berani keluar dari comfort zone cerita seorang member aiesec bertumbuh - News | Good News From Indonesia 2026

Berani Keluar dari Comfort Zone, Cerita Seorang Member AIESEC Bertumbuh

Berani Keluar dari Comfort Zone, Cerita Seorang Member AIESEC Bertumbuh
images info

Salma Kamila @AIESEC in UB


Keluar dari lingkungan yang sudah familiar tidak selalu terasa mudah. Bertemu dengan orang baru, beradaptasi dengan cara kerja yang berbeda, hingga harus menyampaikan pendapat di tengah lingkungan yang belum dikenal dapat membuat seseorang merasa ragu.

Namun, berada dalam situasi yang tidak familiar juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri dengan cara yang berbeda.

Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Salma Kamila, salah satu member AIESEC in Universitas Brawijaya. Keputusannya untuk bergabung berawal dari keinginan untuk mencoba lingkungan baru, bertemu dengan orang-orang yang berbeda, sekaligus menantang dirinya untuk keluar dari comfort zone.

Sebelum bergabung, ia melihat AIESEC sebagai organisasi dengan lingkungan yang beragam dan dinamis. Salma membayangkan akan bertemu dengan banyak orang dengan latar belakang dan cara bekerja yang berbeda, sekaligus mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengambil tanggung jawab.

baca juga

Ada ekspektasi, tetapi ada pula kekhawatiran mengenai apakah dirinya dapat beradaptasi dengan cepat, terutama karena ia akan bertemu dengan banyak orang baru dengan kepribadian dan cara kerja yang berbeda beda.

Namun, di sisi lain, situasi itu justru menjadi alasan mengapa Salma ingin mencoba bergabung.

Setelah menjadi bagian dari AIESEC, kesempatan untuk bekerja bersama orang-orang yang sebelumnya tidak dikenalnya menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan. Berbagai aktivitas dan tanggung jawab membuatnya berada dalam situasi yang mengharuskannya berkomunikasi, menyesuaikan diri, serta menjalankan perannya dalam sebuah tim.

Tidak semua situasi dapat langsung terasa nyaman. Ada kalanya ia harus mengambil inisiatif ketika dibutuhkan.

baca juga

Di kesempatan lain, ia perlu lebih banyak mendengarkan saran anggota tim. Dari pengalaman itu, Salma mulai memahami bahwa bekerja bersama orang lain tidak selalu berarti harus menjadi orang yang paling banyak berbicara dan mendominasi.

Bertemu dengan orang-orang berbeda kepribadian, latar belakang, perspektif, dan cara kerja juga membuatnya melihat bahwa tidak semua orang akan merespons suatu situasi dengan cara yang sama. Perbedaan itu kemudian menjadi bagian dari proses belajar untuk berkomunikasi dan menemukan cara bekerja sama yang sesuai.

Salah satu tantangan yang paling mendorongnya keluar dari comfort zone adalah ketika harus berinteraksi dan berkontribusi di lingkungan yang belum familiar. Ada saat ketika ia masih merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri.

baca juga

Namun, alih-alih menunggu rasa percaya diri datang terlebih dahulu, Salma perlahan belajar mengambil langkah pertama, memulai percakapan, menyampaikan pendapat, maupun mengambil tanggung jawab, meski hal hal itu sebelumnya terasa tidak mudah.

Baginya, keberanian untuk mencoba justru sering muncul setelah langkah pertama itu diambil, bukan sesudah merasa benar benar siap.

Perubahan itu mulai terasa dalam dirinya. Jika sebelumnya ia lebih sering berada dalam hal hal yang sudah familiar, kini ia menjadi lebih terbuka untuk bertemu dengan orang baru dan memulai percakapan, serta lebih nyaman menyampaikan apa yang dipikirkan dan mengambil tanggung jawab ketika dibutuhkan.

Pengalaman itu membuat cara pandang Salma terhadap perbedaan berubah. Bertemu dengan orang-orang yang memiliki cara berpikir dan bekerja yang berbeda membuatnya belajar untuk tidak langsung menilai perbedaan sebagai sesuatu yang harus dihindari.

baca juga

Mendengarkan, memahami sudut pandang orang lain, dan mencari cara untuk bekerja bersama menjadi bagian dari proses itu.

Perubahan tersebut kemudian turut memengaruhi cara ia memandang leadership. Sebelumnya, kepemimpinan mungkin lebih dekat dengan kemampuan memimpin orang lain atau mengambil keputusan.

Namun, pengalaman di dalam AIESEC in Universitas Brawijaya membuatnya melihat bahwa kepemimpinan punya bentuk yang lebih luas.

Kepemimpinan juga dapat terlihat dari kesediaan seseorang untuk bertanggung jawab, mendengarkan orang lain, memberikan dukungan kepada tim, serta mengetahui kapan harus mengambil langkah ke depan dan kapan memberikan ruang kepada orang lain. Dengan begitu, menjadi seorang pemimpin tidak selalu berarti berada di posisi paling depan.

baca juga

Bagi Salma, pengalaman di AIESEC menunjukkan bahwa proses bertumbuh sering kali dimulai dari kesediaan untuk berada dalam situasi yang belum familiar, sebuah proses yang menurutnya memberi ruang untuk berkembang, baik secara personal maupun profesional.

Rasa tidak nyaman tidak selalu berarti seseorang berada di tempat yang salah. Dalam beberapa keadaan, rasa itu justru dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang sedang dipelajari.

Perjalanan itu juga membuatnya menyadari bahwa setiap orang dapat memiliki cara yang berbeda dalam menjalani proses berkembang. Tidak ada satu latar belakang atau pengalaman tertentu yang harus dimiliki untuk memulai. Seseorang dapat datang dengan keraguan, rasa penasaran, maupun keinginan sederhana untuk mencoba sesuatu yang baru.

Pada akhirnya, pengalaman menjadi member AIESEC bukan hanya tentang seberapa banyak aktivitas yang telah dijalani. Lebih dari itu, ada proses mengenal diri, belajar berinteraksi dengan orang lain, menghadapi situasi yang tidak selalu nyaman, dan perlahan menjadi lebih berani mengambil peran.

baca juga

Bagi mahasiswa yang sedang mempertimbangkan untuk mencoba lingkungan baru, perjalanan Salma menjadi member AIESEC in Universitas Brawijaya dapat menjadi salah satu ruang untuk memulai.

Bukan karena seseorang harus sudah merasa siap sejak awal. Namun, karena proses belajar juga dapat terjadi ketika seseorang berani mencoba, bertemu orang baru, dan mengambil kesempatan yang sebelumnya terasa asing.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.