Ada sebuah cerita rakyat dari Jambi yang menceritakan tentang tiga saudara sakti yang memiliki hubungan khusus dengan Negeri Kerinci. Ketiga saudara ini diketahui pernah menyelamatkan negeri tersebut dari ancaman teror dulunya.
Berbekal kesaktian yang mereka miliki, teror yang terjadi di Negeri Kerinci tersebut bisa teratasi dengan mudah. Lantas bagaimana cerita dari kisah tiga saudara sakti yang menyelamatkan Negeri Kerinci tersebut?
Kisah Tiga Saudara Sakti yang Menyelamatkan Negeri Kerinci, Cerita Rakyat dari Jambi
Disitat GNFI dari buku Parasian Simamora yang berjudul Cerita Rakyat Daerah Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, alkisah pada zaman dahulu hiduplah tiga orang bersaudara di Lubuk Resam. ketiga bersaudara ini bernama Tangkai Rabuih, Raden Pangi, dan Raden Suaso.
Ketiga bersaudara ini bukanlah orang yang sembarangan. Mereka dikenal sangat sakti dengan kemampuan yang mumpuni.
Mereka bertiga diketahui bisa berubah menjadi harimau kapan saja. Dalam wujud harimau ini, mereka akan berjalan mengitari daerah Lubuk Resam untuk menjaga keamanannya.
Tidak hanya itu, mereka juga mendatangi daerah lain yang ada di sekitar Sungai Batang Asai. Berkat ketiga saudara tersebut, daerah Batang Asai dan sekitarnya bisa aman dari berbagai macam marabahaya yang mengancam.
Pada suatu waktu, terjadi peristiwa yang menggemparkan masyarakat di Negeri Kerinci. Negeri tersebut tengah diserang oleh jenggi atau singa.
Jenggi ini tiba dari arah laut dan meneror negeri tersebut. Banyak hewan ternak masyarakat yang habis dimakan oleh jenggi itu.
Tidak ada masyarakat Negeri Kerinci yang mampu melawan teror yang tengah terjadi. Hal ini membuat mereka selalu dihantui rasa takut setiap harinya.
Melihat kondisi ini, para tetua kampung kemudian berkumpul dan bermusyawarah mencari solusi atas permasalahan yang tengah terjadi di negeri mereka. Ketika sedang berdiskusi, salah seorang dari mereka kemudian teringat tentang tiga saudara sakti yang ada di daerah Batang Asai.
Para tetua ini kemudian bersepakat untuk meminta bantuan dari tiga saudara tersebut. Utusan pun dikirim untuk pergi ke Batang Asai dan meminta bantuan.
Beberapa waktu kemudian, utusan ini kemudian sampai di Batang Asai. Di sana utusan tersebut langsung bertemu dengan Tangkai Rabuih, Raden Pangi, dan Raden Suaso.
Utusan Negeri Kerinci ini kemudian menceritakan situasi genting yang tengah terjadi di daerah mereka. Atas dasar itulah, utusan tersebut meminta bantuan dari ketiga saudara sakti tersebut.
Tanpa pikir panjang, Tangkai Rabuih, Raden Pangi, dan Raden Suaso bersepakat untuk membantu Negeri Kerinci. Setelah semua persiapan tersedia, ketiga saudara ini kemudian berangkat menuju Negeri Kerinci.
Kedatangan ketiga saudara ini disambut hangat oleh masyarakat Negeri Kerinci. Mereka menemukan harapan untuk mengatasi teror jenggi yang melanda daerah mereka.
Begitu tiba di sana, Tangkai Rabuih, Raden Pangi, dan Raden Suaso kemudian berubah menjadi harimau. Mereka kemudian mulai menyisir setiap sudut Negeri Kerinci.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan biang masalah. Begitu mereka bertemu dengan jenggi, pertempuran hebat pun akhirnya tidak terelakkan.
Pada awalnya, jenggi ini mampu mengimbangi ketiga saudara sakti tersebut. Namun karena kalah jumlah, jenggi tersebut berhasil dikalahkan dan menemui ajalnya saat itu juga.
Akhirnya Negeri Kerinci berhasil bebas dari teror jenggi. Ketiga saudara sakti ini pun disanjung bak pahlawan oleh masyarakat.
Pesta besar-besaran pun digelar sebagai bentuk ungkapan terima kasih pada ketiga saudara sakti tersebut. Setelah menyelesaikan tugasnya, akhirnya ketiga saudara tersebut kembali ke Lubuk Resam dan menetap di sana hingga akhir hayat mereka.


