Isu kesehatan mental menjadi salah satu perhatian besar pada generasi Z. Berbagai tantangan seperti tekanan akademik, perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga tuntutan masa depan membuat kelompok usia muda rentan mengalami gangguan piskologis.
Namun, kesehatan mental tidak dapat dipisahkan dari kondisi fisik. Keduanya saling berkaitan dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik.
Melihat kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Keperawatan (HIMIKA) Program Pendidikan Ners STIKES Widyagama Husada Malang berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Widyagama Husada Malang menyelenggarakan kegiatan Program Pelajar Berka (Belajar Bersama HIMIKA).
Program tersebut memiliki tujuan tentang pentingnya literasi kesehatan khususnya pada pelajar siswa-siswi mulai tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Literasi kesehatan yang disampaikan oleh HIMIKA setiap tahunnya berbeda.
Pada tahun ini HIMIKA mengangkat tema pentingnya kesehatan secara holistik bagi generasi Z. Tema tersebut mengintegrasikan antara kesehatan mental, fisik, dan prestasi bagi generasi Z dilingkungan sekolah menengah atas.
Kegiatan tahun ini dilaksanakan di SMKN 12 Kota Malang dengan sasaran 80 siswa-siswi kelas XI. Kegiatan yang membedakan dengan sebelumnya adalah siswa-siswi dilakukan skrining kesehatan jiwa melalui deteksi dini tanda dan gejala psikososial yang sering dialami oleh generasi Z.
Selain itu juga, dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, Tekanan darah, frekuensi pernapasan, dan tekanan nadi yang dilakukan oleh LPPM STIKES Widyagama Husada Malang. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh Ns. Ahmad Guntur Alfianto dalam memeriksa atau skrining kesehatan jiwa generasi Z, sedangkan dr. Dwi Soelistioningsih memeriksa kesehatan fisik generasi Z /siswa-siswi SMKN 12 Kota Malang.
Kegiatan berikutnya dengan memberikan edukasi atau literasi kesehatan mental bagi generasi Z/siswa-siswi SMKN 12 Kota Malang. Ns. Ari Dwi Sulaksono selaku pamateri dan dosen dari Prodi Pendidikan Ners STIKES Widyagama Husada Malang menyampaikan pentingnya kesehatan mental dan fisik generasi Z. Topik tersebut juga menjelaskan isu-isu kesehatan mental yang dialami oleh generasi Z akibat perubahan gaya hidup dan pergeseran sosial pada generasi Z.
Tidak hanya itu saja, Ns. Ari juga menyingung pentingnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dampak dan penggunaan yang tidak bijak pada saat ini menyebabkan masalah serius terhadap kesehatan mental dan kesehatan fisik.

Ns. Ari menyampaikan materi (Dok. HIMIKA)
Edukasi dan Literasi kesehatan mental tersebut juga memparktikan pentingnya peran teman sebaya dalam memberikan dukungan sosial dan dukungan motivasi untuk meningkatkan kesehatan mental. Kegiatan yang ditutup dengan praktik bersama menjadi konselor sebaya atau teknik pertolongan pertama psikologis menjadikan siswa-siswi SMKN 12 Kota Malang yang berparisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi lebih memahami untuk memberikan pertolongan pertama psikologis pada temannya sebelum ke tenaga profesional.
Pendekatan secara holistik ini menjadi penting karena permasalahan kesehatan mental sering kali berkaitan dengan kondisi tubuh. Kurang tidur, pola makan tidak teratur, minim aktivitas fisik, hingga tekanan kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis seseorang.
Antusisme peserta terlihat selama rangkain kegiatan berlangsung. Sebanyak 80 siswa-siswi yang mengikuti edukasi dan pemeriksaan berjalan dengan tertib. Berdasarkan evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan, terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya kesehatan mental dan fisik untuk dapat terus berprestasi.
Hasilnya setalah dilakukan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pentingnya kesehatan mental dan fisik untuk terus berperstasi sebesar 56,6% setelah mengikuti kegiatan eduskasi tersebut.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjga kesehatan secara menyeluruh. Hasil lain, seperti deteksi dini kesehatan mental dan fisik melalui tanda dan gejala peserta diserahkan kepada sekolah terutama tenaga medis di SMKN 12 Kota Malang. Hal tersebut, sebagai pertimbangan untuk dilakukan tindakan keberlanjutan jika ditemukan masalah kesehatan pada peserta.
Melaui program pelajar berka, HIMIKA STIKES Widyagama Husada Malang bersama LPPM berharap kegiatan ini menjadi agenda yang berkelanjutan sebagai bentuk pembelajaran kesehatan pada siswa-sisiwi secara periodik.
Melalui program tersebut HIMIKA dilatih untuk menjadi calon perawat profesional yang mampu mengaplikasikan ilmunya melalui peran seorang perawat yaitu menjadi pemberi asuhan keperawatan dan edukator. Peran tersebut sebagai bentuk upaya layanan keperawatan bersifat promotif dan preventif dalam menciptakan layanan pada generasi Z yang lebih peduli terhadap kesehatan dirinya.
Generasi Z tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik dan keterampilan teknologi, tetapi juga membutuhkan ketahanan mental serta kesadaran menjaga kesehatan fisik. Dengan keseimbangan tersebut, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang lebih produktif, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


