerjaan, mencoba menggunakan canting, dan mengenal cerita yang menyertai motif batik.

Potensi tersebut mendorong Kementerian Pariwisata mengusulkan batik sebagai bagian dari wisata berbasis pengalaman bagi wisatawan mancanegara. Konsep ini menggabungkan kunjungan ke kampung batik dengan kegiatan membatik.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini mengatakan batik memiliki unsur produk, proses, dan filosofi kehidupan. Yang mana, kisah-kisah di balik batik ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong mancanegara.

โ€œPotensi batik sangat menarik karena batik bukan sekadar produk, tetapi juga proses dan filosofi hidup. Ini yang disebut UNESCO sebagai warisan budaya takbenda sejak 2009,โ€ kata Made.

ย 

Wisatawan Bisa Mengenal Proses Membatik

Pengalaman wisata berbasis batik dapat dilakukan melalui kunjungan ke kampung batik dan kegiatan membatik. Wisatawan dapat melihat cara perajin menyiapkan kain, menggunakan malam, serta menggoreskan canting untuk membentuk motif.

Kegiatan tersebut membuat wisatawan mengenal batik dari prosesnya. Setiap daerah juga memiliki motif, cerita, dan kebiasaan membatik yang berbeda.

Made menyebut wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Thailand umumnya tertarik pada batik karena kedekatan budaya dengan Indonesia.

Wisatawan dari Jepang dan Korea Selatan juga dinilai memiliki ketertarikan terhadap batik karena menghargai keterampilan tangan dan detail pengerjaan.

Adapun pelancong dari Belanda, Jerman, dan Prancis disebut tertarik pada budaya serta konsep slow fashion. Wisatawan dari Amerika dan Australia cenderung menyukai cerita yang melekat pada produk kerajinan.

Sejumlah kampung dan desa yang menjadikan batik sebagai daya tarik utama tersebar di beberapa daerah.

Wilayah tersebut mencakup Kampung Batik Kauman dan Laweyan di Solo, Desa Wisata Batik Giriloyo di Yogyakarta, Kampung Batik Pesindon dan Kauman di Pekalongan, Desa Wisata Batik Trusmi di Cirebon, serta Kampung Batik Lasem di Rembang.

Di tempat-tempat itu, wisatawan dapat melihat kegiatan perajin dan mengenal lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan batik. Pengalaman tersebut dapat dilengkapi dengan kegiatan membatik yang disesuaikan dengan waktu kunjungan.

Pengelola desa wisata juga mendapatkan dukungan melalui pelatihan layanan penginapan, pemasaran digital, pembuatan katalog elektronik, serta penerapan standar kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan atau CHSE.

ย 

Agen Perjalanan Didorong Masukkan Kampung Batik

Kementerian Pariwisata juga mendorong agen perjalanan memasukkan kampung batik ke dalam rencana perjalanan wisatawan mancanegara.

Dengan cara itu, kunjungan ke kampung batik dapat menjadi bagian dari rangkaian perjalanan, bukan sekadar kegiatan tambahan ketika wisatawan berada di sebuah kota.

Made mengatakan pengenalan batik kepada wisatawan asing masih perlu diperluas. Informasi mengenai lokasi kampung batik, jenis kegiatan, durasi kunjungan, dan layanan yang tersedia perlu disampaikan melalui saluran promosi pariwisata.

Pengembangan wisata batik juga berkaitan dengan ketersediaan perajin. Wisatawan membutuhkan orang yang dapat memperagakan proses membatik sekaligus menjelaskan cerita di balik motif dan tradisi setempat.

Karena itu, Made menyebut regenerasi perajin sebagai salah satu kebutuhan dalam pengembangan layanan wisata berbasis batik. Keterlibatan perajin muda diharapkan dapat mengisi kegiatan pembuatan batik dan pengalaman membatik bagi wisatawan.

Regenerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat kain batik. Perajin juga dapat berperan sebagai pemandu yang menjelaskan alat, bahan, tahapan pengerjaan, serta filosofi yang menyertai batik.

Selain itu,ย batik juga dipromosikan melalui sejumlah agenda di dalam dan luar negeri untuk lebih bisa dikenal berbagai kalangan pelancong, seperti Festival Batik Pekalongan dan Solo Batik Carnival dimasukkan ke dalam Kharisma Event Nusantara.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.