ini sepanyul bukan spanyol uniknya nama desa di jombang yang mirip dengan negeri matador - News | Good News From Indonesia 2026

Ini Sepanyul, Bukan Spanyol: Uniknya Nama Desa di Jombang yang Mirip dengan Negeri Matador

Ini Sepanyul, Bukan Spanyol: Uniknya Nama Desa di Jombang yang Mirip dengan Negeri Matador
images info

Desa Sepanyul


Kalau Eropa punya Spanyol, maka Indonesia punya Sepanyul. Kawan GNFI tak salah baca. Sepanyul adalah nama sebuah desa di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Secara administratif, Desa Sepanyul berada di Kecamatan Gudo. Namun, meskipun namanya terdengar mirip dengan negara Eropa, Sepanyul sejatinya adalah pemukiman pedesaan khas Jawa Timur yang dikelilingi hamparan persawahan dan pepohonan rindang. Suasana desanya tenang dan bersahaja, laiknya kawasan pedesaan pada umumnya.

Lalu, bagaimana bisa sebuah desa kecil di Jombang memiliki nama yang begitu mirip dengan Spanyol? Adakah hubungannya dengan Negeri Matador itu?

Kenapa Dinamai Sepanyul?

Melansir dari Majalah Suara Pendidikan, dulunya desa ini bernama Sekar Arum pada era penjajahan Belanda. Perubahan nama tersebut bermula dari kedatangan rombongan saudagar bangsa Spanyol yang singgah untuk mencari rempah-rempah.

Kala itu, para pedagang asal Eropa tersebut datang membawa tiga rombongan besar melalui jalur Sungai Brantas. Pada masa lalu, ukuran Sungai Brantas diperkirakan mencapai lima kali lipat lebih luas dibandingkan kondisinya saat ini.

Dua rombongan saudagar berlabuh di sebelah timur sungai di wilayah Sekar Arum. Sementara itu, satu rombongan lainnya masuk ke wilayah Kabupaten Nganjuk.

Dua bangsawan Spanyol bergelar baron, yakni Skaider dan Skaiber, menjadi pemimpin rombongan yang menetap di timur Sungai Brantas. Setelah menetap lama, para saudagar Spanyol ini beranak pinak dan membaur dengan warga pribumi. Jumlah mereka yang semula puluhan orang pun berkembang pesat menjadi berlipat ganda.

baca juga

Interaksi sosial yang intens antara warga lokal dan pendatang Eropa tersebut memicu terjadinya akulturasi bahasa. Pelafalan nama negara asal pedagang yaitu "Spanyol" serta nama pemimpin rombongan "Skaiber" bergeser sesuai kebiasaan lidah masyarakat setempat. Lisan warga lokal yang lebih terbiasa mengucapkannya secara luwes akhirnya melahirkan sebutan Desa Sepanyul dan Desa Skoiber.

Pergeseran tutur kata itulah yang melatarbelakangi pergantian nama Desa Sekar Arum menjadi Desa Sepanyul. Tak heran jika namanya menjadi sangat mirip dengan Spanyol.

180 Derajat Berbeda dengan Spanyol

Spanyol dan Sepanyul jelas sangat berbeda. Satunya berada di Eropa dengan empat musim, satunya ada di Asia Tenggara dengan cuaca lembab khas tropisnya.

Spanyol memiliki banyak bangunan bersejarah, seperti Sagrada Familia yang sangat ikonik, Alhambra, Mezquita Cordoba, dan lainnya. Selain itu, arsitekturnya pun juga memiiki ciri khas tersendiri.

Sepanyul di sisi lain berdiri selayaknya desa-desa kecil di Jawa Timur. Suasananya tenang dan udaranya menyejukkan.

Selain namanya yang unik, desa ini juga memiliki bangunan bersejarah yang sudah berdiri selama lebih dari seratus tahun. Adalah Masjid Al-Mahfudz.

Terletak di Balonggading 4/2 Sepanyul, Gudo, Jombang, masjid ini konon sudah berdiri sejak 1889. Dilansir dari situs resmi Sistem Informasi Masjid milik Kementerian Agama RI, masjid ini rutin digunakan sebagai tempat ibadah dan berbagai kegiatan lainnya.

Masjid ini juga menyelenggarakan kegiatan pendidikan, mulai dari TPA, Madrasah, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Warga sekitar memanfaatkan masjid ini untuk aktivitas keagamaan dan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Ada Kawan GNFI yang pernah lewat atau tinggal di Desa Sepanyul?

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.