sama sama punya ngawi apa bedanya ngawi di jawa timur dengan ngawi di selandia baru - News | Good News From Indonesia 2026

Sama-sama Punya Ngawi, Apa Bedanya Ngawi di Jawa Timur dengan Ngawi di Selandia Baru?

Sama-sama Punya Ngawi, Apa Bedanya Ngawi di Jawa Timur dengan Ngawi di Selandia Baru?
images info

Sama-sama Punya Ngawi, Apa Bedanya Ngawi di Jawa Timur dengan Ngawi di Selandia Baru?


Tahukah Kawan GNFI jika Kabupaten Ngawi di Jawa Timur memiliki “saudara kembar” yang sama-sama bernama Ngawi di Selandia Baru?

Meskipun sama-sama bernama “Ngawi”, aslinya dua daerah ini tidak memiliki keterikatan karena lahir dari konteks sejarah, budaya, dan bahasa yang berbeda. Hal ini cukup menarik mengingat tak banyak wilayah di sebuah negara memiliki nama yang sama persis dengan wilayah di negara lainnya.

Kabupaten Ngawi, Si Lumbung Padinya Jawa Timur

Nama Kabupaten Ngawi berasal dari kata “awi” yang berarti bambu. Hal ini merujuk pada wilayah di tepi Bengawan Solo dan Madiun yang konon banyak ditumbuhi bambu.

Namun, meskipun dijuluki dengan Kota Bambu, Ngawi merupakan salah satu lumpung pangan utama di Jawa Timur yang konsisten menghasilkan padi unggulan. Kabupaten Ngawi menjadi daerah yang sangat produktif sebagai produsen padi organik.

Kabupaten di Jawa Timur yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah ini ternyata sudah ada sejak tahun 1358 Masehi. Dalam situs resmi bpbj.ngawikab.go.id, dijelaskan bahwa Hari Jadi Ngawi ditetapkan pada tanggal 7 Juli 1358 Masehi.

Di masa lalu, Ngawi dipercaya menjadi bagian dari Kerajaan Majapahit. Hal ini sudah disebutkan dalam Prasasti Canggu.

baca juga

Memiliki luas 1.298 km2, Ngawi “terkurung” oleh kabupaten-kabupaten lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kabupaten Ngawi berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah.

Ngawi memiliki dataran tinggi dan rendah. Dataran tingginya ada di sekitar lereng Gunung Lawu dan Pegunungan Kendeng. Sementara itu, dataran rendahnya banyak digunakan sebagai lahan persawahan.

Desa Ngawi di Selandia Baru yang Punya Banyak Traktor

Ngawi di Selandia Baru merujuk pada sebuah desa nelayan yang ada di Tanjung Palliser. Nama Nama “Ngawi” berasal dari bahasa Maori yang berarti “rumput rumpun asli”.

Desa ini tak begitu besar. Meskipun merupakan desa nelayan, desa ini malah tidak memiliki pelabuhan.

Yang membuat desa ini unik adalah karena memiliki jumlah traktor yang sangat banyak. Bahkan, jumlah traktor per kapita di Ngawi dikatakan adalah yang paling banyak di dunia.

Traktor-traktor inilah yang dipakai untuk menarik perahu nelayan masuk dan keluar dari ombak ganas di Selat Cook. Perahu-perahu nelayan kemudian akan diletakkan di pinggiran pantai di atas garis pasang.

Di masa lalu, Ngawi pernah menjadi sentra pengolahan lobster terkemuka di Selandia Baru. Saat ini, hidangan laut, utamanya lobster dan abalone masih menjadi andalan untuk menarik wisatawan di desa ini.

Selayaknya daerah di dekat laut, di Desa Ngawi banyak dijumpai batuan karang yang ciamik. Batuan-batuan itu menjulang dan dipadukan dengan pemadangan alam Selandia Baru yang tiada tara indahnya.

Selain itu, ada pula Mercusuar Cape Palliser. Vegetasi alamnya juga masih sangat terjaga, di mana kawasan ini menjadi rumah bagi koloni anjing laut berbulu.

Desa Ngawi sebagian besar terdiri dari rumah-rumah kayu kecil yang disebut baches. Di sini tidak begitu padat penduduk. Namun, lain cerita saat musim panas, karena rumah-rumah itu bakal banyak diisi oleh wisatawan.

Kawan GNFI, dari paparan di atas, jelas bahwa Ngawi di Jawa Timur dan Selandia Baru memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Kedua memang tidak memiliki hubungan sejarah. Akan tetapi, penamaannya yang sama persis membuat dua wilayah beda negara dan benua ini justru terasa unik.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.