Ada banyak cara untuk belajar mengenali hidup, dan bagi kami, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 111 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen adalah ruang kelas terbesar yang pernah kami temui. Di sini, di bawah langit Sragen, teori-teori kuliah diuji, divalidasi, dan diwujudkan dalam bentuk kerja nyata bersama warga.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) selalu menyimpan cerita tentang bagaimana teori di bangku kuliah melebur dengan kenyataan hidup di tengah masyarakat. Melalui KKN Tematik Literasi 111 Universitas Sebelas Maret (UNS), kami mendedikasikan diri untuk membersamai Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Bukan sekadar hadir, kami berupaya merajut berbagai program kerja strategis yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga—mulai dari kesehatan, sains rumah tangga, transformasi digital, pola asuh keluarga, hingga pemetaan potensi desa.
Perjalanan pengabdian ini merangkum berbagai warna program kerja yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Berikut adalah rekaman kisah dari setiap langkah yang telah kami ukir bersama.
1. Pilar Kesehatan Masyarakat: Lansia Sehat dan Sains Rumah Tangga

Sektor kesehatan menjadi fondasi utama dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang mandiri. Di bidang kesehatan lansia, dilaksanakan program Sosialisasi Kesehatan dan Senam Bersama Lansia di Desa Tegaldowo, yang bertujuan menjaga kebugaran fisik warga senior sekaligus memberikan edukasi pencegahan penyakit degeneratif.

Selain itu, inovasi dihadirkan melalui program Literasi Sains Rumah Tangga, yang mengedukasi masyarakat—khususnya ibu rumah tangga—mengenai pengenalan bahan kimia berbahaya pada produk harian, pentingnya pemilihan pangan sehat, serta praktik langsung pengukuran pH air untuk memastikan kelayakan konsumsi air bersih di lingkungan rumah tangga.
2. Pilar Digitalisasi dan Ekonomi: SABDA DESA serta Transformasi UMKM

Menjawab tantangan era digital, kelompok kami merancang sistem informasi administrasi berbasis digital yang dinamakan SABDA DESA (Sadar Bersama Informasi Desa) guna mempermudah akses layanan publik dan transparansi informasi warga. Kami juga memberikan edukasi cara akses atau pemanfaatannya.

Tidak hanya itu, sektor ekonomi lokal turut didorong melalui Pelatihan Pemanfaatan ChatGPT untuk Promosi Digital UMKM, di mana para pelaku usaha diajarkan cara memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membuat kalimat pemasaran yang menarik. Program ini dipadukan dengan Optimalisasi Profil Usaha di Google Maps serta Edukasi Pembayaran Digital (QRIS) agar UMKM Desa Tegaldowo semakin modern, mudah ditemukan konsumen, dan siap menghadapi persaingan pasar yang lebih luas.
3. Pilar Pendidikan Keluarga: Penguatan Parenting dan Manajemen Gadget Anak

Pendidikan karakter anak dimulai dari lingkungan keluarga terdekat. Oleh karena itu, program Penguatan Pola Asuh Positif dan Komunikasi Keluarga dalam Membentuk Karakter Anak di Desa Tegaldowo diselenggarakan untuk membimbing orang tua dalam menerapkan metode komunikasi yang hangat dan membangun mental positif anak.
Sebagai pelengkap di era modern, dihadirkan pula sesi Pendampingan Orang Tua dalam Penggunaan Gadget pada Anak, yang memberikan wawasan praktis mengenai cara membatasi screen time, mengawasi konten digital, serta mengarahkan anak agar bijak dan produktif dalam menggunakan gajet.
4. Pilar Pemetaan dan Pengembangan Potensi Desa Tegaldowo

Sebagai landasan strategis pembangunan jangka panjang, dirumuskan pula Gagasan Pengembangan Kawasan Desa Tegaldowo yang memuat arah rekomendasi kemajuan desa berbasis potensi lokal. Gagasan ini divisualisasikan secara komprehensif melalui penyusunan Peta Potensi Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, yang memetakan letak geografis, sumber daya, hingga komoditas unggulan desa secara akurat.
Sebuah pengabdian pada akhirnya bukan tentang seberapa besar program yang ditinggalkan, melainkan tentang seberapa dalam ikatan yang terbangun dan seberapa tulus perubahan yang diinspirasikan (Slamet, 2026).
Seluruh rangkaian langkah, mulai dari menjaga kebugaran para sesepuh desa, menguji sains di ruang-ruang rumah tangga, merajut sistem digital desa, hingga memetakan potensi wilayah, tentu tidak akan terwujud tanpa uluran tangan, tawa hangat, dan bimbingan penuh dari Bapak Kepala Desa Sutiyo, jajaran perangkat desa, serta seluruh warga Desa Tegaldowo yang telah menerima kami layaknya keluarga sendiri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


