Di tengah kondisi yang tak pasti seperti sekarang, dinamika kehidupan masyarakat tentu menjadi sorotan. Belum lagi situasi geopolitik dunia yang tak kunjung mereda, membuat tak sedikit dari masyarakat yang merasa bahwa kehidupan cenderung terasa βlebih beratβ.
Namun, ada kebiasaan khas dan unik yang mungkin hanya akan selalu dijumpai di Indonesia. Laporan Global Emotions 2025 yang dirilis oleh Gallup menunjukkan, meskipun hidup di tengah ketidakpastian, masyarakat Indonesia justru memilih untuk menghadapinya dengan senyuman.
Hasil riset menunjukkan, Indonesia menempati posisi teratas sebagai negara dengan penduduk yang paling sering tersenyum dan tertawa. Kok bisa?
Indonesia, Negara Paling Murah Senyum
Dalam survei Gallup World Poll terbaru, sebanyak 92 persen responden di Indonesia mengaku banyak tersenyum dan tertawa pada hari sebelumnya. Angka ini menempatkan Indonesia di urutan pertama secara global dalam indikator emosi positif harian.
Catatan tersebut mengungguli ratusan negara lain. Menariknya, jajaran teratas dalam daftar ini malah didominasi oleh negara-negara berkembang dari Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin.
Berikut adalah daftar 10 negara dengan persentase penduduk paling sering tersenyum dan tertawa di dunia:
- Indonesia: 92%
- Senegal: 91%
- Laos: 90%
- Panama: 90%
- Vietnam: 89%
- Oman: 89%
- Guatemala: 89%
- Paraguay: 88%
- Meksiko: 88%
- Kamboja: 87%
Apa Indikatornya?
Kawan GNFI, frekuensi tersenyum masyarakat Indonesia ini sejalan dengan indikator emosi positif lainnya. Salah satunya pada variabel rasa menikmati hari atau enjoyment.
Pada indikator ini, sebanyak 91 persen responden Indonesia menyatakan merasakan kenikmatan dalam menjalani harinya. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dunia, tepat di bawah Denmark dan Paraguay.
Selain itu, Indonesia mencatatkan hasil memuaskan pada indikator kualitas istirahat atau well-rested. Sebanyak 86 persen warga Indonesia merasa cukup beristirahat, yang menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia.
Sementara itu, tingkat emosi negatif seperti amarah tergolong relatif rendah di Indonesia. Hanya 21 persen responden yang merasa marah pada hari sebelumnya, jauh di bawah negara seperti Chad yang mencapai 47 persen.
Berbanding terbalik dengan Indonesia, Gallup mencatat sejumlah negara dengan persentase tersenyum dan tertawa paling rendah. Di negara-negara ini, tekanan ekonomi dan ketidakstabilan sosial berpengaruh pada emosi harian warga.
Berikut adalah daftar 5 negara dengan persentase tersenyum dan tertawa terendah versi Gallup:
- Makedonia Utara: 49%
- Siprus Utara: 48%
- Kazakhstan: 47%
- Lebanon: 42%
- Turki: 36%
Gallup menjelaskan, indikator ini mengukur frekuensi emosi harian pada populasi dewasa berusia 15 tahun ke atas di 144 negara. Pertanyaan berfokus pada apa yang dialami responden pada hari sebelumnya, dengan tingkat kepercayaan riset 95 persen.
Meski begitu, hasil survei ini tidak mengukur peringkat kebahagiaan secara menyeluruh. Data ini sekadar menggambarkan seberapa sering emosi positif diungkapkan secara nyata dalam keseharian.
Bagi masyarakat Indonesia, senyuman dan tawa berfungsi sebagai perekat hubungan sosial. Lewat senyuman, persoalan berat yang dihadapi terasa sedikit lebih ringan untuk dijalani bersama.
Apakah Kawan GNFI juga tipe yang banyak tersenyum dan tertawa saat menghadapi hari-hari yang berat?


