sulut yogyakarta dan jabar jadi provinsi dengan kks tertinggi apa indikatornya - News | Good News From Indonesia 2026

Sulut, Yogyakarta, dan Jabar Jadi Provinsi dengan KKS Tertinggi, Apa Indikatornya

Sulut, Yogyakarta, dan Jabar Jadi Provinsi dengan KKS Tertinggi, Apa Indikatornya
images info

Manado | Tom Donders/Unsplash


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis laporan Profil Kesehatan Indonesia 2025. Salah satu isi laporan itu adalah data penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di Indonesia

KKS merupakan program untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, aman, dan sehat bagi masyarakat. Upaya ini dicapai lewat penerapan berbagai tatanan kegiatan yang terintegrasi antara warga dan pemerintah daerah.

Dari total 38 provinsi di Indonesia, capaian KKS nasional tercatat baru mencapai 37,94 persen atau sebanyak 195 kabupaten/kota. Uniknya, meskipun belum sepenuhnya merata, ada tiga provinsi yang berhasil menembus angka capaian sempurna 100 persen.

Ketiga provinsi tersebut adalah Sulawesi Utara, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat. Apa indikator penentu di baliknya?

Daftar 10 Provinsi dengan Persentase KKS Tertinggi

Data Kemenkes RI yang dirangkum GoodStats, berikut adalah daftar 10 provinsi dengan persentase kabupaten/kota sehat tertinggi di Indonesia:

  1. Sulawesi Utara: 100%
  2. DI Yogyakarta: 100%
  3. Jawa Barat: 100%
  4. Jawa Timur: 89,47%
  5. Bali: 88,89%
  6. Sulawesi Selatan: 83,33%
  7. Jawa Tengah: 82,86%
  8. Sumatera Barat: 63,16%
  9. Kalimantan Timur: 50,00%
  10. Kalimantan Utara: 40,00%

Capaian 100 persen di Sulawesi Utara mencakup seluruh 15 kabupaten/kota di wilayahnya. Hal serupa juga dicapai oleh DI Yogyakarta dengan 5 kabupaten/kota dan Jawa Barat dengan 27 kabupaten/kota.

baca juga

Indikator Kabupaten/Kota Sehat

Suatu kabupaten/kota dinyatakan sehat apabila mampu melaksanakan seluruh tatanan kegiatan dengan capaian minimum 70 persen di setiap tatanan. Selain capaian teknis, kelengkapan dokumen administratif juga menjadi syarat mutlak.

Pemerintah daerah harus memiliki Surat Keputusan (SK) Tim Pembina KKS dan SK Forum KKS. Daerah juga wajib menyusun rencana kerja serta memiliki laporan hasil verifikasi dari tim pembina tingkat provinsi.

Keberadaan Forum KKS menjadi kunci karena berfungsi sebagai wadah partisipasi masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa. Lewat forum ini, warga terlibat langsung dalam merencanakan dan menjalankan program kesehatan.

Penilaian KKS dikelompokkan ke dalam sembilan tatanan berdasarkan kawasan dan isu spesifik di daerah. Tatanan ini mendorong pembangunan kesehatan yang holistik dan tidak hanya berfokus pada fasilitas medis.

Berikut sembilan tatanan yang menjadi indikator utama KKS:

  1. Kehidupan masyarakat sehat mandiri
  2. Permukiman dan fasilitas umum
  3. Satuan pendidikan
  4. Pasar
  5. Perkantoran dan perindustrian
  6. Pariwisata
  7. Transportasi dan tertib lalu lintas jalan
  8. Perlindungan sosial
  9. Penanggulangan bencana

Lewat tatanan itu, pemerintah daerah dinilai dari kualitas air, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga keselamatan lalu lintas. Setiap sektor saling terintegrasi demi menciptakan lingkungan hidup yang aman dan sehat.

baca juga

Kategori Penghargaan Swasti Saba

Daerah yang berhasil memenuhi tatanan KKS akan diberikan penghargaan Swasti Saba setiap dua tahun sekali. Penghargaan ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Padapa, Wiwerda, dan Wistara.

Kategori Swasti Saba Padapa diberikan kepada daerah yang mencapai nilai tatanan 71–80 persen dan minimal 80 persen desa/kelurahan bebas buang air besar sembarangan (ODF). Kategori Wiwerda diberikan untuk capaian tatanan 81–90 persen dengan minimal 90 persen desa ODF.

Tingkatan tertinggi adalah Swasti Saba Wistara. Penghargaan ini mensyaratkan 100 persen desa/kelurahan sudah berstatus ODF serta capaian nilai di setiap tatanan minimal 91 persen.

Capaian penuh di Sulawesi Utara, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat membuktikan kuatnya komitmen daerah dalam membangun kesehatan berbasis komunitas. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu provinsi lain untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan publik di daerahnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.