plta lamajan warisan kolonial tahun 1925 yang masih ikut sokong kelistrikan nasional - News | Good News From Indonesia 2026

PLTA Lamajan: Warisan Kolonial Tahun 1925 yang Masih Ikut Sokong Kelistrikan Nasional

PLTA Lamajan: Warisan Kolonial Tahun 1925 yang Masih Ikut Sokong Kelistrikan Nasional
images info

Ilustrasi sebuah dam | Unsplash/Tejj


PLTA Lamajan adalah pembangkit listrik tenaga air bersejarah yang sudah ada sejak era kolonial dan terletak di Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Berada di ketinggian 1.025 meter di atas permukaan laut, fasilitas ini dikelola oleh PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Saguling.

Pembangkit ini mulai dibangun pada tahun 1924 dan resmi beroperasi di tahun 1925. Meskipun usianya sudah sangat uzur, PLTA Lamajan masih berproduksi aktif menyuplai listrik untuk jaringan transmisi Jawa-Bali.

Keunikan utama pembangkit ini terletak pada penggunaan komponen serta mesin orisinal peninggalan era kolonial Belanda yang masih berfungsi optimal.

Sejarah PLTA Lamajan

Pembangunan PLTA Lamajan dipimpin oleh seorang insinyur asal Belanda bernama Willem Beyerinck K. Pembangkit listrik ini awalnya dibangun dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan energi pabrik-pabrik gula di Jawa Barat.

Seiring berjalannya waktu dan pengambilalihan aset oleh negara pascakemerdekaan, fungsinya bergeser menjadi penyokong pasokan listrik umum masyarakat. Pasokan airnya mengandalkan aliran dari Sungai Cisangkuy dan Sungai Cisarua.

Untuk menjamin ketersediaan pasokan air secara konstan, pemerintah Hindia Belanda membangun dua waduk penampung di Pangalengan. Waduk tersebut adalah Situ Cileunca yang dibangun pada tahun 1922 serta Situ Cipanunjang pada tahun 1930.

baca juga

Kapasitas dan Daya Listrik yang Dihasilkan

PLTA Lamajan memiliki total daya terpasang sebesar 19,56 Megawatt (MW). Kapasitas listrik ini dihasilkan melalui tiga unit generator pembangkit yang beroperasi secara berkesinambungan.

Generator Unit 1 dan Unit 2 selesai dibangun pada tahun 1924 serta mulai dioperasikan pada tahun 1925. Sementara itu, Generator Unit 3 baru dibangun pada tahun 1933 dan resmi beroperasi pada tahun 1934.

Sebagai salah satu sub-unit dari UP Saguling, energi dari PLTA Lamajan diinterkonesikan ke dalam sistem jaringan kelistrikan Jawa-Bali. Pembangkit ini memegang peranan penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, khususnya saat terjadi gangguan jaringan transmisi.

Peninggalan Belanda yang Legendaris

Yang menarik, PLTA ini masih menggunakan mesin-mesin tua buatan pabrik Eropa yang juga berfungsi dengan baik. Generator Unit 1 dan Unit 2 dipasok oleh perusahaan Smit Slikkerveer, sedangkan Generator Unit 3 dibuat oleh pabrik Heemaf Hengelo.

Untuk menuju bangunan power house yang berada di lembah curam, petugas menggunakan fasilitas lori khusus. Lori legendaris yang ditarik kabel baja ini sanggup mengangkut beban hingga 2 ton atau sekitar 6 orang penumpang.

Selain fasilitas lori, ada juga jalur tangga manual yang terdiri dari sekitar 500 anak tangga di samping rel. Jalur tangga ini biasa digunakan oleh para pekerja ketika lori tua tersebut sedang diistirahatkan atau menjalani pemeliharaan.

Komponen ikonik lainnya adalah dua pipa pesat (penstock) raksasa berwarna kuning sepanjang 480 meter dengan diameter 1,3 meter. Pipa besi ini menyalurkan air dari Kolam Tando Harian menuju turbin di bawahnya dengan tinggi jatuh air mencapai 216 meter.

baca juga

PLTA Lamajan menerapkan sistem semi run off river dalam memanfaatkan energi dorong air. Air olahan yang keluar dari PLTA Plengan ditampung terlebih dahulu di Kolam Tando Harian (KTH) sebelum dialirkan ke turbin Lamajan.

Skema bertingkat (cascade) ini memungkinkan pemanfaatan aliran air sungai secara efisien dari hulu ke hilir. Kendati demikian, PLTA Lamajan tetap membutuhkan suplesi air tambahan dari sungai sekitar agar debit airnya mencukupi untuk beroperasi penuh.

Walaupun menggunakan komponen mesin peninggalan era kolonial, sistem kontrol operasional PLTA Lamajan kini telah dimodernisasi. Pengaturan dan pemantauan sistem daya kini dapat dilakukan secara otomatis serta dikendalikan dari jarak jauh (remote).

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.