negara paling gemar membaca di asean indonesia nomor berapa - News | Good News From Indonesia 2026

Negara Paling Gemar Membaca di ASEAN, Indonesia Nomor Berapa?

Negara Paling Gemar Membaca di ASEAN, Indonesia Nomor Berapa?
images info

Ilustrasi perpustakaan | Unsplash/Tranava University


Membaca menjadi aktivitas penting untuk membuka cakrawala dunia dan menambah wawasan baru. Di era digital, durasi waktu membaca sering kali dijadikan indikator utama ketertarikan masyarakat terhadap buku. Lalu, bagaimana posisi negara-negara Asia Tenggara dalam kegemaran membaca?

Berdasarkan survei CEOWorld Magazine, Singapura memimpin dengan rata-rata membaca hingga 155 jam per tahun. Sebagai perbandingan di tingkat global, Amerika Serikat menempati posisi pertama dunia dengan rata-rata 357 jam membaca per tahun. Di sisi lain, Afghanistan berada di posisi paling akhir secara global dengan rata-rata waktu membaca sekitar 58 jam per tahun.

Bagaimana dengan Indonesia?

Daftar Negara Paling Gemar Membaca di ASEAN

Mengutip dari data CEO World Magazine, berikut adalah peringkat negara ASEAN yang gemar membaca berdasarkan durasi jam per tahun:

  1. Singapura: 155 jam per tahun (6,72 buku per tahun)
  2. Thailand: 149 jam per tahun (6,37 buku per tahun)
  3. Indonesia: 129 jam per tahun (5,91 buku per tahun)
  4. Filipina: 123 jam per tahun (5,59 buku per tahun)
  5. Vietnam: 123 jam per tahun (5,54 buku per tahun)
  6. Malaysia: 122 jam per tahun (5,49 buku per tahun)
  7. Kamboja: 78 jam per tahun (3,52 buku per tahun)
  8. Myanmar: 74 jam per tahun (3,28 buku per tahun)
  9. Brunei Darussalam: 60 jam per tahun (2,59 buku per tahun)

Secara global, Indonesia berada di peringkat ke-31 dari negara-negara yang masuk dalam pemeringkatan CEOWorld Magazine.

Untuk dicatat, tidak ada data yang menunjukkan tingkat membaca di Laos dan Timor Leste.

baca juga

Skor Membaca Indonesia Berdasarkan Data BPS

Di sisi lain, berdasarkan Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Masyarakat 2025 dari Perpustakaan Nasional menunjukkan skor nasional Indonesia berada di angka 54,8. Komponen penyusunnya terdiri atas fase pra-membaca dengan skor 50,05, saat membaca 53,94, dan pasca-membaca 57,90.

Di bawah ini adalah daftar provinsi di Indonesia yang gemar membaca:

  1. Nusa Tenggara Timur (NTT): 62,05
  2. Nusa Tenggara Barat (NTB): 61,19
  3. Sumatra Selatan: 60,86
  4. Maluku Utara: 60,66
  5. Kalimantan Barat: 59,85
  6. Sulawesi Selatan: 59,84
  7. Sulawesi Tengah: 59,51
  8. Sumatera Barat: 59,42
  9. Sumatera Utara: 59,36
  10. Kepulauan Riau: 59,33

Kenapa Masih Banyak Orang Indonesia Tidak Suka Membaca? Adakah Solusinya?

Meskipun beberapa daerah meraih skor tinggi, budaya membaca secara nasional masih tergolong rendah. Penelitian yang dilakukan Nailah Rabbania Thalib, dkk., dalam MARAS: Jurnal Penelitian Multidisplin, rendahnya minat membaca dipengaruhi oleh faktor sosial budaya. Membaca umumnya belum menjadi kebiasaan sehari-hari dan masih dianggap sebatas kegiatan akademis sekolah semata.

Banyak keluarga belum menjadikan buku sebagai kebutuhan penting, sehingga perpustakaan di daerah sering sepi. Dari sisi fasilitas sekolah, data Dapodik menunjukkan hanya sekitar 68 persen sekolah dasar yang memiliki perpustakaan. Tak hanya itu, perpustakaan dengan kondisi layak pakai di jenjang SD hanya mencapai 57 persen saja.

Lalu, apa solusinya?

Dalam tulisannya, peneliti menjelaskan salah satu caranya lewat kebijakan pembiasaan membaca lima lembar atau lima belas menit setiap hari sebelum kelas dimulai. Langkah pembiasaan sederhana ini dinilai efektif untuk mendekatkan siswa pada aktivitas membaca tanpa beban.

baca juga

Selain itu, penyediaan perpustakaan keliling dua kali seminggu juga dinilai baik untuk memicu rasa senang masyarakat terhadap buku. Ada pula program satu buku satu anak dengan durasi satu bulan untuk membiasakan mereka mempresentasikan hasil bacaannya.

Terakhir, pemerintah perlu menyediakan wadah perpustakaan daerah serta memperbarui distribusi buku secara berkala setiap tahun.

Di sisi lain, merangkum dari Perpustakaan Nasional Indonesia, terdapat program bernama Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Program ini adalah strategi yang dibuat Perpusnas untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat yang masih tergolong rendah.

Relawan ini akan bergerak sampai ke akar rumput, di mana mereka juga akan berkoordiasi dengan dinas perpustakaan dan kearsipan daerah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.