bermodal kursus di garut wina asal medan kini berkarier di kapal pesiar amerika - News | Good News From Indonesia 2026

Bermodal Kursus di Garut, Wina Asal Medan Kini Berkarier di Kapal Pesiar Amerika

Bermodal Kursus di Garut, Wina Asal Medan Kini Berkarier di Kapal Pesiar Amerika
images info

Wina Ecica Br Ginting, lulusan kursus perhotelan LKP Royal Marine International Garut yang akan bekerja di kapal pesiar.


Jauh-jauh dari Medan ke Garut, tujuan utama Wina Ecica Br Ginting adalah untuk ikut kursus perhotelan. Target perempuan lulusan SMKS Pencawan Medan ini, bisa bekerja di luar negeri.

Sekarang, Wina resmi diterima bekerja di Norwegian Cruise Line (NCL), perusahaan kapal pesiar asal Amerika Serikat.

baca juga

Satu dari 4.021 Orang yang Dilepas ke Luar Negeri

Wina merupakan bagian dari lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang dilepas pemerintah dalam acara Gebyar Kursus 2026 di Plaza Festival, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2026.

Sebanyak 4.021 alumni LKP dilepas untuk bekerja di 11 negara dalam momentum tersebut. Negara tujuannya termasuk Uni Emirat Arab, Jepang, Bulgaria, Singapura, dan Turki, dengan sektor hospitality menjadi bidang yang paling banyak menyerap lulusan LKP.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti hadir langsung dalam acara itu. Menurutnya, pelepasan ribuan alumni menunjukkan kontribusi pendidikan nonformal dalam memberikan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat untuk memasuki dunia kerja, sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan profesional di dalam maupun luar negeri.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, bahkan menyebut para alumni LKP akan menjadi "duta bangsa".

"Hari ini kita tidak sekadar melepas 4.021 alumni, tetapi kita melepas talenta Indonesia yang membawa keterampilan, karakter, dan nama bangsa ke panggung dunia," ujarnya, dikutip dari siaran pers resmi Kemendikdasmen.

Wina adalah salah satu yang akan jadi “wajah” orang Indonesia di luar negeri.

baca juga

Terinspirasi Kakak Kelas, Nekat Merantau Sejak Lulus SMA

Wina tertarik untuk bekerja di luar negeri setelah melihat kakak kelasnya yang sudah sukses di negara sebelah. Melihat pencapaian itu, ia terdorong mengikuti jejak yang sama.

Ia lantas memilih LKP Royal Marine International di Garut, Jawa Barat sebagai tempat belajar. Memang jauh dari kampung halamannya di Medan. Akan tetapi, melakoni kursus di Garut menjadi langkah awal sekaligus percobaan untuk Wina mencicipi suasana di negara lain nantinya.

Keputusan merantau sendirian di usia muda, tanpa keluarga dekat, bukan perkara ringan. Tapi bagi Wina, itulah harga yang harus dibayar untuk mendekati mimpinya.

"Sejak lulus SMA, saya memang sudah ingin bekerja di industri perhotelan. Setelah menemukan lembaga yang dirasa cocok, saya memutuskan untuk datang dari Medan ke Garut, bahkan sampai tinggal di tempat kos," cerita Wina.

Bekal Praktik Standar Industri, Bukan Sekadar Teori

Selama kursus, Wina mengaku banyak berlatih dengan menerapkan standar industri perhotelan sesungguhnya, bukan sekadar teori di kelas.

"Selama kursus, kami banyak praktik dengan menerapkan standar industri. Jadi, ketika mulai bekerja, saya bisa lebih cepat beradaptasi dan tidak merasa kaget dengan lingkungan kerja," ujar Wina.

Setelah lulus, ia sempat bekerja di sebuah hotel berbintang di Garut, mengasah kemampuan di departemen F&B Service. F&B Service adalah bagian di hotel atau kapal pesiar yang menangani pelayanan makanan dan minuman kepada tamu, mulai dari restoran, bar, hingga layanan kamar. Ini salah satu departemen paling sibuk sekaligus paling banyak berinteraksi langsung dengan tamu.

Dari sanalah ia mendapat informasi lowongan kerja di kapal pesiar, mengikuti seleksi, dan akhirnya lolos bergabung dengan NCL.

baca juga

Norwegian Cruise Line: Raksasa yang Lahir dari Kapal Feri Kecil

Sedikit yang tahu, perusahaan tempat Wina bekerja punya sejarah yang menarik.

Norwegian Cruise Line didirikan pada 1966 oleh Knut Kloster asal Norwegia dan Ted Arison asal Israel. Kapal pertamanya, Sunward, hanya seberat 8.666 ton dan sepanjang 140 meter, awalnya beroperasi sebagai feri antara Southampton dan Gibraltar untuk satu musim saja.

Kini, NCL terdaftar sebagai badan hukum di Bermuda dan berkantor pusat di Miami, menjadi operator kapal pesiar terbesar ketiga di dunia berdasarkan jumlah penumpang. Kapal itu mampu menguasai sekitar 8,7% pangsa penumpang kapal pesiar dunia hingga 2018.

Perusahaan ini juga dikenal sebagai pelopor industri. NCL adalah pihak pertama yang memiliki pulau privat, yakni Great Stirrup Cay di Bahama, serta pengembang program kombinasi perjalanan udara-laut pertama di industri kapal pesiar.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa nantinya Wina tidak sekadar bekerja di kapal besar, tapi bergabung dengan salah satu pemain lama dan berpengaruh dalam industri pelayaran wisata dunia.

baca juga

Tantangan di Laut Berbeda dengan di Darat

Wina jujur mengakui, bekerja di kapal pesiar tidak sama dengan bekerja di hotel darat. Ritme kerja, lingkungan sosial, dan tekanan kerja jauh berbeda. Tapi ia memilih melihatnya sebagai peluang, bukan hambatan.

"Memang kalau di kapal pesiar berbeda dengan hotel di darat. Tapi dengan basic komunikasi dan hospitality yang sudah saya pelajari, saya merasa itu bukanlah suatu tantangan, tapi peluang," jelas Wina.

Sikap ini sejalan dengan harapan Ketua Umum Tiara Bangsa, Fourlen Diana, yang turut hadir dalam Gebyar Kursus 2026. Ia mendorong agar peserta didik LKP terus mengembangkan keterampilan sehingga mampu mengambil peluang kerja dan pengembangan karier tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke panggung global.

Bagi Wina, bekerja di kapal pesiar bukan satu-satunya tujuan. Penghasilan kompetitif dan jaringan luas yang ia dapat diproyeksikan menjadi modal untuk membangun usaha kuliner sendiri sekaligus mengangkat taraf hidup keluarganya di Medan.

"Bekerja di kapal pesiar adalah salah satu mimpiku, untuk mewujudkan mimpi-mimpiku selanjutnya," tutup Wina.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.