ada badak jawa di kebun binatang roma cerita patung berbalut batik karya seniman jogja di italia - News | Good News From Indonesia 2026

Ada Badak Jawa di Kebun Binatang Roma: Cerita Patung Berbalut Batik Karya Seniman Jogja di Italia

Ada Badak Jawa di Kebun Binatang Roma: Cerita Patung Berbalut Batik Karya Seniman Jogja di Italia
images info

Patung badak jawa di Italia | KBRI Takhta Suci


Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kini bisa dijumpai di Bio Parco atau Taman Biopark di Roma, Italia. Namun, pengunjung tidak akan melihat wujud asli badak jawa, melainkan replika alias patung badak yang dibuat menyerupai aslinya di depan pintu masuk kebun binatang.

Patung badak jawa dengan warna dasar kehitaman itu merupakan hibah dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Takhta Suci untuk Taman Biopark Roma. Penyerahan patung badak jawa ini dilakukan secara simbolis pada 27 September 2026 dalam rangka memeringati Hari Badak Sedunia yang jatuh pada 22 September.

baca juga

Penyerahan patung itu bukan tanpa alasan. Badak jawa merupakan salah satu spesies hewan yang terancam punah.

Badak jenis ini merupakan satu dari lima spesies badak yang masih ada di kawasan Asia dan Afrika. Hewan ini hanya ada dan bisa ditemui di Taman Nasional Ujung Kulon saja.

Patung badak jawa dihibahkan dengan tujuan untuk memperkenalkan spesies badak bercula satu ini kepada masyarakat Italia.

Patung Badak Jawa di Italia yang Punya Desain Khas Indonesia

Patung ini berbahan utama perunggu dan kuningan serta dirancang langsung oleh seniman asal Yogyakarta bernama Outto Lengkong. Karya seni berbobot 398 kilogram ini dihiasi dengan ukiran motif batik tradisional khas Jawa dan Kalimantan yang membalut seluruh bagian badannya.

Kawan GNFI, melansir dari KBRI Takhta Suci, sebetulnya patung ini sudah ada sejak lama. Patung badak jawa pernah mejeng sebagai tampilan utama di Paviliun Indonesia di ajang Milan Expo 2015. Mendiang aktor senior Didi Petet menjadi sosok di balik hadirnya patung badak jawa di Italia saat itu.

Awalnya, patung badak jawa ini direncanakan untuk diserahkan sebagai kenang-kenangan bagi mendiang Paus Fransiskus agar dipajang secara permanen di Museum Vatikan. Namun, dalam perkembangannya, patung ini kemudian dihibahkan KBRI Takhta Suci untuk bisa diberikan kepada otoritas yang relevan di Vatikan maupun Italia.

Badak jawa di Italia | KBRI Vatikan
info gambar

Badak jawa di Italia | KBRI Vatikan


Kerja sama diplomatik akhirnya terjalin pada tahun 2026 saat KBRI Vatikan berkolaborasi dengan Yayasan Biopark Roma untuk menempatkan patung tersebut di kebun binatang kota. Duta Besar RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono, meresmikan penempatan karya ini bersama Presiden Yayasan Biopark Roma, Paola Palanza.

Pihak pengelola kebun binatang tertua di Italia ini menyambut hangat kehadiran patung tersebut sebagai sarana edukasi lingkungan bagi para pengunjung. Penempatannya juga sangat strategis karena ada tepat di gerbang masuk utama yang dilintasi oleh lebih dari 500 ribu wisatawan mancanegara setiap tahunnya.

Sekilas Soal Badak Jawa

Badak jawa (Rhinoceros sondaicus) merupakan salah satu mamalia darat purba bercula satu yang terancam punah. Dahulu, habitatnya tersebar luas di Asia Tenggara, seperti Myanmar, Thailand, Malaysia, hingga Vietnam. Bahkan, hewan ini tersebar hingga India.

Namun, maraknya aksi perburuan liar serta penyempitan hutan membuat populasinya terus menurun hingga punah. Di Vietnam, badak ini dinyatakan punah di tahun 2010. Saat ini, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di Banten menjadi satu-satunya habitat badak jawa di dunia.

Badan konservasi dunia IUCN memasukkan satwa ini dalam kategori critically endangered atau sangat terancam punah. Populasi badak jawa diperkirakan hanya ada sekitar 82-90 ekor saja.

baca juga

Kabar baiknya, di akhir Januari 2026 lalu, Tim Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa sukses merekam keberadaan seekor induk badak jawa dan anaknya di Blok Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon. Rekaman ini menjadi indikator penting atas keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan badak jawa.

Kawan GNFI, jawa memegang peranan ekologis yang sangat vital dalam mengontrol pertumbuhan vegetasi dan menjaga struktur rantai makanan hutan hujan tropis. Hilangnya spesies ini dari alam dapat mengganggu keseimbangan ekosistem hutan yang berdampak luas pada keanekaragaman hayati lainnya.

Untuk menanggulangi risiko perburuan dan potensi bencana alam, otoritas terkait telah menyiapkan kawasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) seluas 5.100 hektare. Kawasan konservasi terpadu di TNUK ini difungsikan khusus sebagai tempat perluasan habitat dan area pengembangbiakan intensif bagi badak jawa.

Kehadiran patung badak jawa di Roma menjadi simbol diplomasi yang mengingatkan masyarakat internasional akan pentingnya mendukung upaya konservasi satwa langka.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.