legenda asal usul 9 makam mbah sholeh cerita rakyat dari jawa timur - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Asal Usul 9 Makam Mbah Sholeh, Cerita Rakyat dari Jawa Timur

Legenda Asal Usul 9 Makam Mbah Sholeh, Cerita Rakyat dari Jawa Timur
images info

Legenda Asal Usul 9 Makam Mbah Sholeh, Cerita Rakyat dari Jawa Timur | Magnific AI


Makam Mbah Sholeh merupakan salah satu makam yang berada di Kompleks Pemakaman Masjid Ampel di Surabaya, Jawa Timur. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Jawa Timur yang menceritakan asal usul dari 9 makam Mbah Sholeh yang ada di area tersebut.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul 9 makam Mbah Sholeh ini? Simak kisahnya dalam artikel berikut ini.

Legenda Asal Usul 9 Makam Mbah Sholeh, Cerita Rakyat dari Jawa Timur

Disitat GNFI dari buku Penulisan Cerita Rakyat 2015, alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda yang bernama Sholeh atau Mbah Sholeh. Sejak kecil dia sudah berguru pada Sunan Ampel, menjadi salah satu wali songo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Mbah Sholeh menjadi salah satu santri termuda yang belajar pada Sunan Ampel. Konon dirinya sudah mulai masuk ke pondok pesantren sejak usia enam tahun.

baca juga

Walau masih belia, Mbah Sholeh menunjukkan semangat belajar yang tidak kalah dengan para santri lainnya. Setiap hari rutinitasnya diisi dengan mengaji serta menimba ilmu Islam.

Hal ini membuat Mbah Sholeh menjadi menonjol dibandingkan para santri lainnya. Dia pun menjadi salah satu murid kesayangan dari Sunan Ampel.

Walau begitu, Mbah Sholeh tidak berubah menjadi sosok yang jumawa. Dirinya tetap berlaku santun dan sopan pada sesamanya.

Tidak heran para santri pun menyayanginya. Bahkan santri yang lebih dewasa pun mengayomi Mbah Sholeh dalam menuntut ilmu agama di sana.

Seiring berjalannya waktu, Mbah Sholeh pun mulai tumbuh dewasa. Dirinya sudah mempelajari banyak ilmu agama dalam kurun waktu tersebut.

Namun hal itu dirasa tidak cukup oleh Mbah Sholeh. Dia merasa jika ilmu yang sudah didapatkan tersebut juga mesti diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mbah Sholeh pun berniat untuk berbuat kebaikan. Tidak hanya sekali dua kali saja, dia berniat melakukan hal tersebut sepanjang hidupnya.

Setelah berpikir cukup lama, Mbah Sholeh akhirnya menemukan satu amalan yang ingin dia lakukan secara konsisten. Amalan tersebut adalah menjaga kebersihan.

Mbah Sholeh memulai amalan ini dengan menjaga kebersihan dirinya sendiri. Dirinya selalu menjaga wudhunya kapan saja.

Tidak mudah memang untuk memulai amalan baik tersebut. Tidak jarang rasa malas menghampirinya untuk melakukan amalan itu.

Namun tekad dan niat kuat yang sudah ditanamkan Mbah Sholeh berhasil menepis rasa malas tersebut. Alhasil Mbah Sholeh berhasil menjalankan amalan baik ini dengan konsisten.

Setelah berhasil dengan dirinya sendiri, Mbah Sholeh kemudian berniat untuk melakukan amalan yang juga berdampak bagi orang banyak. Dia pun memikirkan apa yang bisa dilakukan di masjid yang ada di area pesantren tersebut.

Mbah Sholeh melihat banyak santri yang berkegiatan di area masjid tersebut. Hal ini membuat beberapa bagian masjid menjadi kotor.

Melihat hal tersebut, Mbah Sholeh akhirnya menemukan amalan yang bisa dia lakukan. Mbah Sholeh pun mengambil peralatan dan mulai membersihkan masjid.

Hal ini terus dia lakukan seminggu penuh. Sunan Ampel yang menyadari hal ini pun terkesan dengan perilaku Mbah Sholeh tersebut.

Akhirnya pada satu kesempatan, Sunan Ampel memuji amalan baik yang dilakukan oleh Mbah Sholeh. Sunan Ampel juga mendorong para santri lain untuk meniru kebaikan Mbah Sholeh.

baca juga

Sejak saat itu, Mbah Sholeh pun membersihkan masjid bersama para santri lainnya. Namun sayang, tidak lama kemudian Mbah Sholeh meninggal dunia.

Mbah Sholeh pun dimakamkan di area masjid. Sepeninggalan dirinya, area masjid mulai terlihat kotor kembali.

Keajaiban terjadi beberapa waktu kemudian. Pada waktu itu, muncul seorang pemuda yang sangat mirip dengan Mbah Sholeh.

Dia pun memiliki kebiasaan yang sama dengan Mbah Sholeh. Pemuda ini seolah-olah menggantikan tugas Mbah Sholeh dalam membersihkan masjid.

Namun keberadaannya juga tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian, pemuda ini juga meninggal dunia dan dimakamkan di sebelah makam Mbah Sholeh.

Kejadian serupa terus kembali terulang beberapa waktu kemudian. Saat pemuda ke-8 Mbah Sholeh muncul, Sunan Ampel pun sudah berusia lanjut dan meninggal dunia.

Tidak lama kemudian, muncul pemuda ke-9 yang mirip Mbah Sholeh. Pemuda ini pun meninggal dunia tidak lama kemudian dan dimakamkan di area yang sama dengan Mbah Sholeh sebelumnya.

Sejak saat itu, tidak ada lagi pemuda yang mirip Mbah Sholeh muncul. Alhasil hanya ada 9 makam Mbah Sholeh yang berjejer di area tersebut.

baca juga

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.