ai itu powerful tapi harus di koridor integritas strategi unpad masuk izinkan kecerdasan buatan dalam akademik - News | Good News From Indonesia 2026

AI Itu Powerful, Tapi Harus di Koridor Integritas: Strategi Unpad Masuk Izinkan Kecerdasan Buatan dalam Akademik

AI Itu Powerful, Tapi Harus di Koridor Integritas: Strategi Unpad Masuk Izinkan Kecerdasan Buatan dalam Akademik
images info

AI Itu Powerful, Tapi Harus di Koridor Integritas: Strategi Unpad Masuk Izinkan Kecerdasan Buatan dalam Akademik


“… bahwa kami di Unpad ingin justru terlibat dalam ekosistem AI, dan bisa menggunakan AI ini menjadi alat bantu yang sangat powerful dalam menghasilkan karya ilmiah, tetapi di dalam koridor academic integrity yang kuat,” jelas Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dalam kegiatan Rektor Menyapa: Menjaga Integritas Ilmiah di Era AI pada penerimaan mahasiswa baru pascasarjana Gelombang 2 Tahun 2026.

Unpad resmi membuka ruang bagi mahasiswa untuk menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam mengerjakan tugas, termasuk karya ilmiah. Tapi, tentu bukan sembarangan asal kutip. Ada syarat, catatan, dan ketentuan yang harus diikuti karena dosen pun akan dibekali pengetahuan tentang kecerdasan buatan.

baca juga

Unpad Terlibat dalam Ekosistem AI, Apa Maksudnya?

Unpad menyatakan ingin terlibat dalam ekosistem AI. Artinya, kampus tidak ingin hanya menjadi pengguna pasif. Kampus ingin aktif membangun sistem pendukung, kebijakan, literasi, hingga infrastruktur teknologi yang memungkinkan AI digunakan secara bertanggung jawab.

Untuk itu, Unpad menerbitkan Peraturan Rektor No. 8 Tahun 2025 tentang Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif dalam Kegiatan Pembelajaran di Lingkungan Universitas Padjadjaran.

Kecerdasan buatan generatif adalah teknologi AI yang mampu menghasilkan teks, gambar, atau analisis berdasarkan perintah pengguna. Contohnya alat bantu penyusunan draf tulisan, peringkasan jurnal, hingga pemetaan referensi ilmiah.

Namun, Unpad menggarisbawahi bahwa hasil dari kecerdasan buatan bukanlah produk final. AI hanya digunakan sebagai alat bantu.

baca juga

Boleh Pakai AI, tapi Jangan Copas

Dosen Unpad sekaligus kreator konten, Ira Mirawati, menegaskan AI boleh digunakan, tetapi tidak untuk menyalin mentah-mentah.

“Jadi ada poin-poin di mana AI diperbolehkan. Tapi meskipun tadinya boleh ya mengedit, pakai itu, itu juga jangan keseluruhan jadi tetep bagian-bagian yang menurut mahasiswa tuh, ini gimana ya padanan katanya, jadi per kalimat aja,” tuturnya pada 29 September 2025.

“AI itu boleh digunakan tapi jangan sampai copas (copy-paste). Hasilnya tetap harus ada elaborasi dengan pemikiran mahasiswa itu,” imbuhnya.

baca juga

Elaborasi berarti mahasiswa tetap wajib mengembangkan analisisnya sendiri. AI boleh membantu mencari padanan kata, merapikan struktur, atau merangkum literatur. Tetapi argumen dan kesimpulan harus lahir dari proses berpikir mahasiswa.

Sebab, dosen juga akan mengecek pemahaman mahasiswa dari hasil tulisannya.

“Kita akan tanya, gimana sih pemahamannya mereka dari hasil belajarnya itu. Apa yang mereka dapatkan. Jadi gak akan tuh ada copas,” katanya.

baca juga

Dosen Diminta Tidak Ketinggalan

Nah, untuk menyeimbangkan kemampuan mahasiswa dalam hal teknologi, Rektor Unpad juga memberi pesan khusus kepada pimpinan fakultas dan ketua program studi. Para dosen juga harus melek teknologi, katanya.

“Saya mohon para pimpinan bisa melakukan intensifikasi untuk literasi AI ini untuk para dosen dan para kaprodinya. Agar kaprodi dan dosen harus lebih tahu, atau minimal sama tahunya dengan generasi baru dalam penggunaan AI,” jelasnya

Unpad sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan AI untuk pengajar. Kampus juga akan meluncurkan pedoman etis yang lebih rinci.

Kepala Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran, Dr. Intan Nurma Yulita, menyebut pedoman itu akan mengatur seberapa besar kontribusi AI dalam tugas atau karya ilmiah. Aturannya akan disesuaikan dengan karakter mata kuliah.

Artinya, penggunaan AI tidak akan disamaratakan.

baca juga

Dukungan Infrastruktur 

Unpad tidak berhenti pada regulasi. Kampus ini juga membangun dukungan teknologinya. Melalui kerja sama dengan Google, mahasiswa dan dosen dengan akun afiliasi Unpad akan mendapatkan akses ke Gemini Pro dan NotebookLM.

“Jadi kalau mahasiswa dan para dosen ketika masuk ke Google dengan menggunakan afiliasi Unpad itu bukan lagi yang basic, tetapi sudah next level,” ujar Dr. Intan.

Gemini Pro adalah layanan AI tingkat lanjut untuk analisis bahasa dan data. NotebookLM membantu pengguna memahami dokumen panjang berdasarkan sumber yang diunggah sendiri. Unpad juga akan berlangganan Scopus AI untuk memperkuat pencarian literatur ilmiah.

Langkah ini menarik. Banyak kampus hanya membahas larangan atau sanksi. Unpad justru menyiapkan perangkat dan literasi.

Meski demikian, sekali lagi ditegaskan bahwa AI hanyalah alat untuk membantu.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.