jaksel dominan kupang menyusul peta penerima beasiswa lpdp tahun 2025 - News | Good News From Indonesia 2026

Jaksel Dominan, Kupang Menyusul: Peta Penerima Beasiswa LPDP Tahun 2025

Jaksel Dominan, Kupang Menyusul: Peta Penerima Beasiswa LPDP Tahun 2025
images info

Jaksel Dominan, Kupang Menyusul: Peta Penerima Beasiswa LPDP Tahun 2025


“Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pengelolaan dana abadi pendidikan, riset, perguruan tinggi, dan kebudayaan,” kata Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto, Oktober 2025 lalu.

Kawan, dana abadi LPDP tidak dikelola sebagaimana anggaran tahunan pada umumnya. Melalui konsep ini, negara menjaga dana pokok agar tetap utuh. Sedangkan, untuk pembiayaan, negara memanfaatkan hasil pengembangannya.

Dengan cara ini, pembiayaan pendidikan dan riset menjadi lebih stabil dan tidak mudah terpengaruh perubahan anggaran negara setiap tahun.

baca juga

Dana abadi membuat LPDP tidak hanya membiayai mahasiswa hari ini, tetapi merancang kesinambungan bagi generasi berikutnya. Model ini menjadikan beasiswa menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang, bukan program populis musiman.

Keberlanjutan pendanaan apalagi untuk pendidikan adalah fondasi daya saing.

Sebab, beasiswa pada akhirnya bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Ia adalah investasi publik—didukung oleh uang negara yang bersumber dari rakyat—yang diharapkan kembali dalam bentuk kontribusi intelektual, inovasi, dan kepemimpinan.

baca juga

58.444 Awardee LPDP, Apa Maknanya?

Sejak program beasiswa LPDP diluncurkan pada 2013, total 58.444 orang tercatat sebagai penerima hingga 2025.

Rinciannya: 54.720 awardee program Degree (S2 dan S3), 3.667 program Spesialis, dan 57 program Non-degree.

Mayoritas mengambil program gelar penuh. Ini berarti puluhan ribu individu telah atau sedang menempuh pendidikan magister dan doktoral dengan pembiayaan negara. Dalam jangka panjang, angka ini berpotensi membentuk kelas menengah terdidik baru: akademisi, peneliti, dokter spesialis, profesional strategis, hingga pembuat kebijakan.

baca juga

Menariknya, distribusi tujuan studi relatif seimbang: 51% berkuliah di dalam negeri dan 49% di luar negeri. Ini menunjukkan dua strategi berjalan bersamaan.

Di satu sisi, LPDP memperkuat kampus nasional dengan menjaga arus mahasiswa berkualitas tetap belajar di dalam negeri. Di sisi lain, ia tetap membuka akses pada jejaring global melalui studi luar negeri.

Membangun daya saing, dengan demikian, tidak selalu berarti keluar negeri. Banyak awardee memilih memperkuat universitas dalam negeri, membangun riset lokal, dan memperluas dampak langsung bagi masyarakat sekitar.

baca juga

Kota-Kota Dominan Penerima Beasiswa LPDP

Data yang dipaparkan Goodstats (2025) menunjukkan bahwa pada 2025 penerima LPDP masih didominasi kota-kota besar. Sepuluh besar di antaranya:

Jakarta Selatan (154), Jakarta Timur (131), Kota Bandung (108), Kota Tangerang Selatan (106), Kota Bekasi (104), Kota Depok (101), Kota Surabaya (94), Kota Kupang (83), Sleman (81), dan Jakarta Barat (74).

Dominasi kota urban bukan hal yang mengagetkan. Akses informasi, kualitas sekolah, komunitas persiapan beasiswa, serta jaringan alumni memang lebih terkonsentrasi di wilayah tersebut. Ekosistem inilah yang sering menjadi faktor penentu keberhasilan seleksi.

baca juga

Namun Kota Kupang patut lebih diperhatian, Masuknya wilayah timur Indonesia dalam sepuluh besar menunjukkan perubahan pola. Daya saing mulai menyebar dan informasi beasiswa tidak lagi sepenuhnya terpusat di Jawa.

Fenomena ini memberi sinyal bahwa peluang semakin terbuka di berbagai kawasan. Jika ekosistem informasi dan pembinaan terus diperluas, distribusi awardee bisa semakin merata.

Angka 58.444 ini bukan hanya statistik. Puluhan ribu penerima beasiswa adalah representasi sumber daya manusia yang sedang disiapkan untuk generasi emas beberapa dekade ke depan.

baca juga

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.