hadapi pilihan berani melangkah mahasiswa kkn t ipb hadirkan sarempug ngariksa di smpn 1 campaka - News | Good News From Indonesia 2026

Hadapi Pilihan, Berani Melangkah: Mahasiswa KKN-T IPB Hadirkan Sarempug Ngariksa di SMPN 1 Campaka

Hadapi Pilihan, Berani Melangkah: Mahasiswa KKN-T IPB Hadirkan Sarempug Ngariksa di SMPN 1 Campaka
images info

Dokumentasi Kegiatan Sarempug Ngariksa SMP | Sumber: Dokumentasi Kelompok


Remaja, seorang individu muda yang mulai dihadapkan dengan berbagai pilihan yang menentukan langkah menuju masa depan. Pilihan untuk melanjutkan pendidikan, menentukan cita-cita, hingga mengambil keputusan dalam pergaulan menjadi bagian dari perjalanan remaja sejak bangku SMP. Namun, tidak semua dari mereka memiliki gambaran yang jelas mengenai arah kehidupan yang ingin mereka capai. 

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian di Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Para remaja di desa setempat menghadapi berbagai tantangan, meliputi keterbatasan akses pendidikan tinggi, pernikahan dini, penggunaan gawai yang negatif, judi online, hingga pergaulan bebas. Berbagai kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa remaja membutuhkan ruang untuk mengenali dirinya, memahami pilihan yang ada, serta memikirkan langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai masa depan yang diinginkan.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IPB University menghadirkan program “Sarempug Ngariksa: Ngarancang Isuk nu Kertaraharja pikeun Harapan Bangsa” bagi siswa SMP Negeri 1 Campaka. Program ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada 16–17 Juli 2026 di SMP Negeri 1 Campaka. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa tingkat 9 SMP yang berasal dari 9 kelompok kelas yang berbeda. Selama dua hari, peserta diajak untuk mengenali berbagai pilihan yang dapat memengaruhi masa depan mereka melalui pendekatan yang interaktif.

baca juga

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui gambaran awal pengetahuan peserta sebelum mengikuti rangkaian program. Setelah itu, terdapat penyampaian materi mengenai pentingnya pendidikan, cita-cita dan cara merancang masa depan, penggunaan gawai, serta bahaya judi online sebagai salah satu tantangan bagi remaja di era digital. Materi disampaikan secara interaktif dan dilengkapi dengan sesi tanya jawab agar peserta dapat menyampaikan pertanyaan maupun pandangan mereka.

Sumber: Dokumentasi Kelompok
info gambar

Sumber: Dokumentasi Kelompok


Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan penayangan video kisah inspiratif mengenai perjuangan melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan serta upaya menghindari risiko judi online bagi pelajar. Peserta selanjutnya diajak untuk merefleksikan materi yang telah diperoleh melalui penyusunan future map.

Menggunakan model 4D dalam pendekatan apresiatif (appreciative Inquiry), siswa diajak mengenali kelebihan dan potensi diri, membayangkan cita-cita yang ingin dicapai, serta menyusun langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. Hari pertama kemudian ditutup dengan sesi refleksi.

Memasuki hari kedua, peserta kembali diajak membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Materi yang diberikan berfokus pada pengenalan pergaulan bebas dan pergaulan sehat, cara menjaga kesehatan reproduksi, serta upaya mencegah pernikahan dini. Setelah memperoleh materi, suasana kegiatan dilanjutkan dengan permainan kartu “Ngariksa Pikahareupeun.

Sumber: Dokumentasi Kelompok
info gambar

Sumber: Dokumentasi Kelompok


Dalam permainan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok dan dihadapkan pada berbagai kondisi serta pilihan yang mungkin ditemui dalam kehidupan remaja. Setiap kelompok perlu menentukan pilihan tindakan berdasarkan situasi yang diberikan. Permainan ini tidak hanya mengajak peserta untuk memilih, tetapi juga memberikan ruang untuk mempertimbangkan pilihan dan konsekuensinya. Kelompok dengan perolehan nilai tertinggi kemudian mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengisian post-test untuk melihat kembali pengetahuan dan pemahaman peserta setelah mengikuti program. Melalui perpaduan materi, diskusi, refleksi, dan permainan, Sarèmpug Ngariksa memberikan ruang bagi peserta untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mulai memikirkan cita-cita, pilihan, serta langkah yang dapat mereka ambil untuk masa depan.

Terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti program. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, rata-rata nilai peserta meningkat dari 63,0 menjadi 72,1 atau bertambah sebesar 9,1 poin. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan juga memberikan ruang bagi peserta untuk mulai memikirkan masa depan secara lebih terarah.

baca juga

Future map dengan pendekatan apresiatif mendorong siswa untuk mampu menyatakan cita-cita, mengenali kelebihan, serta menentukan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai cita-cita tersebut. Permainan “Ngariksa Pikahareupeun” juga membantu peserta mengenali bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. 

Berani menentukan pilihan dan berupaya mencapai cita-cita yang diimpikan menjadi harapan dari mahasiswa KKN-T melalui program “Sarempug Ngariksa”. Program ini hadir sebagai langkah edukasi preventif yang mendukung remaja menghadapi berbagai tantangan dan pilihan.

Diharapkan pula semangat dan nilai pembelajaran tidak berhenti pada sasaran, tetapi disebarkan oleh peserta kepada teman-teman sebayanya. Melalui penyerahan materi dan media kepada pihak sekolah, serta penayangan video edukasi di media sosial, semakin banyak remaja yang dapat menentukan arah kehidupan yang ingin dicapai.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KC
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.