survei goodstats toshiko jadi kursi pijat pilihan utama publik ri 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

Survei GoodStats: Toshiko Jadi Kursi Pijat Pilihan Utama Publik RI 2026

Survei GoodStats: Toshiko Jadi Kursi Pijat Pilihan Utama Publik RI 2026
images info

Kursi pijat Toshiko T68 yang mengusung lebih dari 10 teknologi pijat, termasuk roller 4D dan AI Scan Pro+ yang memindai tubuh dalam 20 detik.


Aktivitas harian yang padat sering kali membuat tubuh terasa lelah dan membutuhkan pemulihan yang optimal. Untuk itu, kehadiran kursi pijat di rumah kini bukan lagi sekadar barang mewah, melainkan sebuah kebutuhan yang cukup esensial bagi banyak kalangan.

Fenomena ini turut tergambar dari hasil survei terbaru GoodStats. Dari beragam merek yang beredar di pasaran, Toshiko berhasil menunjukkan dominasi yang sangat signifikan. Merek ini mampu merebut lebih dari separuh pangsa preferensi publik secara keseluruhan.

Merek yang Bakal Dibeli 12 Bulan ke Depan

Tos hiko menjadi merek massage chair yang paling banyak dipilih responden untuk pembelian dalam 12 bulan ke depan dengan 54,8 persen.
info gambar

Toshiko menjadi merek massage chair yang paling banyak dipilih responden untuk pembelian dalam 12 bulan ke depan dengan 54,8%.


Sebanyak 54,8% responden menyatakan ketertarikannya buat membeli produk Toshiko dalam 12 bulan ke depan. Angka ini menempatkan Toshiko di posisi puncak sebagai kursi pijat pilihan utama orang Indonesia pada 2026.

Posisi kedua ditempati oleh Panasonic yang berhasil mengumpulkan 18,8% responden. Meskipun namanya sudah sangat dikenal luas, masih terdapat kesenjangan yang cukup jauh dari Toshiko.

Sementara itu, OSIM mengikuti di dengan raihan 10,8% sebagai pesaing ketiga yang cukup kuat. Adapun merek seperti Ogawa, ITSU, hingga Gintell hanya mampu meraih porsi yang sangat kecil di bawah 5%.

Brand dengan Top of Mind Tertinggi

Sejalan dengan itu, ketika mendengar kursi pijat, Toshiko juga jadi merek yang pertama kali terlintas di benak publik Indonesia, dengan capaian 22%, diikuti Advance (16,6%) dan OSIM (10,4%).Β 

Toshiko menjadi merek massage chair yang paling pertama muncul di benak responden dengan angka 23 persen
info gambar

Toshiko menjadi merek massage chair yang paling pertama muncul di benak responden dengan angka 23%


Hal ini menunjukkan bahwa tingkat familiaritas Toshiko sudah cukup baik di kalangan masyarakat umum.

Sebanyak 51,8% responden juga mengaku mengetahui Toshiko. Mayoritas mendengarnya dari media sosial (34,24%), diikuti iklan digital (11,76%) hingga pameran (10,08%).

Merek Paling Unggul dalam Layanan After Sales

Merek paling unggul untuk layanan after sales
info gambar

Toshiko jadi merek paling unggul untuk layanan after sales


Hasil survei GoodStats juga mengungkapkan merek kursi pijat mana yang memiliki layanan after sales terbaik.

Toshiko berhasil unggul dengan raihan 40%. Angka ini berarti, empat dari sepuluh responden menjadikan brand ini sebagai standar utama pelayanan purna jual di kalangan brand kursi pijat.

Panasonic duduk di bangku kedua dengan 32%, disusul OSIM dengan 12,8%. Nilai tersebut menunjukkan adanya gap yang cukup jauh dari merek di urutan teratas.

Ogawa hadir di urutan keempat dengan mendapatkan persentase yang jauh lebih kecil, yaitu hanya sebesar 6,2%. Peringkat kelima ditempati oleh merek ITSU yang berhasil meraih angka 0,6%. Gintell berada di posisi keenam dengan pencapaian yang sangat tipis, yakni sebesar 0,2%.

Merek Paling Unggul dalam Layanan Konsumen

Toshiko jadi merek paling unggul dalam layanan konsumen
info gambar

Toshiko jadi merek paling unggul dalam layanan konsumen.


Beralih ke kategori layanan konsumen terbaik, pola persepsi masyarakat ternyata menunjukkan kesamaan dengan kategori sebelumnya.Β 

Toshiko kembali mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar dengan meraih skor yang bahkan sedikit meningkat menjadi 42,%. Kenaikan ini menegaskan bahwa interaksi langsung petugas mereka dengan konsumen berjalan dengan sangat empatik dan profesional.

Panasonic kembali menempel di posisi kedua, meskipun persentasenya mengalami sedikit penurunan menjadi 31%.Β 

OSIM juga tetap stabil di peringkat ketiga dengan perolehan angka 12,4% untuk kategori layanan konsumen ini. Posisinya disusul Ogawa dengan capaian 4%, diikuti ITSU (1,2%). Sisanya sebanyak 8,6% responden memilih merek lain.

Konsistensi Toshiko meraih angka tertinggi di dua kategori berbeda menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kepuasan pelanggan.Β 

Data ini dapat menjadi referensi bagi calon pembeli sebelum mengeluarkan uang. Membeli kursi pijat tanpa mempertimbangkan kualitas after sales sama saja dengan mengundang risiko kerugian di masa depan.

Faktor Apa yang Paling Memengaruhi Pemilihan Kursi Pijat?

alasan paling utama dalam memilih kursi pijat
info gambar

Kualitas produk jadi alasan paling utama konsumen dalam memilih kursi pijat.


Sebanyak 76,4% responden menunjuk aspek kualitas sebagai syarat mutlak sebelum mengeluarkan uang untuk kursi pijat. Ini membuktikan kalau masyarakat kini semakin pintar dan tidak mudah tergiur dengan penawaran murahan.

Di urutan selanjutnya, faktor harga menjadi pertimbangan kedua terbesar dengan raihan sebesar 59%. Hal ini menegaskan kalau konsumen tetap menginginkan produk berkualitas tinggi namun dengan nilai transaksi yang masih masuk akal bagi kantong mereka.

Aspek kenyamanan juga tak kalah vital dan menempati posisi ketiga dengan persentase 57,8%. Sebuah alat pemijat tentu harus mampu memberikan rasa relaksasi yang sempurna tanpa menimbulkan rasa sakit atau tekanan berlebih.

Memasuki era modern, teknologi yang diusung oleh sebuah produk kini menjadi perhatian serius bagi 50% responden. Fitur canggih seperti pemindai tubuh otomatis atau pengaturan intensitas digital sangat dinantikan kehadirannya guna memaksimalkan pemulihan.

Faktor lain seperti jaminan garansi (41%), layanan after sales (28,19%), nama besar merek (25,6%), hingga promosi (22,6%) juga tetap berpengaruh.

Metodologi Survei

Adapun pengambilan data dalam survei ini dilakukan pada 12 Juni-20 Juli 2026 dengan metode survei online.Β 

Sebanyak 500 responden dari beragam kota besar di Indonesia dilibatkan, kebanyakan merupakan wanita (53%), berusia 30-40 tahun (68,8%), dengan domisili utama di Jabodetabek (70,8%).

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.