motogp mandalika bukan cuma balapan dampaknya tembus rp4 7 triliun dan buka peluang ekonomi lokal - News | Good News From Indonesia 2026

MotoGP Mandalika Bukan Cuma Balapan! Dampaknya Tembus Rp4,7 Triliun dan Buka Peluang Ekonomi Lokal

MotoGP Mandalika Bukan Cuma Balapan! Dampaknya Tembus Rp4,7 Triliun dan Buka Peluang Ekonomi Lokal
images info

Motogp Mandalika/Injourney


MotoGP Mandalika 2025 tak hanya menghadirkan persaingan di lintasan, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian dan pengembangan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kajian Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp2,7โ€“4,7 triliun.

Temuan tersebut terangkum dalam buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata yang diluncurkan Kementerian PPN/Bappenas. Kajian ini disusun bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), yang merupakan bagian dari ekosistem InJourney.

Kajian tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Sekretariat Negara, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Bank Indonesia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menilai peluncuran buku tersebut menjadi momentum untuk melihat MotoGP Mandalika dalam perspektif yang lebih luas. Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan destinasi dan penggerak ekonomi masyarakat.

baca juga

โ€œBagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia. Karena itu, kami menyambut baik kajian Bappenas yang menunjukkan secara lebih komprehensif bagaimana sebuah event global dapat memberikan multiplier effect bagi ekonomi dan pengembangan destinasi,โ€ tutur Maya.

Dampak MotoGP Tak Berhenti Saat Balapan Selesai

Kajian Bappenas bersama ITDC dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 1.800 responden yang terdiri dari penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor.

Hasil kajian menunjukkan skor pengalaman penonton atau brand equity mencapai 5,07 dari skala 6. Eksposur Mandalika juga diperkirakan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen, dengan potensi tambahan belanja wisatawan mencapai Rp44,5 miliar apabila didukung promosi destinasi yang terintegrasi.

Dari sisi ekonomi lokal, MotoGP turut menggerakkan UMKM, tenaga kerja, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata. Tingkat kepuasan tenaga kerja dan relawan tercatat 5,51 dari skala 6, sedangkan kepuasan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23.

baca juga

Eksposur global MotoGP Mandalika juga memberikan nilai promosi bagi Indonesia. Kajian mencatat Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

Maya menilai berbagai temuan tersebut dapat menjadi pembelajaran dalam mengembangkan sport tourism di Indonesia.

โ€œYang ingin kita bangun bukan hanya event yang sukses pada saat berlangsung, tetapi sebuah ekosistem yang terus tumbuh sebelum, selama, dan setelah event. Mulai dari konektivitas, kesiapan destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, keterlibatan UMKM dan masyarakat, sampai pengembangan talenta lokal. Dibutuhkan concerted efforts dan semangat gotong royong dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, pelaku industri, komunitas, hingga masyarakat untuk memastikan dampaknya semakin luas,โ€ tambah Maya.

Mandalika Ditargetkan Hidup 365 Hari

Sebagai bagian dari ekosistem InJourney, ITDC memiliki peran dalam mengembangkan The Mandalika sebagai kawasan pariwisata sekaligus destinasi sport tourism.

baca juga

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan hasil kajian Bappenas memperkuat pentingnya mengubah dampak event menjadi manfaat pembangunan kawasan dalam jangka panjang.

โ€œMotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional bukan sekadar tontonan, tetapi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Bagi ITDC, momentum ini harus ditransformasikan dari event-based economy menjadi event-led development, sehingga dampaknya tidak berhenti ketika balapan selesai, tetapi terus dirasakan oleh kawasan dan masyarakat,โ€ ujarnya.

Dengan pengalaman lebih dari 52 tahun, ITDC terus memperkuat perannya sebagai Master Developer dan Asset Manager melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, serta ekosistem destinasi yang terintegrasi.

โ€œInilah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang hidup 365 hari, sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,โ€ tambahnya.

baca juga

Sementara itu, Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, menilai MotoGP juga memiliki peran dalam membangun ekosistem motorsport nasional.

โ€œPertamina Grand Prix of Indonesia memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menjadi bagian dari panggung motorsport dunia. Namun yang lebih penting, kita ingin momentum ini ikut membangun ekosistem motorsport nasional, mulai dari pembinaan pembalap muda, tenaga profesional, marshal, hingga berbagai profesi pendukung lainnya. Kehadiran talenta seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji menunjukkan bahwa event internasional dapat menjadi bagian dari perjalanan talenta Indonesia menuju level dunia,โ€ ujar Ananda.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 9โ€“11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.

Menjelang pelaksanaan, InJourney bersama ITDC, MGPA, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan terus mematangkan kesiapan sirkuit, konektivitas, akomodasi, transportasi, keamanan, kesehatan, pariwisata, hingga keterlibatan masyarakat dan UMKM.

baca juga

Pada periode penyelenggaraan MotoGP 2026, tercatat tambahan 66 penerbangan dari dan menuju NTB untuk mendukung mobilitas wisatawan dan penonton.

Selain itu, 100 persen marshal yang bertugas pada 2026 merupakan talenta lokal NTB yang telah memenuhi standar internasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya InJourney menjadikan MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda balap tahunan, tetapi penggerak ekosistem sport tourism yang memberikan manfaat ekonomi, membuka peluang bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi olahraga bertaraf internasional.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.