Pemerintah tengah membidik peluang lain untuk para lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Berbekal kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman mereka, pemerintah mempersiapkan lulusan SMK agar tembus ke pasar kerja internasional yang sedang kekurangan tenaga terampil.
Bukan lagi hanya menyiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri, mereka menuju go internasional sekarang. Langkah itu diwujudkan melalui peluncuran Asta Mandala SMK Go Global, sebuah program yang dirancang agar lulusan SMK memiliki kompetensi sesuai standar industri dunia sebelum berangkat bekerja ke luar negeri.
Kawan, sebagai gambaran, negara-negara seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan hingga sejumlah negara Eropa saat ini memang sedang menghadapi penuaan penduduk (aging population). Jumlah usia produktif di sana menurun sehingga kebutuhan tenaga kerja terus meningkat, terutama di sektor kesehatan, manufaktur, konstruksi, hingga perhotelan.
Peluang inilah yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah Indonesia.
Lulusan SMK Siap Menjadi Talenta Global
Selama ini, bekerja di luar negeri sering dipahami sebagai alternatif ketika kesempatan kerja di dalam negeri terbatas. Melalui Asta Mandala SMK Go Global, pemerintah ingin menempatkan pekerja migran sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
lulusan SMK tidak hanya dipersiapkan agar cepat memperoleh pekerjaan, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri internasional. Harapannya, mereka mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Fokusnya diarahkan pada sektor-sektor yang selama ini banyak membutuhkan tenaga kerja terampil, yaitu kesehatan, perhotelan, manufaktur, konstruksi, agrikultur, dan transportasi.
Program Asta Mandala SMK Go Global dibangun di atas dua pilar utama, yakni Panca Sukses dan Tri Dampak.
Panca Sukses merupakan strategi pelaksanaan program, sedangkan Tri Dampak menjadi hasil yang ingin dicapai melalui implementasinya.
Mukhtarudin menjelaskan strategi tersebut dirancang agar calon pekerja migran memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperoleh pelindungan yang optimal.
"Melalui strategi ini, kami ingin memastikan setiap Calon Pekerja Indonesia memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, memperoleh pelindungan yang optimal, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya, keluarga, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional," kata Mukhtarudin, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Target 500 Ribu Pekerja Hingga 2029
Kawan, pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu calon pekerja migran Indonesia pada periode 2026–2029.
Target tersebut tidak hanya mengejar jumlah penempatan. Pemerintah menekankan bahwa setiap calon pekerja akan dipersiapkan melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki lulusan diharapkan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri di negara tujuan, sebagaimana pilar utama yang dipaparkan sebelumnya.
Program ini juga menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia. Selama ini, tantangan yang dihadapi bukan hanya soal akses terhadap pekerjaan, tetapi juga kesesuaian keterampilan dengan kebutuhan perusahaan serta aspek pelindungan selama bekerja.
Membuka Pilihan Karier yang Lebih Luas
Peluncuran Asta Mandala SMK Go Global menunjukkan adanya perluasan orientasi pendidikan vokasi di Indonesia.
Jika sebelumnya lulusan SMK lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri nasional, kini mereka juga dipersiapkan agar mampu bersaing di tingkat internasional melalui jalur yang legal, terampil, dan terlindungi.
Pemerintah berharap langkah tersebut tidak hanya membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pekerja migran beserta keluarganya sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.
Di akhir peluncuran program, Mukhtarudin menyampaikan optimisme bahwa sinergi berbagai pihak akan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
"Kami optimistis, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, SMK Go Global akan melahirkan talenta-talenta unggul Indonesia yang siap bersaing di tingkat global, memperluas kesempatan kerja yang aman dan legal, serta memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


