indonesia punya 1300 spesies ikan air tawar berpeluang perkuat industri ikan hias - News | Good News From Indonesia 2026

Indonesia Punya 1.300 Spesies Ikan Air Tawar, Berpeluang Perkuat Industri Ikan Hias

Indonesia Punya 1.300 Spesies Ikan Air Tawar, Berpeluang Perkuat Industri Ikan Hias
images info

Foto oleh qaz farid di Unsplash


Indonesia memiliki kekayaan ikan air tawar yang tersebar di berbagai wilayah. Sebagian jenis hidup di perairan umum, sementara sebagian lain berpeluang dikembangkan sebagai ikan hias.

Peneliti Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN Eni Kusrini mengatakan Indonesia memiliki sekitar 1.300 spesies ikan air tawar. Jumlah tersebut mencakup sumber daya genetik yang dapat mendukung pengembangan ikan hias.

โ€œ Ikan arwana, rainbow fish, rasbora, wild betta, botia serta berbagai jenis ikan lainnya merupakan bagian dari kekayaan tersebut. Biodiversitas merupakan modal genetik sekaligus bank gen alami yang menyediakan berbagai alel unggul untuk pengembangan varietas,โ€ jelas Eni dalam Webinar Nasional Aquatalk 11, Selasa, 22 September 2026.

Keragaman ikan tersebut menjadi sumber karakter yang dapat dipelajari, seperti warna, bentuk tubuh, daya tahan, kemampuan beradaptasi, dan pola pertumbuhan.

Ikan Hias Perlu Dikembangkan dari Budi Daya

Sebagian ikan hias Indonesia masih diambil langsung dari alam untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan luar negeri.

Eni mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan ikan hias melalui domestikasi, seleksi, dan pemuliaan. Domestikasi dilakukan agar ikan dapat beradaptasi dengan lingkungan budi daya.

Seleksi digunakan untuk memilih karakter yang diinginkan. Pemuliaan kemudian dilakukan untuk menghasilkan keturunan dengan sifat yang lebih stabil.

โ€œKondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan berbasis riset melalui domestikasi, seleksi, dan pemuliaan. Untuk menghasilkan strain yang stabil, produktif, adaptif, serta berkualitas,โ€ tambah Eni.

Pengembangan melalui budi daya juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penangkapan ikan dari habitat alami. Proses tersebut membutuhkan pengetahuan tentang pakan, kualitas air, reproduksi, kesehatan ikan, dan pengelolaan indukan.

ย 

Biodiversitas Menjadi Dasar Industri Ikan Hias

Perkembangan genetika molekuler dan genomik membuka peluang untuk mengembangkan ikan hias berdasarkan data.

Peneliti dapat menggunakan marka DNA, SNP, GWAS, transcriptomics, dan genomic selection untuk mempelajari keragaman genetik. Pendekatan tersebut membantu peneliti memilih dan mempertahankan karakter tertentu.

Karakter yang dipelajari dapat berkaitan dengan warna, bentuk tubuh, pertumbuhan, ketahanan terhadap penyakit, dan kemampuan beradaptasi.

Data genetik juga dapat membantu membedakan populasi ikan serta mencegah berkurangnya keragaman genetik akibat pemuliaan yang tidak terarah.

Eni mengatakan pembentukan varietas ikan hias unggul tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Prosesnya dimulai dari eksplorasi sumber daya genetik.

Tahap berikutnya mencakup domestikasi spesies potensial, karakterisasi genetik, seleksi, pemuliaan, dan hilirisasi. Hasil akhirnya dapat berupa benih, strain, atau produk ikan hias bernilai ekonomi.

โ€œProgram pemuliaan tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan proses panjang dan berkelanjutan untuk menjaga keragaman genetik sekaligus menghasilkan varietas unggul,โ€ ujarnya.

Pengelolaan sumber daya genetik juga perlu disertai konservasi in-situ dan ex-situ. Konservasi in-situ dilakukan di habitat asli, sedangkan konservasi ex-situ dilakukan di luar habitat asli, seperti fasilitas budi daya atau lembaga penelitian.

Dokumentasi dan penyimpanan data genetik diperlukan untuk mendukung penelitian berikutnya. Data tersebut juga dapat digunakan dalam perencanaan program pemuliaan.

Eni menilai pengembangan ikan hias perlu menghubungkan konservasi, riset, teknologi budi daya, dan pasar.

Biodiversitas ikan air tawar dapat menjadi sumber genetik bagi pengembangan varietas baru. Hasil riset kemudian dapat diterapkan dalam budi daya dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Penguatan riset genetika dan pemuliaan juga dapat membantu industri ikan hias menghasilkan ikan yang stabil, produktif, adaptif, dan sesuai kebutuhan pasar.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.