Pengalaman menjadi relawan di luar negeri membawa cerita baru bagi Zahra Nur Cahyani, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2023, melalui program Global Volunteer AIESEC di Turkiye. Zahra mengikuti proyek Fingerprint selama 6 Juli hingga 2 Agustus 2026, dengan kegiatan utama mengajar dan berinteraksi bersama anak-anak.
Keinginan untuk mendapatkan pengalaman menjadi volunteer di luar negeri sekaligus mengembangkan kemampuan menjadi alasan Zahra mengikuti Global Volunteer. Baginya, exchange menjadi kesempatan untuk mencoba lingkungan baru sekaligus menguji kemampuan yang selama ini dimilikinya.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Zahra terjadi pada hari terakhir mengajar. Setelah menjalani berbagai kegiatan bersama anak-anak selama proyek, ia mendapatkan ucapan terima kasih dari anak-anak yang diajarnya. Salah satu dari mereka bahkan memberikan hadiah kepadanya.
Momen tersebut menjadi pengalaman yang membekas bagi Zahra karena ia tidak menyangka interaksi selama mengajar dapat memberikan kedekatan tersendiri. Pengalaman tersebut juga membuatnya menyadari bahwa berinteraksi dan mengajar anak-anak ternyata dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.
βTurns out mengajar dan berinteraksi dengan anak kecil itu sangat seru. Aku anak tunggal dan rada awkward kalau sama anak kecil, jadi bagi orang-orang di luar sana yang sama seperti aku pasti relate,β ungkap Zahra.
Selain kegiatan dalam proyek, Zahra juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal kehidupan dan kebiasaan masyarakat Turkiye. Salah satu hal yang paling mengejutkan baginya adalah kebiasaan minum teh. Dalam berbagai kesempatan, seperti ketika bertamu atau bertemu seseorang, teh kerap menjadi bagian dari interaksi sehari-hari.
Pengalaman lintas budaya tersebut membuat Zahra menemukan berbagai kebiasaan yang berbeda dari kehidupan yang biasa ia temui di Indonesia. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman adaptasi selama menjalani Global Volunteer.
Dalam menjalankan proyek, Zahra juga menghadapi tantangan dalam berkomunikasi dengan teman satu proyek dan guru. Perbedaan bahasa terkadang menyebabkan miskomunikasi dan membuat masing-masing pihak kesulitan memahami apa yang dibutuhkan satu sama lain.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi kesempatan bagi Zahra dan tim untuk belajar menyelesaikan masalah bersama. Dengan mengkomunikasikan kendala yang muncul dan mencari solusi bersama, mereka akhirnya dapat bekerja sama dengan lebih baik sebagai sebuah tim.
βYang aku pelajari adalah kita bisa mengajak orang untuk mengkomunikasikan suatu masalah dan bekerja sama untuk mencari jalan keluar,β ujar Zahra.
Tidak hanya mendapatkan pengalaman sebagai volunteer, Zahra juga memanfaatkan waktunya untuk melakukan perjalanan secara mandiri setelah program selesai. Ia melakukan solo travelling ke Cappadocia, yang menjadi salah satu pengalaman personal selama berada di Turkiye.
Pengalaman tersebut juga didukung oleh hubungan baik yang terjalin bersama host family. Zahra mengaku mendapatkan sambutan yang sangat baik hingga merasa seperti memiliki keluarga di negara lain. Bahkan setelah kembali dari exchange, komunikasi dengan host family tersebut masih terus terjalin.
βHost family aku baik banget, jadi rasanya kayak punya keluarga di negara lain. We still communicate till now, dan aku tidak akan pernah berhenti menceritakan kebaikan beliau,β cerita Zahra.
Bagi Zahra, pengalaman Global Volunteer tidak hanya memberikan kesempatan untuk pergi ke luar negeri, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi. Berbagai tantangan selama exchange membuatnya menemukan bahwa kemampuan untuk menyelesaikan masalah bersama menjadi salah satu hal penting yang dibawa pulang dari pengalaman tersebut.
Zahra juga melihat exchange sebagai pengalaman yang dapat membuka berbagai perspektif baru. Menurutnya, setelah kembali ke Indonesia, terdapat perubahan dalam cara seseorang berkomunikasi dan melihat suatu hal karena selama exchange mereka berhadapan langsung dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda.
βKapan lagi bisa keluar negeri dan dapat pengalaman yang sangat banyak? Semua skill kalian itu akan diuji. Dan nggak bisa dipungkiri, setelah balik ke Indonesia pasti akan ada perubahan di diri kalian, cara kalian berkomunikasi dan cara kalian berpikir juga akan berubah,β ujar Zahra.
Melalui Global Volunteer, Zahra menemukan bahwa pengalaman berada di lingkungan baru dapat menjadi ruang untuk menantang diri sekaligus menemukan kemampuan yang sebelumnya belum disadari. Baginya, pengalaman exchange menjadi kesempatan untuk mendapatkan insight baru, membangun relasi, dan mengembangkan berbagai keterampilan melalui pengalaman secara langsung.


