Kualitas infrastruktur jalan menjadi fondasi utama dalam mendukung mobilitas harian dan aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Jika kondisi jalan terawat dengan baik, arus distribusi barang serta perjalanan antarwilayah dapat berlangsung jauh lebih efisien.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pusat Statistik yang dirangkum GoodStats, sekitar 59% total jalan di Indonesia berada dalam kondisi mantap per akhir tahun 2025. Angka tersebut mencakup gabungan antara ruas jalan berkondisi baik maupun sedang di seluruh wilayah tanah air.
Capaian ini memperlihatkan bahwa tingkat kemantapan jalur darat di Indonesia secara umum masih belum merata. Beberapa daerah sudah menikmati fasilitas jalan yang sangat mulus. Sementara itu, masih ada wilayah lain menghadapi tantangan infrastruktur.
Daftar Provinsi dengan Jalan Paling Mulus di Indonesia
Mengutip data GoodStats per akhir Desember 2025, pendataan mencakup persentase panjang jalan nasional, provinsi, serta kabupaten/kota berkondisi mantap. Berikut adalah deretan 10 provinsi dengan kondisi jalan paling mulus di Indonesia:
- DKI Jakarta: 97,36%
- Kepulauan Bangka Belitung: 83,81%
- Jawa Barat: 81,13%
- Jawa Tengah: 79,01%
- Bali: 78,41%
- Banten: 78,20%
- Jawa Timur: 74,29%
- Kepulauan Riau: 70,85%
- DI Yogyakarta: 69,96%
- Nusa Tenggara Barat: 66,93%
Dari data di atas, Jakarta menjadi provinsi dengan jalanan paling mulus. Namun, perlu dicatat jika sejak tahun 2022, seluruh pengelolaan jalan nasional di Jakarta sudah dilimpahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Pelimpahan wewenang tersebut mengubah status jalan nasional di Jakarta secara resmi menjadi jalan provinsi. Langkah ini membuat penanganan jalan di Jakarta berada sepenuhnya di bawah Pemprov DKI.
Di sisi lain, sebagai ibu kota negara, jalan-jalan protokol juga mendapat prioritas pemeliharaan. Beberapa jalan di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan yang menjadi pusat bisnis juga diperhatikan kelayakan dan kemantapan jalannya untuk menunjang aktivitas tersebut.
Masih Ada Daerah dengan Jalanan Rusak
Masih banyak daerah di Indonesia yang menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur, utamanya jalan dengan kondisi mulus dan layak. Beberapa daerah, utamanya di Papua dan Kalimantan masih memiliki jalanan yang rusak.
Belum meratanya kualitas jalan di beberapa wilayah ini ada yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis maupun geografis. Penyebab paling utama adalah tantangan geografis yang terbilang ekstrem, terutama di kawasan pegunungan dan pedalaman.
Medan yang sangat berat menyulitkan mobilisasi alat-alat berat serta proses pengiriman material konstruksi ke lokasi proyek. Selain itu, keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar di pedalaman membuat proses pengerjaan dan pemeliharaan jalan membutuhkan waktu lama serta biaya besar.
Luasnya bentang alam yang harus dijangkau sering kali belum seimbang dengan kapasitas pemeliharaan di daerah. Akibatnya, upaya pemerataan kualitas jalan nasional hingga ke wilayah terdepan dan terluar masih memerlukan penanganan secara bertahap.
Meskipun demikian, saat ini pemerintah tengah berupaya meratakan pembangunan jalan di Papua seperti proyek Jalan Trans Papua. Jalan nasional ini membentang dari Sorong hingga Merauke yang diharapkan bisa mempercepat dan menggerakkan roda perekonomian Papua.
Mengutip dari KemenPU, salah satu segmen yang dibangun adalah Segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50,14 km. Jalan ini menghubungkan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Pegunungan.
Pembangunan ini juga melibatkan sekitar 116 tenaga kerja lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Besar harapan agar Trans Papua ini bisa memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, hingga mempercepat distribusi kebutuhan pokok dan barang serta memperlancar pelayanan pemerintahan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


