melihat monumen soekarno di aljazair yang didesain ridwan kamil simbol kedekatan 2 negara - News | Good News From Indonesia 2026

Melihat Monumen Soekarno di Aljazair yang Didesain Ridwan Kamil: Simbol Kedekatan 2 Negara

Melihat Monumen Soekarno di Aljazair yang Didesain Ridwan Kamil: Simbol Kedekatan 2 Negara
images info

Melihat Monumen Soekarno di Aljazair yang Didesain Ridwan Kamil: Simbol Kedekatan 2 Negara


Di salah satu sudut Ben Aknoun, sebuah kawasan bisnis di Alger, Aljazair, tampak ada sesuatu yang sangat familier di mata orang Indonesia. Dari kejauhan, tampak berdiri dengan gagah sebuah patung yang menyerupai figur Bapak Proklamasi Indonesia, Soekarno.

Patung yang terbuat dari piringan logam berwarna hitam yang disusun sedemikian rupa itu menunjukkan sosok Soekarno yang tengah berorasi dengan lantang sembari mengangkat jari telunjuknya ke atas. Patung ini berada di sebuah monumen yang memang didedikasikan untuknya.

Menariknya, monumen ini ternyata diinisiasi dan didesain langsung oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Politisi yang akrab dipanggil Kang Emil itu memang dikenal sebagai salah satu arsitek terkemuka Tanah Air yang sudah merancang berbagai bangunan ikonik di Indonesia.

Di sisi lain, patung Bung Karno dibuat oleh seniman kondang Dolorasa Sinaga. Dolo-lah yang merancang patung ikonik Soekarno di monumen tersebut.

baca juga

Monumen Penguat Hubungan 2 Negara

Hubungan Indonesia dan Aljazair sudah terjalin sejak 1960-an. Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Aljazair pada 5 Juli 1962.

Bahkan, dukungan dari Indonesia untuk negara tersebut terus dilakukan secara terang-terangan oleh Presiden Soekarno agar Aljazair segera merdeka dari Prancis. Di momen Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung, Soekarno mengundang perwakilan Aljazair, jauh sebelum negara tersebut merdeka.

Setelah Aljazair merdeka, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Alger, Aljazair, juga resmi dibuka. KBRI Alger mulai beroperasi penuh pada tahun 1963.

Persahabatan era tantara dua negara yang sudah dirajut sejak lama itu terus menguat hingga saat ini. Sebagai bentuk apresiasi rasa syukur, dibangunlah Monumen Soekarno di Alger. Masyarakat Aljazair juga sangat menghargai dan menghormati jasa Soekarno dalam mendukung kemerdekaan negara mereka.

Disadur dari Kementerian Luar Negeri RI, Monumen Soekarno diresmikan pada 18 Juli 2020. Monumen ini menjadi pengingat bagi masyarakat Aljazair dan Indonesia untuk menjaga semangat patriotisme, persatuan, perjuangan kemerdekaan, perdamaian, dan kemakmuran dunia, seperti yang digaungkan oleh Soekarno dan tokoh-tokoh pendiri Aljazair.

Yang menarik, Monumen Soekarno berdiri di sebuah taman yang dibentuk setengah lingkaran atau bulan sabit yang memiliki lima pilar kecil di setiap sudutnya.

Bulan sabit melambangkan Aljazair. Sementara itu, lima lingkaran kecil di sekelilingnya menyimbolkan Pacasila, falsafah hidup masyarakat Indonesia. Patung Soekarno berdiri di bagian tengahnya, seakan menyapa pengguna jalan yang melewatinya dari dua arah.

Kemudian, di tiap pilar kecilnya, ada teks Dasasila Bandung atau sepuluh prinsip yang diadopsi saat KAA 1955 di Bandung. Deklarasi itu berisikan suara menggelorakan kemerdekaan, kesetaraan, dan perdamaian dunia.

Kawan GNFI, proses pembangunan Monumen Soekarno cukup panjang. Kang Emil selaku inisiator awalnya berdiskusi dengan Duta Besar Indonesia untuk Aljazair saat itu, Safira Machrusah. Kemudian, Kang Emil berkunjung ke Aljazair untuk bertemu Gubernur Alger.

Setelah lampu hijau ia dapatkan, Kang Emil segera mengeksekusinya. Bahkan, Gubernur Alger sendiri yang memilihkan lokasi berdirinya monumen itu.

Saat pembangunan, sempat ada kendala di bagian pendanaan. Namun, PT Pertamina yang juga memiliki proyek kerja sama minyak di Aljazair akhirnya mendanai penuh pembangunan monumen tersebut. Pengerjaannya pun dilakukan oleh kontraktor Indonesia di Afrika.

Kini, persahabatan kedua negara terus menguat. Indonesia dan Aljazair terus memperkuat kerja sama strategis di berbagai bidang.

Yang terbaru, pada akhir Januari 2026, Indonesia berhasil membawa pulang satu juta barel minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia. "Pemulangan" minyak ini merupakan hasil proyek PT Pertamina melalui sub-holding Pertamina International EP yang beroperasi di Aljazair.

Minyak mentah dari Aljazair itu akan "dimasak" oleh Pertamina demi memperkuat ketahanan energi dalam negeri. Kedua negara memang sudah menjalin kerja sama di lapangan Migas MLN Aljazair. Pengiriman minyak tersebut menegaskan nilai strategis perpanjangan Blok 405A MLN Aljazair untuk 25 tahun ke depan.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.