ketapang catat 553 ribu aktivitas pelanggan jejaknya ternyata sudah lebih dari 100 tahun - News | Good News From Indonesia 2026

Ketapang Catat 553 Ribu Aktivitas Pelanggan, Jejaknya Ternyata Sudah Lebih dari 100 Tahun

Ketapang Catat 553 Ribu Aktivitas Pelanggan, Jejaknya Ternyata Sudah Lebih dari 100 Tahun
images info

Stasiun Ketapang/KAI


Stasiun Ketapang mencatat 553.202 aktivitas pelanggan hingga Agustus 2026. Simak sejarah panjang simpul kereta api menuju Banyuwangi dan Bali.

Stasiun Ketapang di Banyuwangi bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang. Berada di ujung timur Pulau Jawa, stasiun ini menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan kereta api sekaligus simpul mobilitas masyarakat menuju Banyuwangi dan Pulau Bali.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat aktivitas pelanggan di Stasiun Ketapang terus meningkat sepanjang beberapa tahun terakhir. Pada Januari–Agustus 2026, stasiun tersebut melayani 553.202 aktivitas pelanggan naik dan turun.

Angka tersebut meningkat 8,50 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 509.862 aktivitas pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan Stasiun Ketapang menjadi bagian dari perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia yang terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

“Stasiun Ketapang memiliki cerita panjang sejak kereta api mencapai Banyuwangi lebih dari satu abad lalu. Perjalanannya menggambarkan perubahan peran kereta api, dari mendukung aktivitas perdagangan hingga menjadi penghubung perjalanan masyarakat menuju Banyuwangi dan Bali,” ujar Anne.

Dari Banyuwangi Lama hingga Ketapang

Sejarah perkeretaapian di Banyuwangi bermula dari pembangunan jaringan kereta api menuju wilayah timur Pulau Jawa oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api negara Hindia Belanda.

Pembangunan jaringan tersebut terus dilanjutkan hingga mencapai Banyuwangi. Lintas terakhir Mrawan–Banyuwangi sepanjang 58 kilometer selesai dibangun dan dibuka untuk umum pada 2 Februari 1903.

Pada saat itu, Stasiun Banyuwangi menjadi stasiun ujung timur Pulau Jawa. Keberadaannya juga memiliki keterkaitan erat dengan Pelabuhan Boom di kawasan Mandar yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan.

Stasiun tersebut tidak hanya melayani perjalanan penumpang, tetapi juga angkutan barang yang keluar dan masuk Banyuwangi melalui jalur laut.

Aktivitas perjalanan kereta api kemudian terus berkembang. Pada 1926, tercatat 12 perjalanan kereta api yang singgah di Stasiun Banyuwangi, termasuk perjalanan pulang-pergi pada relasi Kalibaru–Banyuwangi dan Kalisat–Banyuwangi.

Namun, perkembangan kawasan kemudian mengubah peta konektivitas Banyuwangi.

Ketapang Jadi Simpul Menuju Bali

Seiring berjalannya waktu, pusat konektivitas kawasan bergeser ke Ketapang. Aktivitas pelabuhan dipindahkan dari Pelabuhan Boom menuju kawasan Ketapang sejak 1 Januari 1974.

Perubahan tersebut mendorong pembangunan jalur kereta api baru yang lebih dekat dengan kawasan penyeberangan menuju Bali. Jalur Kabat–Banyuwangi Baru sepanjang 9 kilometer kemudian resmi dibuka pada 7 September 1985.

Pada saat yang sama, Stasiun Banyuwangi Baru mulai beroperasi. Lokasinya yang lebih dekat dengan Pelabuhan Ketapang membuat pelayanan penumpang secara bertahap dialihkan dari Stasiun Banyuwangi Lama.

Stasiun Banyuwangi Lama akhirnya resmi dinonaktifkan pada 31 Maret 1988. Sementara itu, Stasiun Banyuwangi Baru kemudian berganti nama menjadi Stasiun Ketapang pada 2019.

Kini, peran stasiun tersebut semakin besar. Data KAI menunjukkan aktivitas pelanggan pada Januari–Agustus 2022 tercatat 277.928 pelanggan. Angka itu meningkat menjadi 388.193 pada 2023, 449.867 pada 2024, 509.862 pada 2025, hingga mencapai 553.202 pada 2026.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2022, aktivitas pelanggan Stasiun Ketapang pada 2026 melonjak sekitar 99,05 persen.

Peningkatan tersebut memperlihatkan semakin kuatnya posisi Stasiun Ketapang sebagai simpul perjalanan di kawasan timur Pulau Jawa. Letaknya yang berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang juga memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menuju Pulau Bali.

“Perjalanan Stasiun Ketapang menjadi bagian dari cerita panjang perkeretaapian Indonesia. Dari stasiun yang dahulu mendukung aktivitas perdagangan melalui Pelabuhan Boom hingga menjadi simpul mobilitas masyarakat saat ini, setiap perkembangan kawasan ikut membentuk perjalanan stasiun ini,” tutup Anne.

Lebih dari satu abad setelah kereta api mencapai Banyuwangi, Stasiun Ketapang kini bukan hanya menjadi titik akhir perjalanan kereta api di Pulau Jawa. Stasiun ini telah berkembang menjadi pintu konektivitas yang menghubungkan masyarakat dengan Banyuwangi sekaligus perjalanan menuju Pulau Bali.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.