Desa Kembang adalah salah satu daerah yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Ada sebuah cerita rakyat dari Yogyakarta yang menceritakan tentang asal usul Desa Kembang ini dulunya.
Menurut kisahnya, desa ini dulunya ditempati sepasang suami istri yang bernama Jaka Prayoga dan Kembang Bulan. Bagaimana kisah lengkap dari legenda asal usul Desa Kembang yang ada di Kulon Progo tersebut?
Legenda Asal Usul Desa Kembang di Kulon Progo, Cerita Rakyat dari Yogyakarta
Disitat dari buku Antologi Cerita Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta, pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda yang bernama Jaka Prayoga. Dia merupakan anak berbakti yang selalu membantu kedua orang tuanya.
Sehari-hari Jaka Prayoga bekerja sebagai petani di ladang. Selain itu, dia juga sering pergi berburu ke dalam hutan.
Dari hasil inilah nantinya Jaka Prayoga memenuhi kebutuhan hidup bersama kedua orang tuanya. Meskipun melelahkan, dia dengan senang hati melakukan semua hal tersebut.
Pada suatu hari, Jaka Prayoga tengah beraktivitas di ladang seperti biasa. Tiba-tiba matanya tertuju pada pisang ambon yang terlihat sudah matang.
Alangkah senangnya hati Jaka Prayoga melihat hal tersebut. Jaka Prayoga langsung berjalan mendekat dan berniat untuk memanen pisang ambon itu.
Namun tiba-tiba dia melihat seekor burung yang memiliki bulu sangat indah. Burung itu terlihat asik memakan buah pisang yang ada di sana.
Jaka Prayoga terpana melihat kecantikan burung tersebut. Tanpa sadar, hanya tinggal beberapa buah lagi saja yang belum dimakan burung itu.
Melihat hal ini, Jaka Prayoga langsung menangkap burung tersebut. Akan tetapi, burung tersebut tiba-tiba berbicara dan memohon agar Jaka Prayoga tidak membunuhnya.
Burung tersebut berjanji akan membalas kebaikan Jaka Prayoga. Dia pun meminta Jaka Prayoga mencabut cincin yang ada di kakinya dan memasangnya.
Ketika Jaka Prayoga mencabut cincin tersebut, tiba-tiba burung tersebut berubah menjadi seorang wanita yang cantik jelita dan berbau harum seperti kembang. Jaka Prayoga terpesona melihat kecantikan wanita tersebut.
Wanita tersebut kemudian meminta Jaka Prayoga memakai cincin yang sudah dipegangnya. Dia juga meminta Jaka Prayoga untuk menikahinya.
Jaka Prayoga yang sudah terpesona tidak keberatan dengan permintaan tersebut. Dirinya kemudian memberi nama wanita tersebut Kembang Bulan.
Pernikahan antara Jaka Prayoga dan Kembang Bulan akhirnya digelar dengan meriah. Mereka menjadi pasangan yang saling mencintai antara satu sama lain.
Beberapa waktu kemudian, salah seorang teman Jaka Prayoga datang berkunjung ke rumahnya. Temannya itu bernama Jaka Apus.
Begitu tiba di rumahnya, Jaka Apus terpesona melihat kecantikan istri Jaka Prayoga, yakni Kembang Bulan. Dia pun meminta Jaka Prayoga untuk menginap di sana selama beberapa hari karena sudah tidak lama berjumpa.
Tanpa rasa curiga, Jaka Prayoga mempersilahkan temannya itu untuk menginap. Mereka pun saling bertukar cerita setelah lama tidak berjumpa.
Keesokan paginya, Jaka Prayoga pergi ke hutan untuk menambah persediaan daging di rumah mereka. Jaka Apus pada awalnya mengikuti temannya tersebut dari belakang.
Setelah dirasa cukup jauh, dia kembali ke rumah. Jaka Apus menemui Kembang Bulan dan berkata jika suaminya telah menghilang.
Kembang Bulan merasa panik dan berniat untuk mencari sang suami. Namun Jaka Apus menghalanginya dan berkata jika dia bisa menggantikan Jaka Prayoga.
Mendengarkan hal ini, Kembang Bulan menyadari siasat dari Jaka Apus. Namun mengingat keselamatan dirinya, Kembang Bulan mengikuti Jaka Apus begitu saja.
Ketika sore tiba, Jaka Prayoga kembali pulang ke rumah. Dirinya mendapati tidak ada seorang pun di sana.
Jaka Prayoga kemudian berkeliling untuk mencari keberadaan istrinya. Namun setelah lama mencari, usahanya tidak membuahkan hasil juga
Dirinya kemudian memutar cincin yang ada di jari manisnya. Tidak lama kemudian, datang seekor burung kakak tua yang mendekatinya.
Burung kakak tua tersebut menanyakan apa yang tengah dicari Jaka Prayoga. Setelah Jaka Prayoga menjawab, burung kakak tua tersebut kemudian berkata jika Kembang Bulan sudah dibawa Jaka Apus ke Pulau Badut.
Jaka Prayoga kemudian meminta bantuan pada pamannya setelah mengetahui hal ini. Sang paman kemudian menitipkan dua buah kunyit agar diberikan pada Kembang Bulan.
Kunyit tersebut kemudian diserahkan pada burung kakak tua. Dirinya kemudian terbang melesat dan memberikan kedua kunyit itu pada Kembang Bulan.
Begitu menerima kunyit itu, Kembang Bulan memahami maksud dari apa yang dia terima. Kembang Bulan kemudian meminta Jaka Apus untuk mengunyahkan kunyit itu untuknya.
Tanpa rasa ragu, Jaka Apus langsung mengunyah kedua kunyit tersebut. Sesaat kemudian, Jaka Apus langsung pingsan di tempat.
Melihat hal ini, Kembang Bulan kemudian meminta burung kakak tua untuk mencari bantuan. Sejurus kemudian, Jaka Prayoga langsung datang bersama pamannya untuk menjemput Kembang Bulan.
Jaka Apus kemudian diserahkan pada pihak keamanan desa yang ada di sana. Akhirnya Jaka Prayoga dan Kembang Bulan kembali hidup bahagia bersama.
Kelak daerah tempat tinggalnya Jaka Apus dan Kembang Bulan inilah yang nantinya menjadi asal usul Desa Kembang di Kulon Progo.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


