ogya berangkat ke korea bukan untuk foya foya tapi ingin majukan usaha genting keluarga - News | Good News From Indonesia 2026

Ogya Berangkat ke Korea Bukan untuk Foya-Foya, tapi Ingin Majukan Usaha Genting Keluarga

Ogya Berangkat ke Korea Bukan untuk Foya-Foya, tapi Ingin Majukan Usaha Genting Keluarga
images info

Ogya Berangkat ke Korea Bukan untuk Foya-Foya, tapi Ingin Majukan Usaha Genting Keluarga


“Kalau Korea itu gajinya besar. Jadi, saya bisa mempersingkat waktu untuk mengumpulkan uang untuk mengembangkan usaha di kampung, beli tanah, dan membahagiakan orang tua,” kata Ogya, lulusan SMKN 1 Tulungagung saat ditemui dalam acara Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja di Luar Negeri di Surabaya, Rabu (20/5).

Program kebekerjaan luar negeri yang dirintis Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen membuka peluang itu. Sebanyak 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP diberangkatkan untuk bekerja di berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan Jepang.

Ogya adalah salah satu lulusan SMK yang akan terbang ke Korea Selatan sebagai tenaga kerja lulusan vokasi. Mimpi anak tukang genting ini tidak muluk-muluk. Ia hanya ingin mengembangkan usaha orang tua. Sebab, bagi Muhammad Ogya As Syifa, genting adalah sumber hidup keluarganya sejak ia masih kecil.

baca juga

Bekerja ke Korea demi Menyelamatkan Usaha Keluarga

Orang tua Ogya telah lama menjalankan usaha genting warisan keluarga di Tulungagung. Sebelum membuat genting, keluarganya sempat menjalankan usaha bata merah. Sayang, usaha itu tidak bertahan.

Melihat pasang surut usaha keluarganya, Ogya jelas tidak ingin kegagalan itu terjadi kedua kalinya.

“Dulu sebenarnya usaha bata, tapi ndak nutup, kemudian sekarang ganti usaha genting. Makanya, saya ingin bekerja ke Korea supaya bisa membantu ekonomi keluarga serta mengembangkan usaha itu,” ujar Ogya.

Ogya tertarik terbang ke Korea sebab ia ingin belajar banyak tentang teknologi industri. Selain itu, ia juga ingin merasakan sekaligus menempa diri lewat budaya kerja Korea Selatan yang terkenal disiplin dan efisien.

Ogya berharap pengalaman itu bisa diterapkan saat kembali mengembangkan usaha genting keluarganya.

“Saya dari keluarga sederhana. Saya ingin usaha genting orang tua saja bisa berkembang maju, menyerap banyak tenaga kerja sehingga bisa membawa manfaat bagi banyak orang di sini,” katanya.

Apa yang diimpikan Ogya memanglah sejalan dengan arah baru pendidikan vokasi di Indonesia. Pemerintah kini tidak hanya mendorong lulusan SMK mencari pekerjaan di dalam negeri, tetapi juga menyiapkan mereka agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.

baca juga

Cara Kemendikdasmen Menyiapkan Lulusan SMK Kerja di Luar Negeri

Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Ditjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen menjalankan program penyaluran kerja luar negeri untuk lulusan SMK dan lembaga kursus (LKP). Program ini membantu siswa vokasi mendapat pekerjaan resmi di negara seperti Jepang dan Korea Selatan.

Lewat program tersebut, siswa tidak hanya dibantu mencari pekerjaan. Sekolah juga menyiapkan mereka sebelum berangkat, mulai dari pelatihan bahasa asing, keterampilan kerja, pemahaman budaya kerja, hingga pendampingan administrasi dan kontrak kerja.

Kemendikdasmen menjalankan program ini melalui skema Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK atau model “3+1”. Dalam skema ini, siswa belajar tiga tahun seperti SMK biasa, lalu mendapat tambahan satu tahun pelatihan khusus untuk persiapan kerja internasional.

Tambahan pelatihan itu mencakup kemampuan bahasa Jepang atau Korea, kesiapan mental, literasi hukum ketenagakerjaan, hingga budaya disiplin kerja di negara tujuan. Literasi hukum berarti pemahaman tentang hak pekerja, isi kontrak kerja, jam kerja, dan perlindungan hukum selama bekerja di luar negeri.

Program ini dicetuskan karena kebutuhan tenaga kerja di negara maju terus meningkat. Jepang dan Korea Selatan saat ini membutuhkan banyak pekerja muda di sektor manufaktur, otomotif, caregiver lansia, hingga perhotelan.

Karena itu, pemerintah mulai mendorong SMK tidak hanya mencetak pencari kerja lokal, tetapi juga tenaga terampil yang siap bekerja di pasar global. Di luar sana, para pekerja ini lah yang nantinya akan menjadi wajah dari Indonesia. Oleh karena itu, persiapan untuk menerbangkan mereka perlu waktu yang cukup panjang.

“Ke mana pun kalian pergi disiplin, tunjukkan kompetensi kalian serta bawa dan jaga nama baik bangsa karena sesungguhnya kalian tidak hanya bekerja, tetapi juga duta bangsa,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin menyemangati.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.